Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DALAM BIDANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Muhammad Hasbi
Jurnal Ilmiah Visi Vol 1 No 2 (2006): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.764 KB) | DOI: 10.21009/JIV.0102.13

Abstract

The study is aimed at describing the implementation of Life Skills Education Program, especiallyrelated to: (1) the level of the society’s need and the environment support to the program; (2) thecharacteristic of the learners, facilators’, organizers, learning program, learning materials, and theavailability of the facilities; (3) the implementation of the program, especially related to the activitiesof die learners, facilitators’ and organizers; (4) the program output, especially related to: the lifeskills gained by the learners and the benefits of the program for the organizers and CommunityLearning Centres (CLC).The result of descriptive analysis showed the following facts. : First, the level of society’s need forLife Skills Education Program was fairly high. Second, the environment support to the program wasfairly sufficient. Third, the characteristics of learners fulfilled the criteria, while the facilitator’sunderstanding of life skills concept was low and the ratio of facilitators and learner was not sufficient.Moreover, organizers understanding of life skills concept was low, and there were organizers who didnot have a clear organization scheme and the delivery of responsibility. Fourth, the learning programwas not integrative organized; Fifth, the quality and quantity of primary arid secondary learningmaterial were poor. Sixth, individual learning activities as well as the cross-sector coordination arestill poor. Seventh, the supervision of the program implementation was low. Eighth, the learningassessments did not use various techniques, not documented and analyzed well. Ninth, the learner’sachievement of social and vocational skills was fairly good, while their achievement of personal anddaily living skills was poor. However, to some extent, the Life Skills Education Program has givenbenefits to the organizers and Regional RTIU of CLC in South Sulawesi Province Key words: life skills, nonformal education, PBKH program, learning center
Learning Video Making Training In Pangkep Regency South Sulawesi Retyana Wahrini; Hasbi
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.021 KB) | DOI: 10.58355/engagement.v2i2.22

