Sri Hindriyastuti
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Phenomenological Study : No Mobile Phone Phobia (Nomophobia) at Junior High School’s Students Sri Hindriyastuti; Herlina Wietya Anggraeni; Gardha Rias Arsy; Vera Fitriana
International Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 3 (2025): September : International Journal of Medicine and Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i4.5435

Abstract

Background: One form of current technological development is the smartphone. Initially, smartphones were only used by adults, but in this modern era, many teenagers use smartphones. One of the positive impacts of smartphones for school-age youth is being able to find learning materials easily and being able to communicate remotely with teachers, while the excessive use of smartphones has a negative impact, both physically and psychologically. Another bad impact is nomophobia. Nomophobia or commonly known by the abbreviation "No Mobile Phone Phobia" or the disease can not be far from a mobile phone. Nomophobia is also defined as a feeling of anxiety when kept away from a sartphone. Objective: To find out the experience of nomophobia in adolescents at SMP 1 Gebog Kudus. Method: The type of research used is qualitative research using a phenomenological approach. The selection of participants was carried out using a purposive sampling method. The participants in this study were 5 teenagers at SMP N 1 Gebog Kudus. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation, with 14 open-ended questions. Data analysis techniques used in this study include: 1)Reading and Re-reading; 2)Initial Notes; 3)Developing Emergent Themes; 4)Searching for Connections a Cross Emergent Themes; 5)Moving the Next Cases; 6)Looking for Patterns Across Cases; and 7)Taking Interpretations to Deeper Levels. Research results: Based on the research analysis, there are 4 main themes, namely: (1)Dominant activities in spare time, (2)The emergence of emotional disturbances, (3)As entertainment when lonely, and (4)Being an important part of life. Conclusion: Smartphone is a very important communication tool for teenagers.
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST ORIF DI RSI SUNAN KUDUS Anita Dyah Listyarini; Sri Hindriyastuti; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana; Hanik Aslikhatin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.241

Abstract

Latar belakang : Fraktur terjadi karena adanya benturan langsung ketika tulang mengalami fraktur maka struktur disekitarnya akan mengalami gangguan. Penanganan fraktur salah satunya yaitu dengan dilakukannya pembedahan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Pasca dilakukan tindakan operatif pasien akan merasakan nyeri yang menimbulkan ketidaknyamanan. Tatalaksana pada pasien dengan nyeri dengan non farmakologi seperti menggunakan aromaterapi lavender. Terapi ini dapat mengurangi keluhan nyeri hal ini karena lavender memiliki kegunaan untuk menambah kemampuan otot, kesehatan psikologis, dan menenangkan pikiran. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen one group Pretest-Posttest Design yang dilakukan terhadap satu kelompok tanpa adanya kelompok kontrol. Sampel sebanyak 26 pasien dengan metode accidental sampling. Pengukuran nyeri menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Hasil : Rata-rata skala nyeri responden sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah 5,23 setelah diberikan aromaterapi lavender menjadi 3,88. Ada 24 responden yang mengalami penurunan skala nyeri serta ada 2 responden yang nyerinya tetap. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai P value = 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian. Simpulan : Ada pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post ORIF di RSI Sunan Kudus
KONSEP DIRI PENYINTAS KUSTA DI PUSKESMAS LASEM : STUDI FENOMENOLOGI Gardha Rias Arsy; Mugiyarto Mugiyarto; Sri Hindriyastuti
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.239

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Konsep diri yang positif dapat disejajarkan dengan evaluasi dan penerimaan diri yang positif (Arsy & Hindriyastuti, 2022). Individu dengan penilaian diri yang tinggi secara umum dapat menerima diri mereka sendiri dengan baik.  Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hariyanto (2021) yang menyatakan bahwa pada penderita kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Kabupaten Jember seluruhnya menunjukkan konsep diri positif (100%), dimana 43,3% menyatakan interaksi social yang baik dan 56,7% menyatakan interaksi sosial yang cukup. Didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahanani (2020) yang menemukan dimana pada penelitianya menemukan bahwa sebagian besar penderita kusta memiliki konsep diri negatif mengalami disabilitas tingkat 1 tetapi tidak mengalami kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri penyintas kusta. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode fenomenologi interpretative. Teknik pengambilan data dengan cara Purposive Sampling yang ditetapkan dengan sampel sebanyak 9 partisipan. Hasil: Hasil penelitian dari indept interview didapatkan beberapa tepa yaitu 1)Ditinggalkan Keluarga Karena Penyakit Yang Diderita, 2) Menerima Stigma Negative Dari Masyarakat, 3) Menerima Bahwa Penyakit adalah Pemberian Tuhan. Simpulan: Konsep diri dari penyintas kusta di puskesmas lasem harus berjuang untuk melawan stigma mengenai penyakit kusta. Partisipan berusaha menerima dan memberikan afirmasi positif pada dirinya bahwa keadaan tersebut merupakan pemberian Tuhan. 
Optimalisasi Umkm Sehat Melalui Metode Design Thinking dan Digitalisasi Keuangan Untuk Meningkatkan Omset Penjualan UMKM Warga Muhammadiyah Juwana Kabupaten Pati Syahrial Aman; Sukma Wijayanti; Diana Tri Lestari; Sri Hindriyastuti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i1.515

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang dengan cepat dan terus meningkat jumlahnya setiap tahun. ]. Dalam proses perkembangan UMKM tersebut seringkali menghadapi permasalahan yang umum dialami diantaranya: terbatasnya jumlah modal, proses urusan perizinan, proses pembayaran pajak, banyaknya pelaku UMKM masih gagap teknologi serta kurangnya inovasi dalam pengembangan usaha yang tidak terelakkan Melalui program Pengabdian Masyarakat (PKM) hibah riset Muhammadiyah ini, tim PKM berfokus pada peningkatan omset penjualan Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah warga Muhammadiyah Juwana dengan pendekatan design Thinking  dan digitalisasi keuangan dalam rangka meningkatkan omset penjualan UMKM tersebut. Melalui Metode wawancara dan kualitatif, setelah menemukan masalah yang dihadapi oleh UMKM Muhamamdiyah Juwana, kegiatan PKM  ini terbagi dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pemberian materi (workshop), tahap pendampingan dan tahap pelaporan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan hamper seluruh UMKM (80-90%) mampu memahami segmen market sesuai dengan kebutuhan keinginan konsumen, mampu membuat produk yang inovatif dan kreatif, mampu memasarkan produk melalui digitalisasi pemasaran, mampu melayani konsumen dengan baik, serta mampu membuat pencatatan keuangan melalui aplikasi keuangan dompetku.