Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Isomorphism of Hotel Management Contract and Capital Expenditure Prillona, Trilas; Birton, M. Nur A.; Hakim , Luqman
International Journal of Law Policy and Governance Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/ijlpg.v4i2.1240

Abstract

Purpose -The purpose of this study is to explore the power relationship between the hotel owner and operator in the hotel management contract and capital expenditure (FFE) and the contract has not fully fulfilled the management contract standards and the suitability of the objectives in improving the overall performance and value of the property.Methodology/approach-This research is qualtitative, where informan from discusses the cooperation contract for the management of a local hotel chain between PT TBA. Findings-The results show that hotel management contracts and capital expenditure in hotels, i.e. the power relationship between owners and operators, are influenced by the three types of isomorphism. Coercive isomorphism creates pressure to comply with regulations, mimetic isomorphism encourages owners to imitate successful practices, and normative isomorphism gives legitimacy to operators who have norms or standards in the hotel business. Capital expenditure and Return on Investment (ROI) analyzes are influenced by these three isomorphisms. Coercive isomorphism indicates pressure to fulfill regulations, mimetic isomorphism encourages owners to mimic successful investments from other Santika Hotels, and normative isomorphism gives legitimacy to capital expenditure that is in line with Santika Group Hotel standards.Novelty/value-The isomorphism of hotel management contracts and capital expenditure can be seen from how hotels adapt and develop new practices in the face of pressures from both external and internal environments.
Menilai Mutu Instrumen Penelitian: Analisis Butir Soal Lingkup Kerja Akuntansi Fase E Berbasis Aplikasi Anates Trilestari, Rahma Ais; Ardana, Najwa Widia; Wulandari , Maulidia Tri; Desideria , Monica; Putri , Ika Widyanti; Ramadhan , Rizky Fathan; Hakim , Luqman; Pratiwi, Vivi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu instrumen penilaian berupa 54 butir soal pilihan ganda pada materi Lingkup Kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga dengan menggunakan aplikasi Anates. Instrumen dianalisis berdasarkan lima aspek utama, yaitu validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 20 siswa SMK jurusan Akuntansi dari kelas X, XI, dan XII sebagai responden melalui pengumpulan data berbasis Google Form. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek validitas butir soal berada pada kategori sangat tinggi (17%), tinggi (28%), cukup (37%), rendah (15%), dan sangat rendah (4%). Reliabilitas instrumen memperoleh koefisien sebesar 0,97 yang termasuk kategori sangat tinggi, sehingga menunjukkan konsistensi instrumen yang sangat baik. Pada aspek daya pembeda, sebagian besar butir soal menunjukkan kemampuan diskriminatif yang memuaskan, meskipun beberapa butir soal seperti nomor 12, 15, 18, dan 40 perlu diperbaiki karena nilai diskriminasi yang rendah. Tingkat kesukaran soal didominasi kategori sedang sebesar 53,7%, diikuti kategori mudah (33,3%), sangat mudah (11,1%), dan satu butir sangat sukar (1,9%). Efektivitas pengecoh menunjukkan sebagian besar distraktor berfungsi baik, meskipun beberapa opsi tidak bekerja optimal dan perlu diperbaiki. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa instrumen penilaian yang dianalisis memiliki mutu yang baik dan layak digunakan, namun tetap memerlukan revisi pada butir-butir soal tertentu untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran.
STRATEGI PENINGKATAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING : STRATEGY TO INCREASE EARLY CHILDHOOD LEARNING INTEREST THROUGH COUNSELING SERVICES Wahidah, Hunaynia; Hakim , Luqman; Ali, Moh.
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/bevsvm03

Abstract

Kejenuhan belajar pada anak usia dini dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi anak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis faktor penyebab kejenuhan belajar pada anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 (2) Menilai implementasi layanan bimbingan konselinguntuk mengurangi kejenuhan belajar pada anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 (3) Menilai manfaat layanan bimbingan konseling terhadap perubahan tingkat kejenuhan belajar pada anakusia dinidi TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penyebab kejenuhan belajar pada anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah antara lain adalah faktor-faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, rutinitas yang seragam, dan ketidaksesuaian materi dengan perkembangan anak dapat menyebabkan kejenuhan. Selain itu, faktor psikologis, lingkungan sosial, dan kurangnya stimulasi fisik juga berperan dalam menurunkan motivasi anak. (2) Implementasi layanan bimbingan konseling melalui konseling individu, konseling kelompok, dan pendekatan belajar sambil bermain terbukti efektif dalam mengurangi kejenuhan belajar pada anak-anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 (3) Bimbingan konseling berhasil meningkatkan rasa percaya diri anak-anak, yang tercermin dari semangat mereka untuk kembali ke sekolah dan berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Anak-anak yang sebelumnya tampak enggan mengikuti pelajaran kini merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menjalani proses belajar. Dengan demikian, layanan bimbingan konseling dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan mengurangi kejenuhan pada anak usia dini.