Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Bahasa Indonesia dalam Membangun Literasi Numerasi Sains Siswa di Era Globalisasi Rara Amanda; Ika Febriana; Selfa Raya Hadi Kesuma; Cindy Clara Siregar; Roria Natal Simbolon; Windry Sary Sihombing
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6413

Abstract

Artikel ini membahas peran bahasa Indonesia dalam membangun literasi numerasi sains siswa di era globalisasi. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa pengantar utama dalam dunia pendidikan, memiliki peran sentral dalam mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan sains. Melalui pendekatan seperti Problem-Based Learning (PBL), komik interaktif, dan pembelajaran kontekstual, bahasa Indonesia telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep sains dan numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran sains dapat meningkatkan minat baca, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, tantangan seperti rendahnya minat baca, kurangnya bahan ajar yang berkualitas, dan metode pembelajaran yang kurang interaktif masih menjadi kendala. Artikel ini menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi digital berbasis bahasa Indonesia dan pendekatan pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan literasi numerasi sains siswa. Dengan demikian, bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai bahasa pengantar, tetapi juga sebagai katalisator dalam membentuk generasi yang melek literasi, melek numerasi, dan siap menghadapi tantangan global.
Peran Bahasa Indonesia dalam Membangun Literasi Numerasi Sains Siswa di Era Globalisasi Rara Amanda; Ika Febriana; Selfa Raya Hadi Kesuma; Cindy Clara Siregar; Roria Natal Simbolon; Windry Sary Sihombing
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6413

Abstract

Artikel ini membahas peran bahasa Indonesia dalam membangun literasi numerasi sains siswa di era globalisasi. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa pengantar utama dalam dunia pendidikan, memiliki peran sentral dalam mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan sains. Melalui pendekatan seperti Problem-Based Learning (PBL), komik interaktif, dan pembelajaran kontekstual, bahasa Indonesia telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep sains dan numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam pembelajaran sains dapat meningkatkan minat baca, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, tantangan seperti rendahnya minat baca, kurangnya bahan ajar yang berkualitas, dan metode pembelajaran yang kurang interaktif masih menjadi kendala. Artikel ini menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi digital berbasis bahasa Indonesia dan pendekatan pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan literasi numerasi sains siswa. Dengan demikian, bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai bahasa pengantar, tetapi juga sebagai katalisator dalam membentuk generasi yang melek literasi, melek numerasi, dan siap menghadapi tantangan global.
PEMANFAATAN SIMULASI PHET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Tiwi Cahyani Marpaung; Pera Nopitasari; Roria Natal Simbolon; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jq9cqp37

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membuka peluang pemanfaatan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, khususnya pada materi getaran dan gelombang yang bersifat abstrak. Simulasi PhET hadir sebagai solusi inovatif yang mampu memvisualisasikan konsep fisika melalui representasi dinamis dan manipulatif sehingga memudahkan siswa memahami hubungan antarvariabel seperti amplitudo, frekuensi, periode, dan cepat rambat gelombang. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis pemanfaatan simulasi PhET sebagai media pembelajaran interaktif pada materi getaran dan gelombang di tingkat SMP. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan artikel ilmiah dari Google Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa simulasi PhET secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, aktivitas belajar, motivasi, serta keterampilan berpikir kritis siswa. PhET juga efektif sebagai laboratorium virtual yang mampu mengatasi keterbatasan fasilitas praktikum konvensional dan mendorong eksplorasi mandiri secara terstruktur. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi simulasi PhET dalam pembelajaran IPA SMP dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang relevan untuk menunjang pembelajaran abad ke-21, serta berkontribusi dalam mengurangi miskonsepsi siswa terhadap konsep getaran dan gelombang.
Peran Kolaboratif Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Di SMP 13 Medan Nainggolan, Martina Agnes Octavia; Cindy Clara Siregar; Ruth Masta Yemima Sibarani; Roria Natal Simbolon; Windry Sary Sihombing
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the collaborative role between educators and administrative staff in improving the effectiveness of learning at SMP 13 Medan. The method used is descriptive qualitative through semi-structured interviews. The results of the study indicate that collaboration between teachers and administrative staff has been running well through harmonious communication, clear division of tasks, and optimal administrative and technical support. Teachers focus on pedagogical aspects, while educational staff support the smooth operation of learning, including the provision of student data and infrastructure. This synergy is able to improve work efficiency, enrich learning resources, and create a more structured and oriented learning to the needs of students. In addition, coordination through work meetings also strengthens the alignment of educational goals. Thus, collaboration between educators and educational staff is a strategic factor in improving the quality and effectiveness of learning in schools.