Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Association between Workload of Frontline Health Workers and The Risk of Perceived Stress During COVID-19 Mass Vaccination: A Cross-Sectional Survey Hikmah, Kholishotul; Helda, Helda; Melinda, Gea; Ayatullah, M. Ibraar; Prisandy, Lucky
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i4.468

Abstract

The COVID-19 pandemic has had an unprecedented impact on mental heath, and in particular on health workers on the frontlines of pandemic response efforts, particularly in the context of COVID-19 vaccination. This study aimed to highlight the association of workload and adverse stress impact on healthcare workers during COVID-19 mass vaccination and its contributed factors. The method use a cross-sectional survey using a web-based questionnaire was conducted from the end of July to the beginning of August 2021. Participants were selected from all health facilities in Indonesia, with the minimal sample size 345 required. Logistic regression was performed using STATA 16.0 to assess the association between workload and perceived stress. This study revealed that prevalence of perceived stress was 36.2% among total of 447 eligible subjects. Health workers who had high-relatively levels of workloads (OR=1.76; 1.00-3.09) and without history of stress diagnosis (OR=5.23; 1.06-5.87) were more likely to develop perceived stress. The high level of workload was associated inversely with a decreased risk of stress according to age and stress diagnosis. The conclusions is a decreased risk of stress associated with workload among health professionals.
Pemetaan Faktor Demografis, Klinis, Perilaku, dan Psikososial yang Mempengaruhi Interdialytic Weight Gain pada Pasien Hemodialisis: Scoping Review Prisandy, Lucky; Jais , Suriadi; Haryanto, Haryanto; Supriadi, Supriadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7415

Abstract

Latarbelakang : Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan indikator klinis penting yang merefleksikan keseimbangan cairan serta tingkat kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan selama menjalani terapi hemodialisis. IDWG yang berlebihan secara konsisten dikaitkan dengan berbagai luaran klinis yang merugikan, termasuk komplikasi kardiovaskular, ketidakstabilan intradialitik, peningkatan angka rawat inap, hingga mortalitas. Namun demikian, bukti ilmiah mengenai determinan IDWG masih tersebar dan belum terintegrasi secara komprehensif, terutama yang mencakup dimensi demografis, klinis, perilaku, dan psikososial. Metode : Penelitian ini menggunakan desain scoping review yang disusun berdasarkan kerangka metodologis Joanna Briggs Institute (JBI) dan dilaporkan sesuai pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2005–2025. Studi yang mengkaji prediktor atau determinan IDWG pada pasien dewasa yang menjalani hemodialisis dimasukkan dalam analisis. Hasil : Sebanyak 26 artikel memenuhi kriteria inklusi. Determinan IDWG diklasifikasikan ke dalam empat domain utama, yaitu faktor demografis (usia, jenis kelamin), klinis (urine output residual, lama menjalani hemodialisis, natrium dialisat), perilaku (kepatuhan pembatasan cairan dan diet), serta psikososial (self-efficacy, persepsi haus, dan stres). Faktor klinis dan perilaku merupakan determinan yang paling sering dilaporkan, sementara variabel psikososial relatif jarang dimasukkan dalam model analisis multivariat. Kesimpulan : IDWG dipengaruhi oleh determinan multidimensional yang saling berinteraksi. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan model prediktif yang lebih integratif dengan mengombinasikan faktor psikososial bersama faktor klinis dan perilaku, khususnya dalam konteks lokal dan penelitian longitudinal