Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Faktor Risiko terhadap Kejadian Peningkatan Kadar Enzim Transaminase pada Pasien Covid-19 dengan Terapi Tocilizumab Nasution, Izza Aulia Rizqika; Andrajati, Retnosari; Syafhan, Nadia Farhanah; Imaniar, Rania
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.476 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v15i1.137

Abstract

Abstract: Tocilizumab is an anti-IL-6 which is recommended as cytokine release syndrome therapy in the treatment of Covid-19. One of the side effects of tocilizumab that can occur is hepatotoxicity, from mild elevated transaminases to severe drug-induced liver injury (DILI). Currently, research related to tocilizumab hepatotoxicity and the risk factors affecting Covid-19 patients is limited and still needs to conduct. This research is an observational study with cross-sectional design. Data collection was carried out retrospectively using secondary data obtained from medical records department, patients with Covid-19 at Universitas Indonesia Hospital in 2020-2021. Patients confirmed with positive Covid-19 receiving Tocilizumab therapy in medical record were included in this study. Patient demographics, clinical diagnoses, laboratory examinations, history of others medication were also reviewed. Patients with less than 18 years old, incomplete medical record data, and referred to other hospitals were excluded. The sampling technique used was total sampling, namely all patients who met the inclusion criteria were taken as subject in this research. Chi-square test was used to analyze the relationship between each risk factors and the incidence of elevated transaminases. The results of Chi-square test showed that several risk factors significantly increased the incidence of elevated transaminases in patients given tocilizumab therapy, including age, obesity, diabetes mellitus, and ceftriaxone as antibiotic therapy.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Dan Rasionalitas Penggunaan Parasetamol Sebagai Upaya Swamedikasi Di Kalangan Ibu Rumah Tangga Najmi Hilaliyati; Izza Aulia Rizqika Nasution; Reza Laila Najmi; Efilia Meirita; Fitratul wahyuni; Fitria Anggraini
The Journal Of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of over-the-counter drugs such as paracetamol in self-medication is commonly practiced by the public, particularly among housewives. This study aims to determine the correlation between the level of knowledge and the behavior and rationality of paracetamol use in self-medication among housewives in Nagari Sungai Pua. The research employed an observational design with a cross-sectional approach. Samples were selected using purposive sampling, and data were collected through a structured questionnaire. The results showed that the majority of housewives had a good level of knowledge (77.3%), demonstrated positive behavior (63.9%), and used paracetamol rationally (86.6%). Spearman correlation analysis indicated a significant relationship between knowledge and behavior (p < 0.05), as well as between knowledge and the rationality of paracetamol use (p < 0.05). The study concludes that there is a significant correlation between the level of knowledge of housewives and their behavior and rational use of paracetamol in self-medication. It is recommended to enhance public education regarding rational drug use through health professional counseling.
Edukasi Pemanfaatan Jus Buah dan Herbal sebagai Alternatif Pengobatan Berbagai Penyakit di Desa Kualu Nenas Husnunnisa; Muhammad Arif; Nasution, Izza Aulia Rizqika; Najmi Hilaliyati; Lusi Indriani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15295

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat modern yang cenderung kurang sehat berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Pemanfaatan bahan alam berupa buah dan tanaman herbal sebagai sumber antioksidan dan terapi pendukung menjadi salah satu alternatif promotif dan preventif yang potensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Kualu Nenas mengenai pemanfaatan jus buah dan herbal sebagai alternatif pendukung pengobatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah dan tekanan darah. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengisian kuesioner, penyampaian materi melalui metode ceramah, dan demonstrasi pembuatan jus buah dan herbal. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang masyarakat Desa Kualu Nenas. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan dan praktik yang baik terkait penggunaan tanaman obat dan ramuan herbal, baik untuk menjaga kesehatan maupun menangani penyakit ringan dan degeneratif. Namun, masih ditemukan kecenderungan penggunaan herbal berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dan rasionalitas. Melalui kegiatan ceramah dan demonstrasi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai khasiat tanaman obat, cara pengolahan yang higienis, dosis yang tepat, serta batasan penggunaan herbal. Kegiatan ini mendapat respons dan antusiasme yang baik dari peserta, serta diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan jus buah dan herbal secara aman, rasional, dan berbasis pengetahuan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.