Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Tauhid dalam Qs. Al-Ikhlas dan Implementasinya di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyah Laela Sindy Syafrianti; Syukrin Nurkamidien; Unggul Prayoga; Hamdan Ladiku; Waliko
Al Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2022): AL-JABIRI : Jurnal Ilmiah Studi Islam
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemahaman tauhid yang ada dalam QS. Al-Ikhlas beserta implementasinya di pondok pesantren Ath-Thohiriyyah Karangsalam dalam kegiatan belajar dan mengaji. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang mana dalam mencari data harus terjun kelapangan dan cermat dalam menganalisa data yang diperoleh dari narasumber. Dari hasil wawancara tersebut mendapatkan info tentang pemahaman tauhid beserta implementasinya dalam kegiatan belajar dan mengaji serta faktor-faktor yang menyebabkan santri menjadi semangat untuk belajar dan latar belakang santri menjadi malas. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa, pertama tauhid merupakan salah satu ajaran yang utama dalam beragama. Sebab dengan memahami arti tauhid, maka akan menaruh keyakinan penuh kepada Allah bahwa Dia maha Esa, tidak ada Tuhan selain-Nya. Menjadikan Allah sebagai sandaran bagi setiap hambanya yang membutuhkan. Kedua, dalam QS. Al-Ikhlas mengandung ajaran tentang ketauhidan yang paling utama. Tafsir al-Misbah menjadi acuan untuk memahami arti tauhid yang mengacu pada tiga konsep tauhid yaitu, uluhiyyah, rubbubiyyah dan asma' wa sifat. Ketiga, Implementasi tauhid di pondok pesantren Ath-Thohiriyyah dalam kegiatan belajar dan mengaji diantaranya membaca doa dan asmaul husna menyadarkan bahwa hanya dengan meminta dan memohon pertolongan Allah maka mereka bisa mengaji. Faktor lingkungan dan sistem yang telah diterapkan dapat mempengaruhi santri dalam semangatnya untuk mengaji. Kata Kunci: Tauhid, Tafsir QS. Al-Ikhlas, Implementasi
The Concept of Sunnah: Its Evolution and Implications for Modern Islamic Thought Unggul Prayoga; Tesa Maulana; Munawir
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.3263

Abstract

Sunnah and hadith are two fundamental concepts in Islam that serve as guidelines for the lives of Muslims. This study aims to analyze the development of the meaning of sunnah and hadith from the perspective of classical to contemporary scholars, as well as to explore the transformation of sunnah from the practices of the Prophet Muhammad SAW into canonized hadith texts. The method used is a historical literature review, referring to classical books, as well as the thoughts of scholars such as Imam Shafi'i and Fazlur Rahman, and modern literature. The results of the study show that the Sunnah was initially understood as the practical traditions of the Prophet, while hadiths were verbal narratives about his words, deeds, and decisions. Differences in interpretation arose among scholars, such as muhaddithun who viewed the Sunnah comprehensively, ushuliyyun who emphasized legal aspects, and fuqaha who classified it into categories of fiqh. Fazlur Rahman put forward a theory of the evolution of the Sunnah into hadith through three phases: informal, semi-formal, and formal, in which the dynamic Sunnah changed into a more rigid text. This research makes a significant contribution to understanding the development of the concept of Sunnah and its implications for contemporary Islamic thought.