This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kognisia
Rizki, Tria
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI DENGAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA PASANGAN YANG MENIKAH BERBEDA SUKU BANGSA Rizki, Tria; Erlyani, Neka; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1549

Abstract

Pernikahan merupakan penyatuan dua pribadi yang unik, dengan membawa pribadi masing-masing dengan latar belakang budaya serta pengalamannya yang berbeda. Pernikahan dengan latar belakang budaya yang berbeda membuat pasangan tersebut melakukan sebuah proses komunikasi antarbudaya. Salah satu faktorlpenting dalam komunikasi antarbudaya seseorang adalah keterbukaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 56 orang pasangan menikah dengan karakteristik latar belakang suku yang berbeda dan berumur di bawah 55 tahun di Banjarmasin yang ditentukan  dengan  menggunakan teknikipurposivelsampling.  Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala keterbukaan diri dan komunikasi antarbudaya. Metode analisisidata menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil  uji korelasi didapatkan nilai r = 0,451 dengan  taraffsignifikansi sebesar  0,000  (p  < 0,05), artinya  terdapat hubungan positiffantara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa. Hubungan antara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya adalah sebesar 20,3%, sedangkan 79,7% sisanya adalah dari faktor-faktorjlainnya yangitidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil analisa tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan  antara  keterbukaan  diri  dengan  komunikasi  antarbudaya  pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa dapat diterima.