Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA Ginting, Ersenni; Lisa, Feby; Barus, Hanna Grecia; Panjaitan, Yesika Yasih; Saragih, Mia Engie; Tarigan, Novita Ramayanti; Hasibuan, Nabila Putri; Yulianti, Putri
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i4.12149

Abstract

Bahasa adalah sistem komunikasi yang terdiri dari komponen-komponen yang terstruktur dan bermakna, berfungsi sebagai alat interaksi sosial dalam masyarakat. Dalam konteks Bahasa Indonesia, perkembangan kosakata dan tata bahasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemunculan kosakata baru dan hilangnya kosakata lama. Media sosial memainkan peran penting dalam dinamika bahasa, di mana pengguna sering kali menggunakan bahasa informal, singkatan, dan istilah baru yang dapat memperkaya kosakata, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas tata bahasa dan menyebabkan kesalahpahaman.Penggunaan media sosial seperti Facebook dan Twitter menciptakan cara baru dalam berkomunikasi, yang berbeda dari interaksi tatap muka. Keterbatasan karakter di platform seperti Twitter mempengaruhi cara orang menyampaikan pesan, sementara Facebook memungkinkan diskusi yang lebih mendalam. Meskipun ada kekhawatiran tentang degradasi kualitas bahasa, perubahan dalam penggunaan bahasa di media sosial juga dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengelola penggunaan bahasa di media sosial dengan bijak, agar fungsi komunikatif Bahasa Indonesia tetap terjaga di era globalisasi ini.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK Ginting, Ersenni; Lisa, Feby; Barus, Hanna Grecia; Panjaitan, Yesika Yasih; Saragih, Mia Engie; Tarigan, Novita Ramayanti; Hasibuan, Nabila Putri; Yulianti, Putri
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i4.12150

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia di ruang publik menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitik. Data berupa fonem, kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan dikategorikan berdasarkan taksonomi linguistik dan ejaan. Hasil penelitian menunjukkan dominasi kesalahan diksi (pilihan kata, 60%) dan ejaan (terutama penggunaan preposisi dan afiks, 30%) pada berbagai media publik seperti poster, spanduk, dan iklan. Kesalahan struktur kalimat (10%) juga teridentifikasi. Kesalahan-kesalahan tersebut diperbaiki berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEBI), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan teori kalimat efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA Ginting, Ersenni; Lisa, Feby; Barus, Hanna Grecia; Panjaitan, Yesika Yasih; Saragih, Mia Engie; Tarigan, Novita Ramayanti; Hasibuan, Nabila Putri; Yulianti, Putri
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i4.12149

Abstract

Bahasa adalah sistem komunikasi yang terdiri dari komponen-komponen yang terstruktur dan bermakna, berfungsi sebagai alat interaksi sosial dalam masyarakat. Dalam konteks Bahasa Indonesia, perkembangan kosakata dan tata bahasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemunculan kosakata baru dan hilangnya kosakata lama. Media sosial memainkan peran penting dalam dinamika bahasa, di mana pengguna sering kali menggunakan bahasa informal, singkatan, dan istilah baru yang dapat memperkaya kosakata, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas tata bahasa dan menyebabkan kesalahpahaman.Penggunaan media sosial seperti Facebook dan Twitter menciptakan cara baru dalam berkomunikasi, yang berbeda dari interaksi tatap muka. Keterbatasan karakter di platform seperti Twitter mempengaruhi cara orang menyampaikan pesan, sementara Facebook memungkinkan diskusi yang lebih mendalam. Meskipun ada kekhawatiran tentang degradasi kualitas bahasa, perubahan dalam penggunaan bahasa di media sosial juga dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengelola penggunaan bahasa di media sosial dengan bijak, agar fungsi komunikatif Bahasa Indonesia tetap terjaga di era globalisasi ini.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI RUANG PUBLIK Ginting, Ersenni; Lisa, Feby; Barus, Hanna Grecia; Panjaitan, Yesika Yasih; Saragih, Mia Engie; Tarigan, Novita Ramayanti; Hasibuan, Nabila Putri; Yulianti, Putri
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i4.12150

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia di ruang publik menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitik. Data berupa fonem, kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan dikategorikan berdasarkan taksonomi linguistik dan ejaan. Hasil penelitian menunjukkan dominasi kesalahan diksi (pilihan kata, 60%) dan ejaan (terutama penggunaan preposisi dan afiks, 30%) pada berbagai media publik seperti poster, spanduk, dan iklan. Kesalahan struktur kalimat (10%) juga teridentifikasi. Kesalahan-kesalahan tersebut diperbaiki berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEBI), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan teori kalimat efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.