Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU KELAS DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Armianti, Riska
Jurnal Sintaksis Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v7i2.757

Abstract

This study aims to examine the role of classroom teachers in shaping students' character through Pancasila education in elementary schools. The method used is a literature study by analyzing various sources related to character education. The study results indicate that classroom teachers serve as role models, mentors, motivators, and evaluators in instilling Pancasila values such as discipline, responsibility, tolerance, and mutual cooperation. Pancasila education has been shown to help students develop positive attitudes and prevent negative behaviors such as bullying. However, the character-building process still faces challenges such as environmental influences, lack of parental support, and teachers' limited understanding. This study concludes that collaboration between teachers, schools, and families is crucial to optimizing character education.
EFEKTIVITAS CERITA RAKYAT SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI MORAL DAN PANCASILA PADA SISWA SDN 056425 DAMAR Armianti, Riska
Jurnal Sintaksis Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v7i2.760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas cerita rakyat sebagai media penanaman nilai moral dan nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas V SDN 056425 Damar Seratus. Penelitian menggunakan metode mixed methods model sequential explanatory, melibatkan 32 siswa dengan instrumen berupa angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran dilakukan melalui tiga cerita rakyat yaitu Si Pitung, Putri Tangguk, dan Malin Kundang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman nilai moral dengan rata-rata pretest 62,5% menjadi 87,8% pada posttest. Pemahaman nilai Pancasila juga meningkat dari 58,2% menjadi 85,4%. Perhitungan N-Gain menunjukkan nilai 0,674 untuk nilai moral dan 0,65 untuk nilai Pancasila, keduanya berada pada kategori sedang-tinggi. Data observasi dan wawancara mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa siswa lebih antusias, mampu mengidentifikasi pesan moral, serta mengaitkan nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, cerita rakyat terbukti efektif sebagai media pembelajaran karakter yang kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER ANTI-BULLYING MELALUI MEDIA FILM PENDEK BAGI SISWA KELAS VI SDN 056425 DAMAR SERATUS Armianti, Riska
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi pendidikan karakter anti-bullying melalui media film pendek dilaksanakan di SDN 056425 Damar Seratus dengan melibatkan siswa kelas VI sebagai peserta utama. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, menumbuhkan empati, dan membangun sikap saling menghargai dalam interaksi sosial. Metode yang digunakan meliputi pemutaran film pendek “Memanusiakan Aku”, ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta refleksi siswa. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan melalui observasi dan penyusunan modul karakter, dilanjutkan pelaksanaan sosialisasi, dan diakhiri dengan evaluasi melalui kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme tinggi dan menunjukkan perubahan pemahaman serta sikap terhadap isu bullying. Sebanyak 92% siswa menyatakan bahwa sosialisasi pendidikan karakter anti-bullying melalui media film pendek ini sangat bermanfaat, sebanyak 93% siswa merasa tersentuh dan lebih empati, dan 92% siswa mengaku mampu membedakan perilaku bercanda dengan perundungan. Guru kelas VI juga melaporkan adanya perubahan positif pada perilaku siswa, seperti meningkatnya kepedulian, kehati-hatian dalam berbicara, dan keberanian melapor. Secara keseluruhan, program sosialisasi ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai karakter anti-bullying dan memperkuat kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan