Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efisiensi Penggunaan Waktu Pembelajaran Sebagai Implementasi Manajemen Pendidikan Di Kelas IV Sekolah Dasar Nafadilla Nafadilla; Kezia Romasta Panjaitan; Manda Sri Ayu; Abellia Dwi Claudia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana efisiensi penggunaan waktu pembelajaran diterapkan oleh guru sebagai bentuk implementasi manajemen pendidikan di kelas sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru kelas IV di SD Negeri 060857, Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membagi waktu pembelajaran ke dalam tiga tahap utama, yaitu pembukaan, inti, dan penutup. Meskipun sudah direncanakan, pelaksanaan seringkali tidak sepenuhnya sesuai rencana karena kendala internal maupun eksternal. Guru menerapkan berbagai strategi seperti penggunaan media belajar yang menarik, pengelolaan transisi kegiatan, dan refleksi rutin sebagai bentuk evaluasi. Penelitian ini menegaskan bahwa efisiensi waktu pembelajaran sangat berkaitan dengan keterampilan manajerial guru dalam mengatur proses belajar mengajar secara efektif.
Analisis Perilaku Kejujuran Siswa Sekolah Dasar sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Nafadilla Nafadilla; Erizca Amanda Saragih; Siti Sarah Harahap
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku kejujuran siswa sekolah dasar sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Kejujuran dipandang sebagai keselarasan antara ucapan, niat, dan tindakan yang penting dalam pembentukan karakter anak. Melalui pendekatan kuantitatif deskriptif, data diperoleh dari angket skala Likert yang disebarkan kepada siswa kelas IV, V, dan VI di Kecamatan Medan Tembung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejujuran siswa berada pada kategori baik hingga sangat baik, meskipun terdapat kecenderungan penurunan pada jenjang kelas yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter yang berkelanjutan untuk menjaga konsistensi sikap jujur siswa di lingkungan sekolah dan sosial.
Perspektif Guru Kelas V terhadap Pembelajaran Bilingual pada Topik “Meeting a Friend” di Sekolah Dasar Tiarnita Maria Sarjani Br. Siregar; Nafadilla Nafadilla; Kezia Romasta Panjaitan; Abellia Dwi Claudia; Manda Sri Ayu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru kelas V mengenai penerapan pembelajaran bilingual pada topik “Meeting a Friend” di sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran bilingual dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyajian dialog sederhana dalam bahasa Inggris, pemberian penjelasan dalam bahasa Indonesia untuk mendukung pemahaman, serta pemberian kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara berpasangan. Pendekatan ini membantu mengurangi kecemasan siswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Guru melaporkan bahwa bilingual scaffolding membuat pembelajaran lebih inklusif, terutama bagi siswa dengan kemampuan bahasa yang beragam. Penelitian ini juga mengungkapkan beberapa tantangan, termasuk ketergantungan siswa pada bahasa Indonesia, tingkat kepercayaan diri yang tidak merata, dan keterbatasan siswa dalam mempertahankan percakapan berbahasa Inggris. Meskipun terdapat tantangan tersebut, guru menekankan bahwa pembelajaran bilingual tetap menjadi strategi yang efektif untuk mengajarkan keterampilan percakapan dasar, terutama pada topik yang berkaitan erat dengan pengalaman sehari-hari siswa. Secara keseluruhan, pembelajaran bilingual menciptakan lingkungan belajar yang suportif yang mampu meningkatkan kemampuan berbicara dan self-efficacy siswa dalam berbahasa Inggris.