Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mother's Knowledge and Attitude About Handwashing With Soap With Toddler Diarrhea in Sugihwaras Village Ferdiansyah, Nafilah Maulana; Muhammad Afif Hilmi; Rodiah, Dina
Global Ten Public Health and Nursing Journal Vol. 2 No. 4 (2024): December
Publisher : Prodi keperawatan sidoarjo, politeknik kesehatan kemenkes surabaya indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gtphnj.v2i4.44

Abstract

Handwashing with soap (CTPS) is a healthy behavior that has been scientifically proven to prevent the spread of infectious diseases such as diarrhea. The purpose of this study is to know the picture of knowledge and attitudes of toddler mothers about handwashing with soap (CTPS) with the incidence of diarrhea in toddlers. The case study research design is descriptive with a case study approach whose population is mothers who have toddlers affected by diarrhea in Sughwaras Candi Village, Sidoarjo. Based on the results of the study, 17 (52%) respondents are well informed, and 16 (48%) respondents are knowledgeable enough about CTPS. 3 (9%) respondents were positive and 30 (90%) respondents were negative about CTPS. 25 (76%) toddlers have acute diarrhea and 8 (24%) toddlers develop chronic diarrhea. The results of the study above showed that mothers of toddlers have a dominant good knowledge about CTPS, have a dominant negative attitude about CTPS, and most of the dominant toddlers affected by acute diarrhea.
Intervensi pemilihan penolong persalinan pada ibu hamil trimester 3 Sari, Kirana Candra; Nurrasyidah, Nurrasyidah; Rodiah, Dina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1685

Abstract

Background: Maternal mortality remains a major health problem in Indonesia, influenced by the choice of delivery attendants. Interventions through structured health education are expected to improve maternal knowledge, attitudes, and decision-making in choosing safe delivery attendants. Purpose: To analyze the influence of interventions on the selection of birth attendants on pregnant women in the third trimester. Method: A cross-sectional study using a one-group pre-posttest method was conducted from January to August 2025 at the Padarincang Community Health Center, Banten. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 50 respondents. The independent variable in this study was birth attendants, while the dependent variable was pregnant women. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Paired T-Test. Results: The educational intervention had a significant impact on increasing knowledge, attitudes, and decisions regarding the selection of birth attendants. The average knowledge score increased from 12.8 ± 2.4 in the pre-test to 16.7 ± 2.1 in the post-test (p = 0.000). Attitude scores also increased from 38.5 ± 0.6 to 45.3 ± 4.9 after the intervention (p = 0.000). The decision to choose a health worker as a birth attendant increased from 3.1 ± 0.7 to 4.5 ± 0.5 (p = 0.000). Conclusion: Educational interventions are proven effective in increasing knowledge, shaping positive attitudes, and strengthening decisions of pregnant women to choose health workers as delivery attendants.   Keywords: Attitude; Childbirth; Knowledge; Pregnant Women; Trimester 3.   Pendahuluan: Angka kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan penolong persalinan. Intervensi melalui edukasi kesehatan terstruktur diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keputusan ibu hamil dalam memilih penolong persalinan yang aman. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh intervensi pemilihan penolong persalinan pada ibu hamil trimester 3. Metode: Penelitian cross-sectional dengan metode one group pre-posttest, dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2025 di Puskesmas Padarincang, Banten. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penolong persalinan, sedangkan variabel depeden ialah ibu hamil. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan Paired T-Test. Hasil: Intervensi edukasi memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keputusan pemilihan penolong persalinan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12.8 ± 2.4 pada pre-test menjadi 16.7 ± 2.1 pada post-test (p = 0.000). Skor sikap juga mengalami peningkatan dari 38.5 ± .6 menjadi 45.3 ± 4.9 setelah intervensi (p = 0.000). Keputusan pemilihan penolong persalinan tenaga kesehatan meningkat dari 3.1 ± 0.7 menjadi 4.5 ± 0.5 (p = 0.000). Simpulan: Intervensi edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan memperkuat keputusan ibu hamil untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.   Kata Kunci: Ibu Hamil; Pengetahuan; Persalinan; Sikap; Trimester 3.
Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, dan Jenis Kelamin Sebagai Faktor Kejadian Stunting di Provinsi Banten Rodiah, Dina; Ismiyati, Ismiyati; Wulandari, Yenie; Kuswandi, Kadar; Lindawati, Ida
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i01.946

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia meskipun prevalensinya menunjukkan penurunan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan jenis kelamin bayi dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Banten. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 3.671 balita. Berat badan lahir diklasifikasikan menjadi berat badan lahir rendah dan normal, sedangkan panjang badan lahir dibedakan menjadi <48 cm dan ≥48 cm. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=2,473). Balita dengan panjang badan lahir <48 cm memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (p=0,001; OR=2,413). Selain itu, balita laki-laki lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan perempuan (p=0,007; OR=1,238). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan intervensi kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan dan awal kehidupan untuk mencegah stunting.