Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH METODE SEKOLAH LAPANGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KELOMPOK TANI MANDIRI DI DESA SELAAWI KECAMATAN SUKARAJA Endah Lisarini & Erna Hermawati
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 2, No 2 (2012): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.148 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v2i2.294

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode Sekolah Lapangan (SL)terhadap tingkat pengetahuan petani dalam menerapkan konsep budidaya System of RiceIntensification (SRI) dan untuk menganalisis usahatani padi metode SRI tanam pertama terhadapkelayakan usahatani, dari hasil analisis tersebut kita dapat merekomendasikan kepada para petanipadi sawah untuk menerapkan budidaya tanam padi metode SRI yang ramah lingkungan, hemat airdan hemat biaya.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui quesioner (pre-test danpost test), data hasil pre-test dan post test diolah melalui statistik deskriptif yaitu dengan menetapkannilai interval dari masing-masing hasil penilaian pre-test dan post-test terhadap petani mulai darinilai 0 – 100 dengan interval masing-masing kelas 10. Dari nilai interval tadi didapatkan frekuensi(f) masing-masing distribusi responden, kemudian dari frekuensi distribusi responden dihitungprosentase dari masing-masing interval dan didapatkan modus (frekuensi) tertinggi.Dari hasil analisis dan pengolahan data dapat disimpulkan Metode SL - SRI dapatmeningkatkan pengetahuan petani di Kelompok Tani Mandiri Desa Selaawi Kecamatan SukarajaKabupaten Sukabumi. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan interval nilaisebanyak 6 tingkat interval yaitu dari tingkat interval nilai 11 – 20 dengan modus yang dihasilkan86,67 prosen menjadi 56,67.
KEPENTINGAN KEBERADAAN PENGEPUL DAN KEPUASAN PETANI AKAN KINERJANYA SEBAGAI AGEN PEMASAR MALAI PANDANWANGI Endah Lisarini; Siti Nur Ilah Adillah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 10, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v10i2.1154

Abstract

Sebagian besar petani skala kecil di Indonesia masih bergantung pada tengkulak atau pengepul untuk memasarkan hasil pertaniannya. Sementara kebijakan-kebijakan di pertanian mengarah kepada pemutusan rantai pemasaran yang panjang termasuk menghilangkan keberadaan tengkulak dan pengepul. Kondisi yang kontradiktif ini memotivasi dilakukannya penelitian dengan tujuan untuk mengkaji : 1) berbagai manfaat pengepul bagi petani; 2) tingkat kepentingan kinerja pengepul bagi petani; 3) tingkat kepuasan petani akan kinerja pengepul. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 35 responden petani padi Pandanwangi yang menjual malainya ke pengepul. Responden petani mempunyai karakteristik : didominasi oleh petani laki-laki, berusia di atas 50 tahun, berpendidikan sekolah dasar (SD), sudah berprofesi sebagai petani lebih dari 15 tahun dengan luas garapan lahan rata-rata- satu hektar. Jumlah populasi petani tidak diketahui dengan pasti, maka penentuan responden sebagai sampel dilakukan dengan metode non probability sampling dan teknik purposive sampling. Tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan petani akan keberadaan dan kinerja pengepul merupakan variabel penelitian yang dikaji menggunakan metode analisis Index Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Diperoleh hasil penelitian yang menyimpulkan :  1) Keberadaan pengepul masih dibutuhkan petani karena memberi manfaat antara lain menerima pasokan malai Pandanwangi dalam jumlah berapapun dan dalam kondisi mutu apapun, menanggung biaya-biaya pemasaram dan terkadang menyediakan modal kerja; 2) kinerja pengepul bagi petani dianggap penting dengan skor rata-rata tingkat kepentingan sebesar 4.14 (skala 1 – 5); dan 3) petani merasa puas dengan kinerja pengepul sebagai agen pemasar dengan skor rata-rata tingkat kepuasan 3.79 (skala 1 – 5) atau dikategorikan puas sebesar 76% (66% < CSI £ 80%).  Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keberadaan pengepul masih diperlukan bagi petani dengan luas lahan garapan relative sempit dan terbatas modal usahataninya. Agar petani tidak terlalu lemah daya tawar harga malai Pandanwangi, para petani perlu bergabung ke dalam kelompok tani.
TINGKAT KEPUASAN PETANI KOPI TERHADAP KINERJA AGEN PEMASAR NEGRI KOPI SARONGGE Hanisa Sismaya Lestari; Endah Lisarini; Nurjaya .; Dewi Putri Anggraeni
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i1.1575

