Mubayanah Tawabie, Siti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Agama Islam di Tengah Tantangan Sekularisasi dan Liberalisasi Pendidikan Mubayanah Tawabie, Siti; Hasanah; Qaribilla, Roys
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss5pp1343-1350

Abstract

In the educational context, secularization refers to the separation of religious values from the formal education system. This process is often associated with a reduction in the role of religion in the school curriculum, which places more emphasis on scientific and rational aspects. On the other hand, educational liberalization gives schools more freedom to create their own learning programs, and often ignores moral and spiritual aspects. This phenomenon can cause students to lose religious principles, which can result in loss of identity and a decline in moral quality. Therefore, this research aims to learn more about how the challenges of secularization and liberalization affect PAI and the solutions that can be used to maintain its relevance.
PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN: PILAR PERUBAHAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN BANGSA Mubayanah Tawabie, Siti; Raharjo; Fanani, Muhyar
Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2025): Darajat: Jurnal PAI
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dam Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/darajat.v8i2.3897

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh tingkat pendidikan perempuan terhadap perubahan sosial dan pembangunan bangsa. Dalam konteks masyarakat yang masih diliputi oleh ketimpangan gender, pendidikan perempuan menjadi instrumen strategis untuk mendorong keadilan sosial dan memperkuat fondasi pembangunan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain asosiatif, melibatkan 200 responden perempuan usia 20–45 tahun dari lima provinsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert lima poin. Hasil analisis Pearson menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara tingkat pendidikan perempuan dengan indikator perubahan sosial (r = 0,685; p < 0,01). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pendidikan perempuan menjelaskan 25,2% variasi pada pembangunan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan yang dimiliki perempuan, semakin besar kontribusinya terhadap aspek kehidupan seperti partisipasi publik, kesehatan keluarga, penghasilan rumah tangga, dan keterlibatan dalam organisasi. Pendidikan menjadikan perempuan lebih kritis terhadap ketimpangan, lebih mandiri secara ekonomi, serta aktif sebagai agen perubahan dalam komunitasnya. Selain itu, perempuan terdidik cenderung memiliki kesadaran tinggi terhadap isu kesehatan, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan. Namun, tantangan seperti pernikahan dini, beban ganda, dan norma patriarkal masih menghambat akses pendidikan perempuan di banyak daerah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menjadi dasar penting bagi kebijakan afirmatif yang menjamin inklusivitas dan keberpihakan dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan perempuan bukan hanya hak individual, tetapi investasi kolektif dalam menciptakan bangsa yang adil, sejahtera, dan berdaya saing.