Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Metode Demonstrasi terhadap Pengetahuan Infeksi Nosokomial pada Pasien Rawat Inap I Komang Budiana; I Made Rio Dwijayanto; I Ketut Sudiyono
Pustaka Kesehatan Vol 8 No 3 (2020): Volume 8 No. 3, 2020
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v8i3.12284

Abstract

Nosocomial infections, known as Healthcare Associated Infections (HAIs), occur throughout the world. The patient's family has an important role in the prevention of Nosocomial Infection by improving handwashing behavior well, but the implementation of handwashing in the patient's family has not run optimally because many patient families do not know how to wash their hands properly. This study used a pre-experimental design with the design of one group pretest-posttest test design, the sample performance in this study was carried out by a Non-probability sampling technique with a purposive sampling analysis of this study using the Wilcoxon Signed Rank Test. The subjects in this study were families of hospitalized patients in the Flamboyan Room Negara Hospital which numbered 92 people. The measuring instrument used in this study used a knowledge questionnaire on nosocomial infections. There were influences before and after the extension of the demonstration method with the family characteristics of inpatients, most of the education level was junior high school, with the most adult age range 26-45 with a male gender. There is an influence on the extension of the demonstration method on the knowledge of nosocomial infections and this counseling can increase the knowledge of families of inpatients in the Flamboyan Room Negara Hospital in 2019.
PERAN UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN OBESITAS PADA SISWA SMA NEGERI 2 NEGARA I Made Rio Dwijayanto; Isyarotullatifah Isyarotullatifah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2153

Abstract

Latar Belakang: Kelebihan zat gizi atau sering diistilahkan dengan obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di zaman modern ini dilihat dari prevalensi kejadian tiap tahunnya semakin meningkat. Obesitas menjadi masalah yang serius bagi remaja karena obesitas yang terjadi pada saat remaja 30% akan berlanjut hingga dewasa, bahkan dapat mengantarkan mereka pada masalah kesehatan yang biasanya sering dialami oleh orang dewasa seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Selain itu juga, obesitas akan berpengaruh terhadap psikologisnya. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah yang memiliki tiga program pokok yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Pendidikan kesehatan merupakan upaya sangat penting sebagai tahap awal dalam mengubah perilaku anak khususnya yang mengalami obesitas untuk menuju perilaku hidup sehat. Tujuan: penelitian ini dilakukan guna mengetahui peran UKS dalam upaya penanggulangan obesitas pada siswa di SMA Negeri 2 Negara. Metode: penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan secara purposive sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini didapat dari hasil wawancara, observasi serta dokumentasi, sedangkan data sekunder didapat dari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan data kasus obesitas serta dokumen dari pihak sekolah SMA Negeri 2 Negara. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa SMA Negeri 2 Negara telah memprioritaskan upaya penanggulangan obesitas pada siswa meskipun kegiatan ini tidak terfokus pada pihak UKS. Berdasarkan hasil perhitungan Zscore IMT/U menurut Kepmenkes RI tahun 2010 dari data berat badan siswa dan tinggi badan siswa yang diperoleh, dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang obesitas di SMA Negeri 2 Negara sebanyak 42 orang. Jumlah ini tergolong sedikit dari persentase total rata-rata beberapa tahun terakhir. Namun hal tersebut tidak mengurangi peran UKS dalam menanggulangi obesitas pada siswa. Kesimpulan: adanya peran UKS di SMA Negeri 2 Negara dalam penanggulangan obesitas pada siswa yang diwujudkan dalam bentuk pengukuran berat badan dan tinggi badan, pembinaan pola hidup sehat dan makanan sehat, serta pembinaan kantin sekolah sehat.
The Effect of Peer Learning to Nursing Care Knowledge and Occupational Stress of the Novice Nurse I Made Rio Dwijayanto; Catharina Dwiana Wijayanti; Sudibyo Supardi
Indonesian Journal of Health Research Vol 1 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32805/ijhr.2018.1.2.13

Abstract

Background. The transition period for novice nurses is the transition of roles as students become professional nurses. Conflict between expectations and the reality of the roles faced can cause stress. The peer learning learning model is a method of learning with peers that aims to develop skills, ways of thinking, solving problems, giving feedback and communicating with others. This study aims to determine the effect of peer learning on nursing care knowledge and work stress on novice nurses in hospital in Jakarta. Methods. This study used a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The novice nurse research sample was divided into two groups, namely the intervention group and the control group with the number of each of 35 respondents using purposive sampling technique. Data collection tools use knowledge instruments about nursing care and Nursing Students Clinical Stress Scale. Data analysis using the Wilcoxon test, Chi-Square test, and Multivariate logistic regression. Results. The results showed differences in the quality of knowledge of nursing care and work stress before and after the implementation of peer learning for 3 times in 3 weeks had the possibility of knowledge increased 13 times compared to clinical nurses who did not implement peer learning and had the possibility of reducing work stress 27 times compared to clinical nurses who do not carry out peer learning. Conclusion. The implementation of peer learning is proven to influence the knowledge of nursing care and occupational stress of the novice nurse. It is recommended to carry out scheduled peer learning programs.
Peran Perawat dalam Meminimalkan Kecemasan Orang Tua akibat Hospitalisasi Anak di RSU Negara I Dewa Komang Dharma Putra; I Made Rio Dwijayanto; Ni Luh Ade Kusuma Ernawati
Pustaka Kesehatan Vol 10 No 2 (2022): Volume 10 No.2, 2022
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v10i2.13071

