Humokor, Hikma Nurcahyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semiotik Charles S. Pierce dalam Drama Drama Mangir Karya Pramoedya Ananta Toer Humokor, Hikma Nurcahyani; Daud, Rolan K.; Sahari, Sella; Jannah, Firdha Fadhilatul; Kadir, Herson
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.30703

Abstract

This research aims to determine the results of the analysis of Pramoedya Ananta Toer's "Drama Mangir" using Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory. This research uses a descriptive method. The source of research data comes from the book "Drama Mangir" by Pramoedya Ananta. The data for this research are signs in accordance with Charles Sanders Peirce's semiotic perspective in the form of iconic signs, indexical signs, symbolic signs found in excerpts from the dialogue "Drama Mangir" by Pramoedya Ananta. This data collection technique is carried out in two ways, namely reading and recording techniques. The data analysis technique is carried out through five stages, namely, (1) classifying data, (2) describing data, (3) analyzing data, (4) interpreting data, and (5) drawing temporary conclusions. The research results that have been described show that the results of the analysis of Pramoedya Ananta Toer's "Drama Mangir" using Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory, there are 3 iconic signs that deepen the characterization and relationships between characters,and provide deep symbolic meaning in the story narrative. followed by 3 indexical signs that help form a deep understanding of the characters, their interactions, and the social context in the story, enriching the narrative with concrete and significant details, and 3 symbolic signs that provide a deep understanding of the dynamics of relationships between characters, as well as deepening the narrative by adding layers deep emotional meaning.
Village Toponymy in the Lyrics of North Bolaang Mongondow Regional Songs Bulangita Lipu Huta Humokor, Hikma Nurcahyani; Baruadi, Moh. Karmin; Hinta, Ellyana
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026 | in progress
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i1.1029

Abstract

Penelitian ini membahas toponimi dalam lirik lagu daerah Bulangita Lipu Huta, serta aspek-aspek toponimi dalam lirik lagu daerah Bulangita Lipu Huta. Toponimi desa dalam lirik lagu daerah Bulangita Lipu Huta, serta aspek-aspek toponimi dalam lagu daerah Bulangita Lipu Huta. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan toponimi desa dalam lirik lagu daerah Bulangita Lipu Huta, dan (2) Mendeskripsikan aspek-aspek toponimi dalam lirik lagu daerah Bulangita Lipu Huta. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow, pada tanggal 27 Mei hingga 19 Juni 2025. Penelitian ini menggunakan teori antropolinguistik dan teori toponimi menurut Sudaryat yang membagi ke dalam tiga aspek yakni aspek perwujudan, kemasyarakatan dan kebudayaan. Data penelitian ini meliputi lirik lagu daerah Bulangita Lipu Huta. Sumber data penelitian ini diperoleh dari lirik lagu, serta didukung oleh hasil wawancara dan dokumen sejarah desa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap lirik lagu Bulangita Lipu Huta, wawancara dengan informan, serta data yang diambil dari dokumen sejarah desa. Teknik analisis data penelitian ini yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Toponimi desa dalam lirik lagu Bulangita Lipu Huta mencerminkan keberadaan 17 desa yang masing-masing memiliki makna historis dan kultural yang kuat. Nama-nama desa tersebut tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga merekam sejarah lokal, latar belakang sosial dan historis masyarakat, mengandung nilai-nilia spiritual dan mitos serta kepercayaan masyarakat setempat. (2) Aspek toponimi yang ditemukan terdiri dari aspek perwujudan yakni 12 desa, aspek kemasyarakatan lima desa, dan aspek kebudayaan satu desa.