Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

EKSPANSI TERITORI PADA HUNIAN DI KAMPUNG MOJO KOTA SURAKARTA PASCA PROGRAM UPGRADING br barus, yenni yosita; Dewi, Fikrian Rafika; Nursyifa, Findara Illa; Nareswari, Ardhya; Sarwadi, Ahmad
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4187

Abstract

Abstract: Kampung Mojo is one of the settlements in Surakarta City where the KOTAKU (City Without Slums) program is implemented. This initiative aims to improve the quality of basic infrastructure in slum areas, thereby reducing slum conditions. The program has redesigned the settlements by clear boundaries within residential areas, including the organization of residential layouts, plot arrangements, street spaces, and open spaces. During observations in September 2023, a notable phenomenon emerged regarding how residents use the outdoor spaces of their houses, such as alleys, streets, and leftover land, to accommodate personal and social activities. This research aims to identify the forms and patterns of territorial expansion within residential areas, providing valuable insights for future space management in Kampung Mojo following infrastructure upgrades. The study employs a qualitative approach, with primary data collected through direct observation and interviews at the research site, followed by descriptive analysis. Findings indicate that territorial expansion is a response to the limited available space, where residents utilize surrounding spaces to meet personal needs and create spaces for social gatherings. Keywords: Expansion, Settlements, Post Upgrading Abstrak: Kampung Mojo adalah salah satu kawasan lokasi penanganan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Surakarta.Tujuan program tersebut adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sehingga berkurang tingkat kekumuhannya. Kawasan permukiman didesain dengan batas-batas yang jelas pada ruang pembentuk kawasan seperti bentuk dan kavling hunian, jalan lingkungan, dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sosial. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan september 2023, banyak ditemukan fenomena penggunaan ruang di luar hunian seperti gang dan jalan untuk mengakomodasi aktivitas pribadi dan juga sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola ekspansi teritori primer (hunian) dan agar dapat menjadi masukan terhadap pengelolaan ruang di Kampung Mojo pasca upgrading. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui observasi wawancara yang diambil dari lapangan dan analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ekspansi teritori yang terjadi di Kampung Mojo baik penataan Tahap 1 dan Tahap 2 pasca upgrading merupakan respon dari keterbatasan ruang di dalam rumah dan kebutuhan ruang komunal untuk aktivitas sosial. Kata Kunci: Ekspansi, Permukiman, Pasca Upgrading
IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP BIOFILIK PADA BANGUNAN HIJAU br barus, yenni yosita
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4188

Abstract

Abstract: Biophilic design is a concept aimed at reintegrating the presence of nature into building environments, allowing users to reconnect with their natural surroundings. By incorporating natural elements and materials within the building, biophilic design offers a solution to help users feel closer to nature. Given the contemporary lifestyle, society has gradually distanced itself from healthy environments and natural building designs. The case study focuses on a café building in Yogyakarta, aiming to identify biophilic applications in green building design. This research employs a descriptive qualitative method and explores relevant literature on biophilic design. The study emphasizes the significant role of biophilic design principles in green buildings and examines the building’s natural connections. Based on the identification of 14 biophilic principles across both case studies, the use of natural materials, openings, and vegetation within the building shows positive effects, enabling users to feel reconnected with nature. Keyword: Biophilic, Environments, Green Budilding Abstrak: Biofilik adalah konsep yang menjadi solusi dalam desain bangunan agar penggunanya dapat merasakan kembali kehadiran alam di sekitarnya. Dengan menerapkan elemen natural dan material alami pada bangunan, dapat menjadi solusi agar penggunanya kembali terhubung dengan lingkungan alami.  Dikarenakan gaya hidup kontemporer saat ini,  masyarakat mulai menjauh dari lingkungan dan bangunan yang sehat. Studi kasus yang diambil adalah bangunan café yang berada di yogyakarta, dengan Tujuan mengidentifikasi penerapan biofilik di dalam bangunan hijau. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mencari kajian literatur yang berkaitan dengan biofilik. Fokus penelitian ini membahas bagaimana peranan penting konsep desain biofilik dalam bangunan hijau dan menjelaskan keterkaitan bangunan dengan alam.  Berdasarkan hasil identifikasi 14 prinsip-prinsip biofilik dari kedua kasus bangunan, ditemukan penggunaan material, bukaan dan vegetasi pada bangunan dapat memberi dampak positif bagi penggunanya sehingga merasakan kembali dekat dengan alam. Kata Kunci: Bangunan Hijau, Biofilik, Lingkungan.