Abstract

Indonesia berada pada urutan ke-6 sebagai negara konsumsi kopi terbesar di dunia. Hal ini akan berbanding lurus dengan peningkatan areal perkebunan kopi dan produksi kopi. Sekitar 94,5% produksi kopi di Indonesia dipasok dari pengusaha kopi perkebunan rakyat. Tingginya minat petani untuk menanam kopi, maka dalam hal pemasarannya perlu adanya agen pemasar. : Negri Kopi Sarongge merupakan salah satu agen pemasar dari para petani kopi ceri.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji tingkat kepuasan Petani Kopi terhadap kinerja Agen Pemasar Negri Kopi Sarongge. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Analisis Deskriptif Kuantitatif, CSI dan IPA dengan jumlah responden 40 petani kopi yang memasok hasil kopinya ke Negri Kopi Sarongge. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa keuntungan dan manfaat yang diperoleh petani kopi yaitu: Membantu dalam hal pemasaran, Mendapatkan modal awal, Membantu dalam memanfaatkan hutan milik pemerintah, dan manfaat lainnya. Hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa Analisis Costumer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa petani kopi merasa sangat puas terhadap kinerja Agen pemasar Negri Kopi Sarongge dengan perolehan nilai sebesar 89,96% yang berada pada rentang 80% < CSI ≤ 100%. Sedangkan untuk analisis Importance Performance Analysis (IPA) diperoleh kesimpulan bahwa penilaian petani kopi terhadap kinerja Agen Pemasar secara keseluruhan yaitu 4.46 yang berada pada rentang 4,20-5,00 dinilai sangat penting oleh petani. adapun beberapa atribut yang dianggap sangat penting oleh petani kopi di daerah Kecamatan Pacet tetapi pelaksanaan kinerja yang dilakukan oleh Negri Kopi Sarongge masih kurang, sehingga perlu ditingkatkan lagi kinerjanya
KEPUASAN PEMANGKU KEPENTINGAN DARI PERAN LEMBAGA MASYARAKAT PELESTARI PADI PANDANWANGI CIANJUR Endah Lisarini; Ayi Khobul Nuryana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v9i2.776

Abstract

Eksistensi seorang petani di Indonesia akan lebih kuat apabila bergabung dalam suatu kelompok atau organisasi pertanian. Kegiatan kelembagaan pertanian di Indonesia banyak diarahkan kepada pengembangan tanaman pangan khususnya padi, tidak terkecuali di Cianjur Jawa Barat. Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C) merupakan suatu lembaga pertanian yang berperan aktif mengembangkan dan melestarikan padi Pandanwangi sebagai varietas Indikasi Geografis. Eksistensi MP3C akan dilihat dari kepuasan para pemangku kepentingan terhadap perannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji : 1). Bagaimana keberadaan dan peran MP3C; 2). Seberapa besar kepuasan pemangku kepentingan terhadap peran dan kinerja MP3C. Terkumpul sejumlah 35 tanggapan dari responden yang terdiri dari petani Pandanwangi, pedagang dan konsumen beras Pandanwangi, pemerintah dan akademisi. Penentuan responden sebagai sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Terdapat 5 dimensi untuk mengukur kepuasan terhadap kinerja dan kepentingan lembaga MP3C. Dimensi tersebut meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama dilakukan analisis deskriptif kualitatif terhadap informasi dan tanggapan responden. Tujuan penelitian ke dua dijawab dengan metode analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance and Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan : 1) Keberadaan lembaga MP3C sangat penting bagi para pemangku kepentingan. MP3C berperan dalam mengontrol, mengawal, mengawasi dan membina petani padi Pandanwangi yang menjadi anggotanya; 2) Peran MP3C dianggap sangat penting oleh pemangku kepentingan dalam hal pembinaan dan penyuluhan, sedangkan kinerja MP3C dianggap memberikan rasa puas dengan nilai CSI sebesar 69.93%. Keadaan demikian diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk perbaikan berkelanjutan dan keberlangsungan lembaga MP3C dalam upaya mengembangkan dan melestarikan padi Pandanwangi.
PENGARUH JARAK ALUR DAN PEMECAHAN HARD PAN DENGAN BAJAK CHISEL TERHADAP PRODUKSI KEDELAI (Glicine max L. Merr ) PASCA PADI Endah Lisarini Nurdi Ibnu Wibowo
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 1 (2011): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.524 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v1i1.223

