Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMA N 2 Pulau Punjung Saprina; Helda, Trisna; Fitri, Rahayu
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.619 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i1.170

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sebagai berikut ini. Pertama, siswa masih belum terampil dalam menulis teks eksplanasi. Kedua,siswa tidak bisa mengungkapkan ide-idenya. Ketiga,siswa kesulitan dalam merangkai kata-kata sehingga tulisan siswa belum terampil. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan keefektivan penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap keterampilan menulis teks Eksplanasi siswa kelas XI SMA N 2 Pulau Punjung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah Posttest-Only Control Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 2 Pulau Punjung yang berjumlah 26 orang. Data dalam penelitian ini adalah skor keterampilan menulis teks Eksplanasi sebelum menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dan skor keterampilan menulis teks Eksplanasi sesudah menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) siswa kelas XI SMA N 2 Pulau Punjung. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut ini. Pertama, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pulau Punjung sebelum menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) memperoleh nilai rata-rata 59,48 berada pada rentangan 56-65% sesudah kualifikasi yaitu cukup (C). Kedua, kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMA N 2 Pulau Punjung sesudah menggunakan model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) memperoleh nilai rata-rata 75,38 berada pada rentangan 66-75% sesudah kualifikasi yaitu Lebih dari Cukup (LdC). Ketiga, berdasarkan hasil uji-t di dapat hasil uju hipotesis yaitu thitung > ttabel (7,71 >1,71).
Adaptasi Metode Dakwah Berbasis Kearifan Lokal dan Prinsip Komunikasi Islami Pada Masyarakat Modernitas Saprina; Irhamni; Arini Ulqaddri; Jihan Zanjabila
ENLEKTURER: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Enlecturer: Journal of Islamic Studies
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ejis.v2i1.359

Abstract

Perkembangan ilmu dakwah di era digital dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pada sosial media, misalnya seperti WhatsApp, Facebook, You tube, dan lain sebagainya. Dakwah adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang pendakwah yang didalamnya berisi ajakan ataupun seruan kepada Masyarakat agar mau mempelajari agama islam. Dakwah bertujuan untuk menyampaikan kebenaran tentang agama dan mengajak manusia ke jalan yang benar, serta mendorong perubahan social yang lebih positif berdasarkan prinsip agama islam. Dakwah bertujuan untuk menyampaikan kebenaran tentang agama, dan mengajak manusia ke pada jalan yang benar, serta mendorong perubahan sosial.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Saprina; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5471

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.