Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH NORMA SUJEKTIF DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI SAYURAN ORGANIK DI KOTA BANDA ACEH Fani Sartika; Agusnawan Linu Ibrahim; Ermad MJ
JSI: Jurnal Saudagar Indonesia Vol 1, No 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jsi.v1i2.1491

Abstract

Kecemasan terhadap praktik pertanian yang tidak bertanggung jawab menjadikan sayuran organik menjadi produk alternatif yang dicari konsumen saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh norma subjektif dan harga terhadap minat beli sayuran organik di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer dalam bentuk kuisioner untuk pengumpulan data, dan data sekunder dalam bentuk studi kepustakaan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah dan belum pernah mengonsumsi sayuran organik sejumlah 97 orang. Sampel diambil sebanyak 97 orang, atau dengan cara sensus, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel snowball. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Untuk melihat ada tidaknya pengaruh antar variabel bebas dan terikat secara parsial digunakan uji-t. Hasil dari olah data analisis regresi linier berganda menunjukkan adanya pengaruh positif antara norma subjektif dan harga terhadap minat beli. Hasil dari uji parsial atau uji-t menunjukkan adanya pengaruh dan signifikansi antara norma subjektif terhadap minat beli, dan adanya pengaruh dan signifikansi antara harga terhadap minat beli. Variabel yang mendominasi minat beli sayuran organik di Kota Banda Aceh adalah harga.
Pelatihan budidaya ternak kambing berbasis kolaborasi pesantren–masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi Agusnawan Linu Ibrahim; M. Danil Furqansyah; Nurulia Dimitha; Ade Elvi Rahma; Fani Sartika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38661

Abstract

AbstrakPesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, keterbatasan keterampilan kewirausahaan dan pengetahuan teknis santri serta masyarakat sekitar masih menjadi kendala dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Salah satu potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara kolaboratif adalah usaha budidaya ternak kambing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesiapan usaha santri dan masyarakat melalui pelatihan budidaya ternak kambing berbasis kolaborasi pesantren dan masyarakat. Mitra kegiatan adalah Pesantren Baitul Arqam dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas santri, pengelola pesantren, pengurus lembaga mitra, dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan teknis dan manajerial usaha ternak kambing, praktik lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari kategori “cukup paham” menjadi “paham” didukung oleh hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p < 0,001). Selain itu, Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pesantren dan masyarakat sebagai modal sosial dalam pengembangan usaha ternak kambing yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga perlu didukung melalui pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Kata kunci: kolaborasi pesantren-masyarakat; budidaya ternak kambing; pemberdayaan ekonomi; pelatihan. Abstract Islamic boarding schools (pesantren) play a strategic role not only as religious educational institutions but also as centers for community economic empowerment. However, limited entrepreneurial and technical capacities among students and surrounding communities hinder economic self-reliance. This community service program aimed to enhance participants’ knowledge, technical skills, and business readiness through collaborative goat farming training involving the pesantren and the local community. The program was conducted at Pesantren Baitul Arqam with 32 participants, including students, administrators, partner representatives, and local residents. The implementation included technical and managerial training, field practice, and evaluation using pre-test and post-test, observation, and feedback. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, supported by the Wilcoxon Signed Ranks Test (p < 0.001). In addition, the program strengthened collaboration between the pesantren and the community as social capital for developing sustainable goat farming enterprises. Therefore, follow-up mentoring is recommended to ensure program sustainability. Keywords: pesantren–community collaboration; goat farming; economic empowerment; business training; community service.