Abstract

Pain and hospitalization are the main problems seen in children, if a child is being treated in a hospital, children and parents will be easily anxious. The hospitalization period passed by the child will cause anxiety for himself and his parents. Nurses have an important role in involvement and providing nursing care to patients or families of patients who can affect their health so that they have a higher level of health. Nurses have a role as nurses, patient defenders, educators, coordinators, collaborators, consultants, and reformers. This study includes correlational analytic with the research design used is cross-sectional and sampling uses purposive sampling. Parents whose children experienced hospitalization at the Cempaka State Hospital General Hospital in 2019 were mostly ≥25 years old (92.5%) and were dominated by SMP-SMA as many as 26 (38.8%). A total of 43 respondents (64.2%) said nurses at Cempaka room Negara General Hospital had performed their roles well and 24 respondents (35.8%) said the role of nurses was sufficient. The anxiety of parents whose children are being treated at the Cempaka Room General Hospital in 2019 has a lighter anxiety 43 (64.2%) while respondents with moderate anxiety are 20 (29.9%) and respondents with severe anxiety are as many as 4 (6, 0%). The results of the study stated the value of p = 0,000 (p <0.05) which means there is a relationship between the role of care in minimizing hospitalization for children. There is a significant relationship between the role of nurses by minimizing the anxiety of parents due to the hospitalization of children in the Cempaka room Negara General Hospital 2019.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA PROFESI NERS MENJELANG UJIAN OSCE: HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA PROFESI NERS MENJELANG UJIAN OSCE I Made Dwi Purna Wijaya; Suaib; I Made Rio Dwijayanto
Nursing Arts Vol. 18 No. 2 (2024): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v18i2.69

Abstract

Salah satu proses evaluasi kesiapan praktik klinik mahasiswa adalah melalui ujian OSCE. Ujian OSCE sering memicu kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur, yang kemudian kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu konsentrasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa profesi ners angkatan 12 menjelang ujian OSCE di Universitas Widya Nusantara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa profesi ners angkatan 12 di Universitas Widya Nusantara sebanyak 59 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis menggunakan uji person Chi-Square. Hasil penelitian dari 59 responden didapatkan bahwa responden yang mengalami kecemasan tinggi dengan kualitas tidur yang buruk sebanyak 25 responden (42,4%). Dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa profesi ners angkatan 12 menjelang ujian OSCE di Universitas Widya Nusantara dengan nilai  p=0,021.  Saran untuk mahasiswa profesi ners dapat melakukan teknik relaksasi dan distraksi berupa tarik napas dalam atau mendengarkan musik yang bisa membuat tenang dan nyaman.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN BEBAN KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI REGIONAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Ni Wayan Keristiana; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.859

Abstract

Pendahuluan. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu pelayanan, kesinambungan perawatan, serta akuntabilitas profesional. Namun, ketidaklengkapan dokumentasi masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pengetahuan dan beban kerja perawat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan beban kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang intensive RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 35 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan dan beban kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kelengkapan dokumentasi dinilai melalui audit rekam medis berdasarkan instrumen Depkes RI (2005). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,4%) dan mengalami beban kerja tinggi (57,1%), sementara kelengkapan dokumentasi menunjukkan bahwa sebagian perawat masih belum mendokumentasikan asuhan secara lengkap. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,005), serta hubungan signifikan antara beban kerja dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,021). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan dan beban kerja berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Peningkatan edukasi, pelatihan, serta manajemen beban kerja diperlukan untuk meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan.
Hubungan Supervisi Kepala Ruangan dengan Pelaksanaan Discharge Planning oleh Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Penelitian Ni Kadek Diani Dwiyanti; I Made Rio Dwijayanto; Abdul Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5474

Abstract

Discharge planning merupakan komponen penting dalam pelayanan keperawatan untuk memastikan keberlanjutan perawatan pasien setelah keluar dari rumah sakit. Namun, pelaksanaannya belum optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara supervisi kepala ruangan dan pelaksanaan discharge planning oleh perawat rawat inap di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah perawat rawat inap di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel 76 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara supervisi kepala ruangan dengan pelaksanaan discharge planning oleh perawat rawat inap (p value = 0,000; p < 0,05). Supervisi kepala ruangan memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan discharge planning. Supervisi yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas discharge planning oleh perawat rawat inap.