Abstract

Percobaan lapangan dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak alur dan pemecahan hard pandengan bajak chisel terhadap produksi kedelai yang ditanam pada lahan sawah pasca padi.Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial dengan faktor pertama kedalamanchiseling, dan jarak alur chiseling sebagai faktor kedua. Perlakuan kedalaman chiseling : tanpachiseling (D0), tidak sampai hard pan (D1), sampai di bawah hard pan (D2). Perlakuan jarakalur chiseling: 20 cm (J1), 40 cm (J2), 60 cm (J3), 80 cm (J4). Parameter yang diamati : kadarlengas tanah, tahanan penetrasi, penyebaran akar, bobot tanaman bagian atas dan produksikedelai.Hasil percobaan perlakuan chiseling sampai di bawah hard pan (D2) dapat menurunkantahanan penetrasi dan memperbaiki kadar lengas tanah sehingga memberikan pengaruh terbaikpada tanaman kedelai. Jarak alur 60 cm (J3) atau jarak tanam 40 cm x 10 cm memberikanhasil tertinggi produksi kedelai atau 71,5% lebih tinggi dari cara petani dengan jarak tanam 20cm x 30 cm.
EFEKTTIVITAS KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI INSTAGRAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI KONSUMEN NEGRI KOPI SARONGGE Endah Lisarini; Alif Lazuardi
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i1.1430

Abstract

Salah satu literasi era industry 4.0 adalah Teknologi Informasi. Segala bentuk informasi dan komunikasi dilakukan secara digital tidak terkecuali informasi dan komunikasi pemasaran. Negri Kopi Sarongge menggunakan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran produknya. Seberapa efektif penggunaan Instagram tersebut dalam mempengaruhi keputusan membeli konsuumen menjadi hal menarik untuk dikaji. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tujuan : 1) mengkaji pengaruh kualitas komunikasi pemasaran melalui Instagram terhadap efektivitas komunikasi pemasaran; 2) mengkaji pengaruh kuantitas komunikasi pemasaran melalui Instagram terhadap efektivitas komunikasi pemasaran; 3) mengkaji pengaruh kualitas dan kuantitas komunikasi pemasaran secara simultan terhadap efektivitas komunikasi pemasaran; 4) mengkaji pengaruh efektivitas komunikasi pemasaran terhadap keputusan membeli konsumen Negri Kopi. Data primer dan data sekunder penelitian dihimpun dari 100 responden pengikut akun Instagram Negri Kopi Sarongge. Karakteristik responden secara umum adalah : didominasi laki-laki (62%), sebagian besar berusia 21 – 30 tahun (77%), terbanyak berpendidikan S1 (61%) dan yang paling lama mengikuti lebih dari setahun sebanyak 42%. Pengikut akun Instagram merupakan populasi yang jumlahnya dapat diketahui dengan pasti pada periode waktu tertentu yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu teknik pengambilan sampelnya secara probability random sampling dan disesuaikan dengan persyaratan jumlah sampel minimal metode analisis jalur yaitu sebanyak 100 orang. Untuk mejawab tujuan penelitian, dilakukan analisis jalur terhadap data variabel kualitas komunikasi, kuantitas komunikasi, efektivitas komunikasi pemasaran dan keputusan membeli konsumen. Diperoleh hasil penelitian yang menyimpulkan :  1) kualitas komunikasi pemasaran melalui Instagram berpengaruh signifikan terhadap efektivitas komunikasi pemasaran; 2) kuantitas komunikasi pemasaran melalui Instagram berpengaruh signifikan terhadap efektivitas komunikasi pemasaran. Walaupun keduanya berpengaruh signifikan, namun kualitas berpengaruh lebih besar diabndingkan pengaruh kuantitas komunikasi pemasaran melalui Instagram. Berturut-turut masing-masing sebesar 54.6% dan 33.8%. Hasil penelitian ke 3 menyatakan bahwa efektivitas komunikasi pemasaran melalui Instagram berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli konsumen Negri Kopi Sarongge. Kondisi ini mengindikasikan bahwa komunikasi pemasaran yang menarik dan berkelanjutan melalui media social Instagram memberikan efek positif terhadap penjualan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN STRATEGI BISNIS PACET SEGAR CIANJUR DALAM OLAHAN VEGETABLE MIX Endah Lisarini
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 1 (2014): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.648 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v4i1.317

