Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Imunisasi Dan Kunjungan Posyandu Dengan Kesehatan Balita Nur Putri Erdianti; Dwi Puji Astuti; Aisyah Putri Pratiwi; Deti Nurtika; Intan Puspita Dewi; Tri Utami Fitria
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam mencegah penyakit menular pada anak. Namun, rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Desa Simpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dan kunjungan posyandu dengan status kesehatan balita di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 32 balita yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data uji Chi-Square digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status imunisasi tidak lengkap (50%), rutin berkunjung ke posyandu (68,7%), dan berada dalam kondisi tidak sakit (78,1%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status imunisasi dengan kesehatan balita (p = 0,007). Sebaliknya, kunjungan posyandu tidak berhubungan signifikan dengan kesehatan balita (p = 0,089). Dapat disimpulkan bahwa kelengkapan imunisasi berperan penting dalam menjaga kesehatan balita, sedangkan kunjungan posyandu belum menunjukkan hubungan signifikan pada penelitian ini, meskipun secara deskriptif tetap berkontribusi pada pemantauan tumbuh kembang anak. Upaya peningkatan cakupan imunisasi dan optimalisasi fungsi posyandu perlu diperkuat untuk meningkatkan derajat kesehatan balita
eHealth Literacy and Adherence to MMS Tablet Consumption Among Millennial and Gen Z Pregnant Women Nur Putri Erdianti; Erni Rihyanti; Rochmawati
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i2.526

Abstract

Adherence to pregnancy supplementation in Indonesia remains low, and eHealth literacy is hypothesized to be associated with supplementation behavior among digitally native pregnant women. This study aimed to analyze the relationship between eHealth literacy and adherence to Multiple Micronutrient Supplement (MMS) tablet consumption among millennial and Gen Z pregnant women. This analytical cross-sectional study was conducted on 108 pregnant women aged 17–40 years in Depok City, Indonesia, who were smartphone users and had received MMS at public health centers (Puskesmas), selected through purposive sampling. eHealth literacy was measured using the eHealth Literacy Scale (eHEALS), and MMS tablet adherence was measured using the Simplified Medication Adherence Questionnaire (SMAQ). Data were collected through Google Forms and analyzed using the Chi-square test (α = 0.05) and Spearman rank correlation. A total of 62.0% of respondents had high eHealth literacy (mean eHEALS score: 28.21 ± 5.34), and 76.9% were adherent to MMS tablet consumption. There was a significant positive association between eHealth literacy and MMS tablet adherence (r = 0.549; p = 0.010), with pregnant women who had high eHealth literacy being 2.72 times more likely to be adherent (crude OR = 2.72; 95% CI: 1.28–5.78). These findings indicate an association rather than a causal relationship. Integrating structured digital-based education to strengthen digital health competence, particularly the ability to appraise online information, into antenatal care services may support adherence to the MMS program.