Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ipssj

WANITA BADUY DALAM TRADISI KAWALU N. Erna Marlia Susfenti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Kawalu atau disebut juga seren taun merupakan ungkapan rasa syukur atas panen yang berlimpah dan diimplementasikan melalui puasa pada setiap bulan pada penanggalan tradisional Suku Baduy yaitu Kasa, Karo, Katilu. Kegiatan yang berkenaan dengan pertanian dan padi seperti menaruh benih, memetik hasil pertama, menumbuk, dan membuat laksa haruslah dilakukan oleh wanita sebagai bentuk penghormatan yang tinggi dan kesopanan yang berhubungan langsung dengan Nyi Pohaci atau Dewi Padi menurut kepercayaan Sunda Wiwitan. Wanita dalam tradisi Kalau dalam pembahasan ini menjadi aktor yang mengurus segala keperluan ritual suci tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geografis dan demografi Suku Baduy serta mengupas bagaimana peran Wanita Baduy dalam pelaksanaan tradisi Kawalu dan makna apa saja yang terkandung dalam tradisi Kawalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kebudayaan dengan tahapan-tahapan yaitu menentukan daerah penelitian, teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan skripsi ini dapat disimpulkan: Wanita memegang peran penting dalam pelaksanaan upacara Kalau sebagai bentuk penghormatan dan kesopanan kepada Nyi Pohaci karena berhubungan dengan padi. Mulai dari pembersihan huma, memasukkan bibit, memilih bibit, memanen hasil pertama, menumbuk, dan memilih butir-butir beras hingga membuat laksa.
Speaking Difficulties Factors faced by Non-English Students N. Erna Marlia Susfenti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the factors that contribute to English speaking difficulties among non-English Department students. Although English is an important skill in academic and professional contexts, many non-English Department students face obstacles in mastering English speaking skills. The main factors that contributed to speaking difficulties included psychological factors, linguistic factors and social environment factor. This study used a qualitative approach with a case study design, involving 90 from Islamic Civilization and History students at UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Data were collected through in-depth interviews and questionnaires that focused on students' perceptions and experiences related to speaking difficulties. The results of the analysis showed that the difficulties factor faced by students is linguistic factors with 58%, psyichological factor with 27% and social environment with 15%. Therefore, teaching factors that were less focused on speaking skills and more theory-oriented methods also contributed to these difficulties. This study suggests that English teaching at the tertiary level should pay more attention to developing speaking skills through more intensive practice and approaches that support students' self-confidence. These findings are expected to be a reference for educators and policy makers in designing a more effective curriculum to improve the speaking skills of non-English Department students.