Abstract

In mid-2019 all countries in the world faced the Covid-19 pandemic caused by the Corona virus. Until now, in early 2022, this pandemic has not yet found a cure and is even continuing to expand and more and more people are infected with this virus. The outbreak of this virus caused the Indonesian government to impose large-scale social restrictions (PSBB) and restrictions on community activities (PKM) level 3, level 2 and level 1 for areas affected by this disease, including the city of Makassar. One of the impacts of imposing restrictions in the world of education is causing schools and campuses to implement online learning or learning from home. Based on these conditions, designing and preparing the learning process involves many components and activities that must be well planned, systematic and measurable using internet technology and interactive applications. However, most of the teachers who teach in education units in elementary schools in Pangkajene and the Islands districts are still experiencing problems in preparing learning tools, especially audio-visual media which can be an alternative in delivering teaching material. Conditions like this have the potential to be used as a target location for community service activities in terms of training in making learning videos with screen recording applications. In addition, teachers in general already have laptops and even schools in general have personal computers, so understanding of computer operation is very good. Considering the many benefits, community service activities are carried out at SD Negeri 25 Taraweang, Labakkang District, Pangkep Regency, effective for 2 (two) months.
Material Manual Handling Sebagai Upaya Pengetahuan Dalam Meningkatkan Hasil Produksi Pengrajin Industri Genteng Hasbi Hasbi
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 1 (2023): Dewantara Journal of Technology Volume 4 No 1
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pemahaman pengrajin genteng dalam pengoperasian Material Manual Handling, 2) menguraikan pemahaman pengrajin genteng terhadap penggunaan media dalam mengoperasikan Material Manual Handling, 3) menganalisis pemahaman pengrajin genteng terhadap penguasaan materi Material Manual Handling. Hasil peneltian menunjukan hubungan positif antara (1) Pemahaman pengrajin genteng dalam pengoperasian Material Manual Handling; (2) Pemahaman penggunaan media; dan (3) Pemahaman penggunaan pandua dalam megoperasikan MMH. Kompetensi kemampuan yang telah dianalisis dalam penelitian ini diperoleh dari angket yang dibagikan kepada pengrajin genteng. Dengan memperkenalkan alat material manual handling diharapkan dapat mempercepat proses produksi para pengrajin genteng dan juga dapat mengurangi risiko cedera tulang belakang yang dapat dialami oleh pekerja pada saat melakukan aktivitas pengangkatan genteng. Alat material handling yang digunakan merupakan alat yang sudah disesuaikan dengan ergonomic manusia sehingga mudah dan aman untuk digunakan.
Pemanfaatan Video Pembelajaran Dan Search Engine Sebagai Media Pembelajaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Siswa SMK Retyana Wahrini; Hasbi Hasbi
Jurnal Literasi Digital Vol. 1 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jld.1.3.2021.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi siswa terhadap penggunaan video pembelajaran, (2) persepsi siswa terhadap penggunaan search engine (3) persepsi siswa terhadap motivasi belajar, (4) pengaruh penggunaan pembelajaran video sebagai sumber belajar terhadap motivasi belajar siswa (5) pengaruh antara penggunaan search engine sebagai sarana sumber belajar terhadap motivasi belajar siswa, dan (6) pengaruh antara penggunaan video pembelajaran dan penggunaan search engine sebagai sarana sumber belajar terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sedayu Yogyakarta dengan jumlah populasi 63 siswa. Sampel penelitian diambil 63 siswa. Jadi penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu: penggunaan Video Pembelajaran (X1), penggunaan Search Engine (X2) sebagai variabel bebas, dan Motivasi Belajar (Y) sebagai variabel penentu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Validitas instrumen dilakukan dengan penilaian ahli dan analisis item, sedangkan reliabilitas ditentukan melalui Cronbach's Alfa. pengujian hipotesis dengan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda, yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinearitas. Hasil penelitian ini adalah (1) persepsi siswa tentang penggunaan video pembelajaran berada pada kategori baik, (2) persepsi siswa tentang penggunaan search engine termasuk dalam kategori baik, (3) persepsi siswa terhadap penggunaan mesin pencari termasuk dalam kategori baik. kecenderungan motivasi belajar berada pada kategori sangat baik, (4) video pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,270, (5) penggunaan search engine berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. motivasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,306, (6) video pembelajaran dan search engine berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan koefisien korelasi 0,366
Finishing Pembangunan Mushola Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sumarjo; Sutarto; Joko Sumiyanto; Hasbi; Nuzulul Alifin Nur
MALAQBIQ Vol. 1 No. 2 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i2.323

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan pemahaman warga masyarakat Desa Kalibening tentang finishing musala Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening untuk peningkatan kenyamanan masyarakat lokal dan wisatawan; 2) Pengembangan pengetahuan warga Desa Kalibening sehingga dapat mewujudkan finishing musala Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman; 3) Pendampingan kepada warga masyarakat Desa Kalibening tentang finishing musala di Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening mulai dari pemilihan bahan dan material serta gambar rencana pembangunan finishing musala. Metode yang digunakan yaitu pelatihan yang dilaksanakan dengan mengombinasikan metode kegiatan di dalam dan di luar gedung (indoor dan outdoor activity). Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) Mengadakan workshop terkait finishing pembangunan musala kawasan wisata taman sari desa Kalibening dapat berjalan dengan lancar dan warga Desa Kalibening merasa senang karena telah mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan terkait finishing pembangunan musala; 2) Upaya pengembangan pengetahuan tersebut yaitu lanjutan dari kegiatan workshop yang berupa pelatihan finishing pembangunan musala; dan 3) Kegiatan pendampingan finishing musala di Kawasan Wisata Taman Sari Desa Kalibening mulai dari 2 pemilihan bahan dan material serta gambar rencana pembangunan finishing musala tersebut dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci: Finishing Bangunan, Musala, Kawasan Wisata