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor Internal dan Eksternal yangmenjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman bagi Pacet Segar dan untuk merumuskankebijakan strategi bisnis Pacet Segar dalam menjalankan usahanya. Metode pengolahan dan analisisdata yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari analisis Matriks IFE didapatkan faktorfaktorinternal yang menjadi kekuatan bagi Pacet Segar adalah : Lokasi perusahaan, Mutuproduk, Komunikasi yang terjalin antar pemilik & karyawan, Memiliki izin dari DinasPerindustrian & Perdagangan, dan Dinas Kesehatan, Memiliki saluran disribusi, Penggunaanperalatan pengolahan, SDM yang memiliki keterampilan di bidangnya, Memiliki pelanggan tetap,Ketersediaan bahan baku, Hubungan baik antar pemasok bahan baku, Kompensasi gaji. Totalbobot skor rata-rata EFE sebesar 2,41 sehingga posisi perusahaan Pacet Segar berada pada sel IVyaitu Growth and Build (hasil analisis matriks IE). Penggabungan hasil analisis IE dengan analisisSWOT didapatkan alternatif strategi yaitu : S-O, dilakukan dengan (1) perencanaan perluasanpasar (2) peningkatan Variant produk; S-T, dilakukan dengan (1) mempertahankan kualitasproduksi dan (2) menjalin komunikasi yang baik; W-O, dilakukan dengan restrukturisasiorganisasi; W-T, dilakukan melalui penguatan sistem manajemen perusahaan untuk mengatasisegala masalah yang ada di perusahaan.
PENGARUH MEDIA PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI, PERKECAMBAHAN DAN VIGOSITAS BIBIT PEPAYA (Carica papaya L.) Endah Lisarini; Suwandi .
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 1, No 2 (2011): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v1i2.663

Abstract

Percobaan laboratorium dilanjutkan percobaan lapang dilakukan untuk mengkaji pengaruhmedia perendaman terhadap kecepatan pematahan dormansi, perkecambahan dan vigositas bibit papaya (Carica papaya L.) Rancangan perlakuan yang digunakan adalah non faktorial tujuh perlakuan perendaman yang diacak lengkap dan diulang tiga kali. Perlakuan perendaman meliputi : perendaman dalam air suhu 28°C selama 1 hari (P1), perendaman dalam air suhu 50°C selama 1 hari (P2), perendaman dalam air suhu 75°C selama 1 hari (P3), perendaman dalam KNO3 1% selama 1 hari (P4), perendaman dalam KNO3 1.5% selama 1 hari (P5), perendaman dalam KNO3 2% selama 1 hari (P6), perendaman dalam KNO3 2.5% selama 1 hari (P7). Perlakuan dicobakan pada dua kelompok biji papaya yaitu kelompok biji papaya masih berselaput dan kelompok biji papaya tidak berselaput. Parameter yang diukur adalah jumlah biji terbanyak minimal 70% berkecambah secara serempak (sebagai saat biji papaya terpatahkan dormansinya, daya berkecambah, tinggi bibit dan panjang akar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa media perendaman dengan air bersuhu 50°C dan 75°C selama 1 hari baik terhadap kelompok biji papaya yang masih berselaput maupun yang sudah tidak berselaput, mempercepat berkecambahnya biji 1 – 2 hari lebih cepat dibandingkan air bersuhu normal (kontrol). Perendaman biji papaya dengan KNO3 konsentrasi 2,5% berkecambah 7 hari lebih cepat dibandingkan kontrol. Vigositas bibit tidak dipengaruhi oleh perlakuan perendaman apapun di atas terhadap dua kelompok biji papaya.
PENGARUH KUALITAS DAN HARGA BERAS PANDANWANGI TERHADAPKEPUASAN KONSUMEN DI WILAYAH PEMASARAN CIANJUR Moh. Risqi Faisal, & Endah Lisarini
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 5, No 2 (2015): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.388 KB) | DOI: 10.35194/agsci.v5i2.106

