Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Finishing Pembangunan Mushola Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sumarjo; Sutarto; Joko Sumiyanto; Hasbi; Nuzulul Alifin Nur
MALAQBIQ Vol. 1 No. 2 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i2.323

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan pemahaman warga masyarakat Desa Kalibening tentang finishing musala Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening untuk peningkatan kenyamanan masyarakat lokal dan wisatawan; 2) Pengembangan pengetahuan warga Desa Kalibening sehingga dapat mewujudkan finishing musala Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman; 3) Pendampingan kepada warga masyarakat Desa Kalibening tentang finishing musala di Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening mulai dari pemilihan bahan dan material serta gambar rencana pembangunan finishing musala. Metode yang digunakan yaitu pelatihan yang dilaksanakan dengan mengombinasikan metode kegiatan di dalam dan di luar gedung (indoor dan outdoor activity). Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) Mengadakan workshop terkait finishing pembangunan musala kawasan wisata taman sari desa Kalibening dapat berjalan dengan lancar dan warga Desa Kalibening merasa senang karena telah mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan terkait finishing pembangunan musala; 2) Upaya pengembangan pengetahuan tersebut yaitu lanjutan dari kegiatan workshop yang berupa pelatihan finishing pembangunan musala; dan 3) Kegiatan pendampingan finishing musala di Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening mulai dari 2 pemilihan bahan dan material serta gambar rencana pembangunan finishing musala tersebut dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci: Finishing Bangunan, Musala, Kawasan Wisata
Triple Helix Partnership Model Between Universities, Industry, and Government for Implementing an Outcome-Based Curriculum in the Era of Disruption at PTSP UNY: An Internal University Review Ravena Rusma Ardita; Sutarto; Basanta Prasad Adhikari
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v7i1.83406

Abstract

Background: This study aims to describe: (1) the ideal triple helix model (THM) partnership for implementing an outcome-based curriculum (OBC) in the era of disruption from the university's perspective; (2) the level of THM implementation according to the university's perspective; (3) the THM ecosystem implemented by the university; (4) the level of university role implementation within the THM framework. Method: This study employed both quantitative and qualitative descriptive research methods. Data collection techniques included a survey and a focus group discussion (FGD). The research subjects consisted of four active lecturers from PTSP FT UNY who provided survey responses, and seven PTSP lecturers participated in the FGD. Quantitative data were analyzed using descriptive statistical techniques, while qualitative data were examined through an interactive analytical model. Results: (1) The balanced triple helix Model (BTM) was identified as the ideal framework for implementing OBC, rated highly suitable with a score of 3.50, as it ensures a balanced role among all parties. (2) The THM implementation was mostly realized (score 2.80), involving industry, professional associations, and certification bodies. (3) The THM ecosystem was mostly established (score 2.84), with additional support from unlimited research and partnership funding. (4) The university’s role within THM was fully realized (score 3.02) through seminars, soft skill training, and certification programs. Conclusion: Based on the research findings, BTM is the ideal model for implementing OBC in the era of disruption. Furthermore, the implementation of the triple helix partnership model, ecosystem, and university roles is largely accomplished.