Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Effectiveness of Hydrotherapy with Mirror Theraphy to Increase Muscle Strength of Ishemic Stroke Patients Baharudin, Virginia Eka Putri A.; Nurhalisah; Addini, Ragil Aidil Fitriasari
Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal Vol. 1 No. 1 (2022): May : Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/pprj.v1i1.238

Abstract

Stroke is a central nervous breakdown disease that causes due to loss and dysfunction of brain parts Disability in the blood supply to the brain blood vessels. Among these three classifications, ischemic stroke is among the most common types of stroke, which is about 70 % of the whole case. As a top-down rehabilitation hegemon, mirror therapy improves lower limb motor function, balance, transferability and activities of daily living for stroke patients by increasing functional connectivity and activity in areas of the brain that promote motor function. It is indicated that hydrotherapy soaks warm feet with mirror therapy in the intervention group and mirror therapy in the control group are equally effective in improving the muscle strength of the upper and lower extremities. Methodological quality of studies using the scholar, pubmed.
EFEKTIVITAS UU PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA JUAL BELI ONLINE (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN NOMOR 629/PDT.G/2020/PN JKT.SEL) Ainal Qalbyna; Maulidya larasati; Nurhalisah; Qotrunada Khalizah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/j0vt1m12

Abstract

Perkembangan transaksi melalui platform e-commerce telah membuka ruang baru bagi interaksi antara konsumen dan pelaku usaha, tetapi sekaligus melahirkan bentuk sengketa yang semakin kompleks. Salah satu persoalan yang muncul adalah ketidakjelasan dasar hukum yang digunakan pengadilan ketika menangani sengketa yang melibatkan konsumen dalam transaksi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penyelesaian sengketa jual beli online dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 629/Pdt.G/2020/PN Jkt.Sel serta menilai apakah tidak diterapkannya ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dapat mencerminkan tingkat efektivitas UUPK dalam konteks penyelesaian sengketa e-commerce di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi putusan dan analisis dokumen peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim menyelesaikan sengketa berdasarkan konsep wanprestasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), tanpa menempatkan perkara ini dalam kerangka perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam UUPK. Ketidakhadiran UUPK dalam pertimbangan hukum menegaskan bahwa regulasi perlindungan konsumen belum sepenuhnya terimplementasi dalam penyelesaian sengketa e-commerce. Temuan ini memperlihatkan bahwa efektivitas UUPK dalam praktik peradilan masih perlu diperkuat, khususnya dalam perkara yang melibatkan hubungan hukum antara konsumen dan pelaku usaha di ranah digital.
STRATEGI PEMBELAJARAN CERIA BERBASIS EDUTAINMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN SOSIAL SISWA MI Dhikro Alfais; Nurhalisah; Nurul Aulia Dewi; Moh. Aan Sulthon, M.E.I
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/j48ws323

Abstract

Pembentukan karakter religius dan sosial pada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan berbasis Islam yang bertujuan untuk mencetak generasi yang unggul secara spiritual maupun sosial. Namun, proses internalisasi nilai-nilai tersebut di lapangan seringkali menghadapi tantangan besar akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang bersifat searah dan monoton, sehingga menyebabkan peserta didik merasa jenuh dan kurang termotivasi. Kondisi ini mengakibatkan nilai-nilai moral sulit meresap ke dalam sanubari siswa secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengeksplorasi strategi pembelajaran "Ceria" berbasis edutainment sebagai upaya transformatif dalam membentuk karakter religius dan sosial dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan menganalisis secara sistematis berbagai sumber pustaka otoritatif, baik berupa buku teks, jurnal nasional terakreditasi, maupun artikel ilmiah internasional yang relevan dengan tema pendidikan karakter dan desain instruksional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan edutainment yang memadukan konten edukasi dengan unsur hiburan melalui aktivitas kreatif seperti hafalan berbasis lagu (nadhom), bermain peran religius, serta permainan edukatif kolaboratif, terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme dan keterlibatan emosional siswa. Strategi ini mampu menciptakan suasana belajar yang menggembirakan, sehingga nilai religius seperti ketaatan beribadah dan nilai sosial seperti empati, kejujuran, serta kerja sama dapat terinternalisasi secara alami dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembelajaran "Ceria" berbasis edutainment dapat menjadi solusi strategis dan inovatif bagi guru untuk membangun karakter siswa secara efektif sesuai dengan kebutuhan psikologis anak di era modern
Dampak Hukum Dan Psikologis Perkawinan Dini Pada Perempuan Dan Anak Qalbyna, Ainal; Khalizah, Qotrunada; Nurhalisah; Wulandari, Ayu; Nasrudin, Mohammad
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 1 (2026): Collaborative Solutions for Contemporary Global Challenges
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i1.302

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi tantangan hak asasi manusia dan hukum yang serius di Indonesia, dengan perempuan dan anak sebagai kelompok yang paling rentan terdampak. Penelitian ini mengkaji dampak hukum dan psikologis pernikahan dini pada perempuan dan anak dalam kerangka hukum Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif normatif-empiris, data dikumpulkan melalui analisis sistematis terhadap sumber hukum primer, termasuk UU No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, dan berbagai putusan Mahkamah Konstitusi, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan studi kasus periode 2015–2024. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini secara sistematis melanggar hak konstitusional anak atas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari eksploitasi. Secara psikologis, perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun jauh lebih rentan terhadap gangguan stres pascatrauma, depresi, dan hambatan perkembangan identitas diri. Secara hukum, meskipun batas usia perkawinan minimum telah direvisi menjadi 19 tahun untuk kedua pihak, kesenjangan implementasi masih terjadi akibat tingginya angka permohonan dispensasi nikah dan lemahnya mekanisme penegakan hukum. Artikel ini berargumen bahwa reformasi hukum saja tidak memadai; perlu disertai dengan intervensi kebijakan multisektoral, pelatihan hakim tentang hak anak, serta program pencegahan berbasis komunitas.
THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF TRADITIONAL FISHERMEN IN GUAERIA TOWARDS THE RISK OF EAR BAROTRAUMA Nurhalisah; Upik En Masrika, Nur; Fera The; Dewi, Nurmala
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/82maj073

Abstract

Traditional fishermen in remote coastal villages often use simple diving methods with unmonitored dive depth and duration, increasing their risk of ear barotrauma, particularly due to a lack of knowledge and formal training. This study aimed to assess the level of knowledge and attitudes toward ear barotrauma risk among traditional fishermen in Guaeria Village, Jailolo District, West Halmahera Regency, North Maluku Province. This observational study used a cross-sectional design with a total sampling technique, involving all 41 traditional fishermen in the village. Data were collected through structured interviews using a validated questionnaire and analyzed descriptively using SPSS. The results showed that most respondents were aged over 40 years (68.3%), male (100%), had worked for more than 1 year (78%), dove less than 4 days per week (61%), had a normal body mass index (73.2%), and dove for more than 30 minutes per session (70.7%). All respondents (100%) reported a history of barotrauma, with symptoms including ear pain (90.2%), dizziness (90.2%), tinnitus (73.2%), nosebleeds (58.5%), hearing loss (46.3%), and ear bleeding (36.6%). Most fishermen had insufficient knowledge (78.1%) but a sufficient attitude (68.3%) regarding barotrauma risk. In conclusion, traditional fishermen in Guaeria Village show a high prevalence of ear barotrauma symptoms; although their attitude toward barotrauma risk is fairly good, their knowledge remains insufficient, likely due to limited access to information and formal education on diving health risks.