Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengelolaan Sumber Daya Air Perspektif Hadis: Kontekstualisasi Pemahaman Perspektif Syuhudi Ismail dan Yusuf Al-Qaradhawi Ichwayudi, Budi; Faiz, Ahmad; Al-Hamdany, Lyna Syahnuriyah; Abror, Ghulam Ahmad; Syabrowi, Syabrowi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i1.819

Abstract

Penelitian ini membahas kontekstualisasi hadis dalam pengelolaan sumber daya air, khususnya dalam menghadapi krisis air yang diperparah oleh perubahan iklim. Dengan pendekatan hermeneutika, penelitian ini menggali hadis-hadis terkait dalam kerangka maqasid syariah, yaitu tujuan utama syariat Islam yang menekankan pentingnya keberlanjutan, efisiensi, dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam. Hadis-hadis tentang larangan mencemari sumber air, membuang-buang air, dan menjaga kebersihan lingkungan mengandung pesan moral yang relevan untuk diterapkan di era modern. Analisis menunjukkan bahwa ajaran Islam mengenai pengelolaan sumber daya tidak hanya bersifat universal, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Prinsip ini menjadi landasan etis dalam menghadapi tantangan global, seperti pencemaran air, eksploitasi berlebihan, dan ketimpangan akses air bersih. Studi ini memberikan panduan praktis bagi masyarakat Muslim untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.
Perkembangan Studi Hadis di India pada Masa Shah Waliyullah Al-Dihlawi Waffa, Moh. Faiqul; Al-Hamdany, Lyna Syahnuriyah; Muhid, Muhid
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami kontribusi Shah Waliyullah al-Dihlawi dalam perkembangan studi hadis di India. Fokus penelitian mencakup biografi Shah Waliyullah, analisis kritis karya-karya terkait hadis, serta peran dan pengaruhnya dalam kajian hadis di India. Metode kualitatif dengan pendekatan historis digunakan, melalui telaah pustaka terhadap karya-karya Shah Waliyullah dan sumber-sumber sekunder relevan dengan konteks sosial-intelektual India saat itu. Analisis deskriptif-analitis dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang peran Shah Waliyullah. Sebagai ulama dan pembaharu, ia memperkaya tradisi keilmuan Islam di India melalui karya monumental seperti Hujjatullah al-Baligha yang memadukan ilmu agama, sosial, dan politik. Shah Waliyullah berperan penting dalam memurnikan ajaran Islam, mengajarkan metodologi hadis, serta mengintegrasikan ilmu hadis dengan fiqh, tasawuf, dan filsafat. Kontribusi shah waliyullah ialah menginspirasi ulama dunia, memperkuat fondasi studi hadis serta sebagai pembaru hukum dan tradisi bagi generasi mendatang. Melalui penelitian ini, pemahaman mengenai dampak intelektual Shah Waliyullah dalam studi hadis di India tentu semakin diperdalam, menunjukkan pentingnya peran beliau dalam sejarah perkembangan ilmu Islam.
Implikasi Doktrin Murji'ah di Tengah Krisis Moral Studi Normatif Hubungan Iman, Amal dan Akhlak Al-Hamdany, Lyna Syahnuriyah; Rohmah, Amelia Insanur; Syarifaini, Faizza Mahya
AL-HIKMAH:Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam Vol 7, No 1 (2025): AL-HIKMAH : Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/alhikmah.v7i1.24508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam doktrin Murji’ah yang memisahkan antara iman dan amal, serta implikasinya terhadap pembentukan akhlak umat Islam di era kontemporer. Aliran Murji’ah muncul dalam konteks konflik politik dan teologis awal Islam, dengan gagasan utama bahwa iman cukup diwujudkan melalui keyakinan dalam hati dan pengakuan secara lisan, tanpa menjadikan amal sebagai syarat keimanan. Doktrin ini pada awalnya dimaksudkan sebagai bentuk moderasi dan upaya menahan diri dari pengkafiran terhadap pelaku dosa besar, serta memberikan ruang bagi rahmat dan pengampunan Allah. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, pemisahan antara iman dan amal ini menjadi dasar pemahaman permisif terhadap dosa, yang dapat melemahkan kesadaran moral dan komitmen terhadap akhlak dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dan sosiologis, serta membandingkan pandangan Murji’ah dengan aliran lain dalam Islam seperti Ahlussunnah wal Jama’ah, untuk memperoleh pemahaman yang utuh mengenai dampak teologis dan etis dari ajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun doktrin Murji’ah mengandung nilai positif dalam hal toleransi dan penolakan terhadap penghakiman dini, ia juga berpotensi mengaburkan urgensi amal saleh sebagai manifestasi iman dalam konteks sosial. Pemisahan iman dan amal ini telah menciptakan dikotomi antara kesalehan personal dan kesalehan sosial, yang dalam praktiknya seringkali tidak berjalan seiring. Oleh karena itu, penting untuk melakukan rekontekstualisasi ajaran Murji’ah agar nilai-nilai toleransi yang terkandung di dalamnya tidak dijadikan justifikasi atas lemahnya etika sosial. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan teologis yang lebih integratif dalam menjawab tantangan etika keagamaan masa kini.