Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Literasi Digital Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Biologi Di SMA N 1 Pekanbaru Siti Sofea; Ummi Kalsum; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA Vol. 2 No. 1 (2026): MUBIPA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/mubipa.v2i1.1260

Abstract

Digital literacy is an essential competency in 21st-century Biology learning due to the complexity of biological concepts and the increasing reliance on digital learning resources. However, validated and reliable instruments for measuring students’ digital literacy skills at the senior high school level remain limited. This study aimed to analyze the validity and reliability of a digital literacy instrument for Grade XI students in Biology learning at SMA Negeri 1 Pekanbaru. This research employed a descriptive quantitative approach involving 70 Grade XI science students from classes XI.3 and XI.8. Data were collected using a digital literacy questionnaire developed based on four indicators: internet searching, hypertextual navigation, content evaluation, and knowledge assembly. Instrument validity was tested using Pearson’s Product Moment correlation at a 5% significance level, while reliability was analyzed using Cronbach’s Alpha coefficient. The results indicated that most questionnaire items had correlation coefficients (r count) exceeding the r table value, indicating that the items were valid. Furthermore, the reliability analysis yielded Cronbach’s Alpha values of 0.79 for class XI.3 and 0.88 for class XI.8, both of which exceeded the minimum reliability threshold. These findings demonstrate that the developed digital literacy instrument meets the criteria of validity and reliability and is suitable for measuring students’ digital literacy skills in Biology learning at the senior high school level. This instrument is expected to assist teachers and researchers in obtaining accurate data on students’ digital literacy abilities and in designing more effective Biology learning strategies aligned with 21st-century educational demands. 
BAHAYA GEDJET SECARA FISIK DAN PSIKIS UNTUK SISWA SMP YABRI TERPADU PEKANBARU Sepita Ferazona; Suryanti; Nurkhairoh Hidayati; Ummi Kalsum; Tengku Ritawati; Nurmalinda; Yeyendra
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Desember 2024 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v2i3.82

Abstract

Generasi muda merupakan tulang punggung bangsa yang perlu dipersiapkan dengan baik, salah satunya dengan membekali mereka pemahaman tentang bahaya perilaku negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan dampak penggunaan gadget secara berlebihan. Artikel ini membahas hasil pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi bertema "Bahaya Gadget Secara Fisik dan Psikis" di SMP YABRI Terpadu Pekanbaru, pada 20 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa terkait dampak negatif gadget terhadap kesehatan fisik dan psikis, termasuk penurunan motivasi belajar, gangguan fungsi otak, hingga efek pada karakter anak. Metode kegiatan meliputi penjelasan materi, diskusi, dan partisipasi aktif dari siswa serta guru. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan peningkatan pemahaman tentang bahaya penggunaan gadget secara berlebihan serta solusi untuk mengurangi dampaknya, seperti pengawasan orang tua, pembatasan waktu penggunaan, dan alternatif kegiatan yang bermanfaat. Dampak positif dari kegiatan ini terlihat pada kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan waktu yang bijak dalam penggunaan gadget untuk mendukung pembentukan karakter yang sehat. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan dengan partisipasi aktif dari sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung. Selain itu, hasil kegiatan dipublikasikan sebagai referensi akademik untuk program serupa di masa mendatang.