Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING Zulin Nurchayati; Alfiana Yuniar Rahmawati
Buletin Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/bppm.v3i1.20640

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 HPK atau Hari Pertama Kehidupan. Di Indonesia, prevalensi stunting menjadi masalah bersama yang harus segera ditangani secara spesifik. Masalah stunting dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti penurunan kemampuan kognitif dan daya tangkap, peningkatan resiko terkena penyakit menular hingga menurunkan produktivitas. Salah satu strategi untuk menurunkan stunting adalah dengan melakukan Komunikasi Antar Pribadi. Metode KAP bertujuan untuk menyusun pesan kunci, pendekatan komunikasi, dan saluran komunikasi yang efektif sebagai pola komunikasi yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasis penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan Kader posyandu yang ada di Desa Bacem dan Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan adalah metode luring (Offline/tatap muka). Kegiatan ini bermanfaat untuk mengedukasi ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran dengan mengedepankan konteks budaya dan kearifan lokal untuk mempercepat pencegahan stunting.
Collective Engagement and Social Identity of the "Taruno Suryo" Reog Community to Improve Spiritual Well-Being Alfiana Yuniar Rahmawati; Asrifia Ridwan
Insaniyat: Journal of Islam and Humanities Vol. 10 No. 2 (2026): Insaniyat: Journal of Islam and Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/insaniyat.v10i2.49894

Abstract

This study examines the concept of collective engagement and social identity in the context of the "Taruno Suryo" Reog Art Community as a strategic approach to improving the community's spiritual well-being. This descriptive qualitative research, using a case study approach, applies purposive sampling to select key subjects from the community. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Furthermore, the data were analyzed and interpreted using symbolic interactionism theory and social identity theory to explore how symbolic interaction in Reog art practices can strengthen collective bonds and social identity, thereby supporting shared spiritual well-being. The results of the study indicate that the concept of collective engagement, manifested through members' active involvement in every Reog art activity, can serve as a basis for interaction that, in turn, gives rise to social identity as a pillar for strengthening the solidarity of cultural inheritors. The process of internalizing cultural values and religiosity serves as a forum for fostering spiritual well-being. The integration of these concepts can make the "Taruno Suryo" Reog art community one of the art media capable of fostering the spiritual well-being of community members by internalizing the cultural values ​​of Reog Ponorogo in every art activity.