Ferdyansyah, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KUE SOES MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ROTI DAN KUE UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Multazami, Annisa Alia; Ferdyansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30104

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional kerap menghadapi tantangan stagnasi bisnis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui diversifikasi produk berbasis pelatihan roti dan kue. Mitra dalam program ini adalah UMKM Kue Soes AlGhani, usaha mikro yang dikelola oleh seorang pemilik usaha di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung. Metode PKM mencakup tiga tahap: (1) pra-kegiatan (identifikasi masalah); (2) pelaksanaan (pelatihan pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan modern-higienis, dan diversifikasi produk sesuai tren pasar); dan (3) pasca-kegiatan (evaluasi). Dampak program meliputi peningkatan varian produk dari 2 menjadi 16 jenis, kenaikan omset tiga kali lipat (Rp10-12 juta per bulan), dan peningkatan keterampilan mitra-hard skills (teknik produksi) dari 60% menjadi 93% dan soft skills (pemecahan masalah, pemasaran) dari 67% menjadi 87%. Kendala utama mencakup ruang produksi terbatas dan fluktuasi kualitas bahan baku. Simpulan PKM menunjukkan bahwa pelatihan praktis efektif mendorong diversifikasi produk dan ketahanan usaha. Rekomendasi mencakup pendampingan lanjutan serta integrasi inovasi produk dan strategi pemasaran untuk keberlanjutan UMKM.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), as a national economic pillar, often face challenges of business stagnation. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the competitiveness of MSMEs through product diversification based on bread and cake training. The program partner is UMKM Kue Soes AlGhani, a micro-business managed by a single owner in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency. The PKM method consists of three stages: (1) pre-activity (problem identification); (2) implementation (training on selecting quality raw materials, modern-hygienic processing techniques, and product diversification aligned with market trends); and (3) post-activity (evaluation). The outcomes include an increase in product variants from 2 to 16 types, a threefold rise in monthly revenue (IDR 10-12 million per month), and improved partner skills-hard skills (production techniques) from 60% to 93% and soft skills (problem-solving, marketing) from 67% to 87%. Key constraints include limited production space and fluctuations in raw material quality. The PKM findings demonstrate that practical training effectively drives product diversification and business resilience. Recommendations include continued mentoring and the integration of product innovation and marketing strategies for MSME sustainability.
Perkembangan Dewasa Madya Sebuah Studi Kasus Ferdyansyah, Muhammad; Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p598-604

Abstract

Abstract: Middle adulthood or what is also called middle age in chronological terminology, which generally ranges from 40-60 years of age. The purpose of this study was to determine the development of the author's parents in the middle adulthood phase from the physical, cognitive, socio-emotional aspects, the concept of wisdom as well as self-reflection for researchers and readers. The method used in this study is observation and interviews. This research is a qualitative descriptive research. After conducting the research, data were obtained in the form of changes in physical, cognitive, socio-emotional, and the concept of wisdom in the middle adulthood phase. There are many factors that affect the growth and development of a person. Internal and external factors in a person's development are interrelated and cannot be separated Abstrak: Masa dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya dalam usia kronologis yaitu antara usia 40 - 60 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan orangtua pada fase dewasa madya dari aspek fisik, kognitif, sosioemosi, dan konsep kearifan menurut subjek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian, diperoleh data berupa terjadi perubahan fisik, kognitif, sosioemosional, dan konsep kearifan pada fase dewasa madya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang seseorang. Faktor internal dan eksternal dalam perkembangan seseorang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.