Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Disiplin dan Komitmen Kerja terhadap Kinerja Pegawai: Studi Pada Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan Anastasya; Amang, Baso; Tajuddin, Imran; H A, Ismail
Center of Economic Students Journal Vol. 8 No. 2 (2025): April-June (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56750/csej.v8i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh disiplin dan komitmen kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik deskriptif dan asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada para pegawai Bappelitbangda sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda untuk melihat seberapa kuat hubungan antara disiplin kerja dan komitmen kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik disiplin kerja maupun komitmen kerja secara individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga terbukti memberikan kontribusi yang berarti dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai di lingkungan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan.
Efektivitas Psikoedukasi Dalam Penguatan Efikasi Kolektif untuk Optimalisasi Kinerja Tim Pada PT Bumi Asri Nusa Gunawan Asa Mayloa; Muhammad Alif Maulidan; Anastasya; Kurniati Zainuddin
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1579

Abstract

Dalam era kerja kolaboratif, efikasi kolektif menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan kinerja tim. Rendahnya efikasi kolektif sering kali menyebabkan kurangnya kepercayaan antar anggota, lemahnya koordinasi, dan menurunnya produktivitas tim. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi kolektif karyawan melalui psikoedukasi yang dirancang khusus untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan tim, dan pemahaman terhadap tujuan bersama. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Mei 2025 secara daring melalui Platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 37 karyawan PT. Bumi Asri Nusa. Pengukuran dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diisi oleh 29 peserta, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman efikasi kolektif (p = 0,001), yang mengindikasikan bahwa intervensi psikoedukasi ini efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi psikoedukasi berbasis kebutuhan organisasi dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan efikasi kolektif dan mendorong produktivitas tim secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan budaya kerja kolaboratif di lingkungan organisasi.
Konstitusionalisasi Hak atas Kebebasan Berekspresi di Era Digital Pasca-Amandemen UUD 1945 Anastasya; Eny Kusdarini
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.13025

Abstract

The disparity between constitutional guarantees and the practice of restricting expression in public and digital spaces reflects a crisis in the effectiveness of human rights protection within the national legal system. Constitutional reform through the Fourteenth Amendment has strengthened the position of the right to freedom of expression, particularly in Article 28E paragraph (3). However, its implementation remains hindered by weak oversight and regulatory ambiguity, especially in Articles 27 and 28 of the Electronic Information and Transactions Law (ITE Law), which are still subject to multiple interpretations. The purpose of this study is to analyze the compatibility between constitutional guarantees of freedom of expression and the practice of legal restrictions in the digital era, based on Lon Fuller’s principle of the internal morality of law. This study is relevant due to the significant gap between constitutional guarantees and the reality on the ground, where restrictions and violations persist, particularly in the digital age. Using a qualitative approach with a normative juridical method, the findings demonstrate that constitutional guarantees are consistent with international standards. Nevertheless, national regulations require adaptive reforms and progressive oversight mechanisms to ensure that freedom of expression can be substantively realized in Indonesia’s constitutional democracy in the digital era. The novelty of this research lies in its critical analysis of Fuller’s internal morality of law, which emphasizes transparency and openness as prerequisites for justice in a democratic legal system, and in its evaluation of the validity of regulations restricting freedom of expression in Indonesia’s digital age.   Ketimpangan antara jaminan konstitusional dan praktik pembatasan ekspresi di ruang publik dan digital menunjukkan adanya krisis efektivitas perlindungan hak asasi manusia dalam sistem hukum nasional. Reformasi konstitusi melalui empat kali amandemen memang telah memperkuat posisi hak berekspresi, khususnya dalam Pasal 28E ayat (3), namun penerapannya masih terkendala lemahnya pengawasan, ambiguitas regulasi terutama Pasal 27 dan 28 UU ITE yang masih multitafsir. Tujuan  penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian antara jaminan konstitusional kebebasan berekpresi dan praktik pembatasan hukum di era digital berdasarkan prinsip moralitas internal hukum Lon Fuller. Penelitian ini relevan karena adanya kesenjangan antara jaminan konstitusi yang baik dengan realitas di lapangan yang masih banyak pembatasan dan pelanggaran, terutama di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaminan konstitusional telah selaras dengan standar internasional, tetapi regulasi nasional masih membutuhkan pembaruan adaptif dan mekanisme pengawasan yang progresif agar kebebasan berekspresi dapat terwujud secara substantif di era digital dan demokrasi konstitusional Indonesia. Kebaruan penelitian terletak pada analisis kritis terhadap moralitas internal hukum menurut Fuller, yang menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan sebagai prasyarat keadilan dalam sistem hukum demokratis dan menilai keabsahan regulasi pembatasan kebebasan berekspresi di era digital Indonesia.  
Ritual Perang Topat: Membangun Harmoni dan Toleransi Antar Etnik dan Agama di Lombok Anastasya; A Lili Evita; Anastasya, Anastasya; Evita, A Lili
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.21263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran komunikasi dalam ritual Perang Topat dalam membangun keharmonisan dan toleransi antar etnis di Lombok. Ritual Perang Topat merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sasak di Lombok sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar etnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam ritual Perang Topat memainkan peran penting dalam membangun harmoni dan toleransi antar etnis di Lombok. Komunikasi yang terjalin antar etnis selama ritual ini mampu memperkuat hubungan sosial dan mempererat ikatan antar etnis. Selain itu, komunikasi juga berperan dalam membangun pemahaman yang lebih baik antar etnis serta memperkuat rasa saling menghormati. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan studi komunikasi antar etnis dan pengembangan budaya di Indonesia.
PERAMALAN KUALITAS UDARA DI KOTA BALIKPAPAN BERDASARKAN INDIKATOR NILAI PM2.5 MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) Butar, Judah; Anastasya; Riswanty Margareth Malau; Galavinozky Roigabe Gumilang Rajaguguk; Surya Puspita Sari; Magdalena Effendi
BESTARI BPS Kalimantan Timur Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 02 (2025): Bestari 10th Edition
Publisher : BPS Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas udara merupakan indikator penting dalam menilai kondisi lingkungan karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia. Peningkatan aktivitas industri, transportasi, serta pembangunan infrastruktur di Kota Balikpapan seiring dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) berpotensi meningkatkan konsentrasi polutan udara, khususnya partikulat halus PM2.5. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dan meramalkan konsentrasi PM2.5 di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk memodelkan data deret waktu PM2.5 harian. Data yang digunakan mencakup periode Januari hingga September 2025 dengan total 273 observasi, yang dibagi menjadi 80% data training yaitu sebanyak 218 observasi dan 20% data testing sebanyak 55 observasi. Metode ARIMA dipilih karena kemampuannya dalam menangkap pola fluktuatif pada data deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA(2,0,1) merupakan model terbaik untuk peramalan konsentrasi PM2.5 di Kota Balikpapan berdasarkan kriteria pemilihan model dan evaluasi kinerja peramalan. Model ini mampu merepresentasikan pola data historis dengan baik dan memberikan hasil peramalan yang cukup akurat pada data pengujian. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa model ARIMA(2,0,1) dapat digunakan sebagai alat peramalan kualitas udara, khususnya konsentrasi PM2.5 di Kota Balikpapan, serta berpotensi mendukung pengambilan kebijakan dalam pengendalian pencemaran udara di wilayah tersebut.