Abstract

Beras merupakan salah satu convenience product sekaligus bahan pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesiasehingga seolah konsumen berperilaku indiferen dalam mengkonsumsi beras.Pada kenyataannya terdapat banyak jenisberas dengan kualitas yang beragam, salah satunya adalah Pandanwangi. Pandanwangi merupakan beras aromatic dengankualitas super dan harga di atas rata-rata. Oleh karena itu sangat disayangkan apabila konsumen tidak merasakanadanya kepuasan bila mengkonsumsinya.Berdasarkan hal itu, dilakukan penelitian guna mengkaji pengaruh kualitas danharga beras Pandawangi terhadap kepuasan konsumen di wilayah pemasaran Cianjur.Penelitian dilakukan dengan metodedeskriptif kuantitatif dan data diperoleh dari 135 responden serta diolah menggunakan analisis jalur. Yang menjadi responden adalah konsumen yang selama ini telah mengkonsumsi Pandanwangi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kualitas produk yaitu butir beras utuh dan butir beras tidak utuh berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Dimensi harga yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen adalah harga yang sesuai dengan kualitas dan adanya potongan harga.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN 7 P TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI SWEETBERRY AGROWISATA CIPANAS Endah Lisarini; Ningtyas .
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 4, No 2 (2014): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v4i2.693

Abstract

       Dalam upaya memberikan nilai bagi pelanggan melebihi para penyedia jasa wisata agro lainnya di Kecamatan Cipanas, Sweetberry Agrowisata mengolah bauran pemasaran 7 P (Product, Place, Promotion, Price, People, Physical Evidence, Process). Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bauran 7 P yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif verifikatif. Data diperoleh dari 30 responden yang disampling secara accidental quota sampling. Data diolah melalui analisis regresi dan dilanjutkan dengan analisis jalur. Dari hasil analisis diperoleh bahwa lingkungan fisik/pshycal evidence merupakan lintasan yang paling berpengaruh signifikan artinya lingkungan fisik/phsycal evidence merupakan faktor bauran pemasaran 7P yang paling berpengaruh langsung terhadap kepuasan konsumen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai beta yang tinggi yaitu 0,551 dan nilai sig atau tingkat error rendah kurang dari 0,05 yaitu 0,008. Hasil analisis jalur untuk faktor orang/people dan proses menunjukkan bahwa pengaruh keduanya terhadap kepuasan konsumen tidak signifikan, artinya terdapat pengaruh tidak nyata antara orang/people dan proses terhadap kepuasan konsumen. Ini ditunjukkan dengan nilai sig pada perhitungan analisis jalur lebih dari 0,05 yaitu masing-masing 0,066 dan 0,080 dengan selisih sangat tipis. Sedangkan untuk faktor produk, harga/price, tempat/place, dan promosi mempunyai pengaruh yang sangat kecil yaitu nilai Beta dan sig pada produk masing-masing 0,192 dan 0,443. Nilai beta pada harga/price yaitu -0,605 dengan sig 0,11. Sedangkan untuk tempat/place memiliki nilai beta dan sig masing-masing sebesar -0,121 dan 0,760. Faktor terakhir yang memiliki pengaruh kecil yaitu promosi dengan nilai beta -0.205 dengan sig sangat tinggi yaitu 0,381.