Pajrin Pasaribu, Yani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Informasi Dalam Manajemen Perkantoran Sekolah Dasar Negeri 060874 Medan Ayunda, Dea; Dwi Rizka Nadila Lubis; Maharani , Hayyun; Pajrin Pasaribu, Yani; Tengku Darmansah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.8626

Abstract

Dalam artikel ini, kami melihat bagaimana teknologi informasi dapat digunakan dalam manajemen administrasi perkantoran sekolah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Fasilitas pendukung, seperti teknologi informasi, sangat penting untuk manajemen sekolah yang efektif dan proses pembelajaran yang lancar. Dengan menggunakan teknologi informasi, administrasi sekolah menjadi lebih mudah. Ini juga mempermudah komunikasi antara guru, staf, dan siswa, dan mempermudah pengelolaan keuangan dan kepegawaian. Tujuannya adalah untuk menjelaskan sistem tata usaha berbasis TI yang dapat meningkatkan kinerja guru dan karyawan. Saat ini, peran teknologi informasi semakin penting dalam manajemen perkantoran kontemporer. Kemudahan birokrasi seperti komunikasi, tata persuratan, kearsipan, dan akses informasi dari satu tempat ke tempat lainnya menandai kemajuan ini. Tentu saja, manfaat teknologi informasi dalam kemajuan manajemen pemerintahan hanya dapat dicapai jika manajer dan sumber daya manusia yang terlibat dalam prosesnya dioptimalkan. Selain itu, perangkat komputer, manajemen perkantoran, dan teknologi komunikasi sangat penting—semuanya merupakan bagian penting dari teknologi informasi. Dengan perangkat keras dan perangkat lunak, kantor pemerintah dapat melayani masyarakat secara online kapan saja. Ini memudahkan akses masyarakat ke data dan informasi yang mereka butuhkan. Beberapa lembaga pemerintah masih belum menggunakan teknologi informasi sepenuhnya, tetapi permintaan terus meningkat. Di masa depan, diharapkan bahwa kantor pemerintahan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat jika mereka mengikuti prinsip pengelolaan pemerintahan yang baik.
Epistemologi Islam Dan Barat: Telaah Perbandingan Dalam Konteks Metodologi Studi Agama Zakiah, Aulia; Ayunda, Dea; Quraini, Mutiara; Hudaya, Randa Al; Pajrin Pasaribu, Yani; Tarigan, Mardinal
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1075

Abstract

Pendekatan dan pemahaman dalam mempelajari agama sangat dipengaruhi oleh epistemologi sebagai dasar pengetahuan. Akal, wahyu (al-Qur'an dan Hadis), dan intuisi spiritual adalah sumber epistemologis utama dalam tradisi Islam, yang secara harmonis membentuk dasar ilmu pengetahuan. Namun, rasionalisme, empirisme, dan fenomenologi adalah pilar epistemologi Barat yang sering membedakan antara aspek spiritual dan material. Untuk menyelidiki bagaimana kedua tradisi membangun metodologi dalam memahami agama, studi ini melakukan analisis literatur menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sementara epistemologi Barat cenderung sekular dan analitis, temuan menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan transendental. Kajian ini penting untuk membangun diskusi metodologis yang konstruktif antara dua tradisi keilmuan, khususnya dalam pengembangan studi agama di era global dan interdisipliner. Perbedaan ini berdampak pada cara agama dipahami: Islam menekankan kesatuan antara iman dan ilmu, sedangkan Barat lebih fokus pada aspek historis, sosiologis, dan kritis agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan epistemologi Islam dan Barat untuk memahami perbedaan dan implikasinya terhadap metodologi studi agama. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis pustaka dan berfokus pada bagaimana kedua tradisi epistemologis membentuk cara mereka melihat sumber, validitas, dan pendekatan dalam studi agama.