Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Tempoyak Kelapa : Ekspresi Pendidikan Sufistik dalam Sejarah Islam Tradisional Minangkabau (Kajian Historis atas Peran Syekh Muhammad Yunus di Nagari Kapa, 1940–1962) Rahman, Adi; Nofra, Doni; Suriani , Suriani; Afdayeni, Melia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik pendidikan Islam tradisional yang diimplementasikan oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa, Pasaman Barat, pada kurun 1940 hingga 1962. Metode Tempoyak Kelapa penggunaan tempurung kelapa sebagai substitusi bantal dianalisis sebagai sebuah bentuk disiplin fisik-spiritual yang bermuatan nilai-nilai asketisme (zuhud), konsistensi (istiqomah), dan kesungguhan hati (mujahadah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bagaimana metode tersebut berfungsi sebagai instrumen transformasi karakter santri sekaligus penanda era transisi pendidikan dari sistem surau non-formal ke lembaga pendidikan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini merepresentasikan integrasi antara ajaran tasawuf, kearifan lokal Minangkabau (“alam takambang jadi guru”), dan kebutuhan pedagogis pada masanya tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah di mana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.