Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi perhatian serius, terutama pada kelompok usia anak-anak dan remaja. Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada kelompok usia tersebut, dengan sekitar 15% dari kecelakaan melibatkan anak di bawah umur setiap tahunnya. Di Kota Tegal, angka kecelakaan pada remaja berusia 15–19 tahun mencapai 15,8% dari total kecelakaan dalam periode 2019–2023. Rendahnya pemahaman terhadap keselamatan berlalu lintas, khususnya pada siswa SMP, menjadi salah satu penyebab utama. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penyuluhan keselamatan berlalu lintas di SMP N 1 Kota Tegal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya. Metode yang diterapkan mencakup pre-test dan post-test guna menilai tingkat efektivitas penyuluhan, dengan hasil yang dianalisis menggunakan uji paired t-test. Penyuluhan berlangsung selama dua jam dengan pendekatan interaktif, melibatkan 40 siswa dari organisasi intra-sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator, termasuk pemahaman rambu lalu lintas, keselamatan bersepeda, dan kepatuhan terhadap marka jalan, Rata-rata nilai pre-test sebesar 58,3% mengalami peningkatan menjadi 88,2% pada post-test. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh relevansi materi, media pendukung, dan metode diskusi aktif yang diterapkan. Penyuluhan ini membuktikan efektivitasnya dalam membangun pemahaman dan sikap positif siswa terhadap keselamatan berlalu lintas, yang diharapkan dapat menurunkan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja.