Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE EFFECT OF RESIDENTIAL ROOM CONFIGURATION ON NATURAL VENTILATION OF RUSUN UNITS TO ACHIEVE LOW ENERGY BUILDING Megan Afkasiga Ririhena; Nedyomukti Imam Syafii
ASEAN Journal of Systems Engineering Vol 5, No 1 (2021): ASEAN Journal of Systems Engineering
Publisher : Master in Systems Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusun is a simple flat categorized as Affordable Housing (AH), which means it requires economic energy efficiency and optimal Natural Ventilation (NV) to manifest and provide comfort for users. This research will review the effect of spatial configuration on NV conditions of Rusun unit in terms of the condition of wind flow (WF) and wind speed (WS) value in each residential room by simulation method.The condition of the unit is on the 10th floor and height of 31.5m with an outdoor WS of 1.62 m/s in three different space configurations. It was found from the simulation that residential space that has direct access from openings both inlet and exit (outlet) has a more optimal WF and WS. From the WF condition and WS value following the needs of residential user activities, it is expected to optimize NV in Rusun units and in line with that, can realize energy-efficient Rusun buildings in terms of occupancy. 
Analyzing the Application of Void Decks on High-rise Affordable Housing in Jakarta, Indonesia, to Achieve Optimal Urban Ventilation Megan Afkasiga Ririhena; Nedyomukti Imam Syafii
ASEAN Journal on Science and Technology for Development Vol. 38 No. 3 (2021): Embrace Potential
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29037/ajstd.704

Abstract

Economic growth in ASEAN countries encourages significant urbanized growth. In line with the growth of urbanization, large swathes of residential buildings have been constructed in urban areas, especially, in the case of Indonesia, through the government's 1000 rusun (high-rise affordable housing) development program in Jakarta. In order to reduce energy consumption and create a sustainable rusun, a passive strategy is needed in the form of natural air conditioning through optimized natural ventilation in these buildings. In this study, testing was conducted on Rusun Rorotan in Jakarta, from two wind source directions (north and northwest) with five void decks configuration samples each, in order to determine wind flow and wind speed patterns in the Rusun area. For this purpose, the wind tunnel simulation method using the Butterfly plugin in Grasshopper was employed. These results should provide a reference for future residential property developers, especially in the scope of other countries in ASEAN, which have similar climatic conditions to that of Indonesia.
EVALUASI ELEMEN DESAIN PASIF DALAM OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI GEDUNG A INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN Megan Afkasiga Ririhena; Rifland Dwitama Putra; Owen Sebastian; Muhammad Risky Dais
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain pasif merupakan pendekatan arsitektural yang berfokus pada pemanfaatan kondisi alam untuk meningkatkan kenyamanan ruang dan efisiensi energi tanpa bergantung pada sistem mekanikal. Penelitian ini mengevaluasi penerapan elemen desain pasif, khususnya skylight, jendela, dan sun shading, pada Gedung A Institut Teknologi Kalimantan. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan termal, pencahayaan alami, serta efisiensi energi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi buatan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara implementasi desain pasif di Gedung A dengan prinsip arsitektur berkelanjutan, terutama dalam hal orientasi bangunan dan pemilihan material. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyesuaian terhadap posisi, bentuk, dan material dari elemen-elemen desain pasif tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi pencahayaan alami dan kenyamanan termal ruang secara signifikan. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis yang dapat dijadikan acuan dalam perancangan bangunan kampus yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa mendatang.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN MASTERPLAN KAWASAN PONDOK PESANTREN BAIRUHA DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF Jordan, Nadia Almira; Ririhena, Megan Afkasiga; Rahman, Achmad Fatur; Hermawan, Judith Aurellia; Nabila, Nurhikma; Wahyudi, Erdika; Abdallah, Nezar; Trifena, Meliana; Umar, Salma Aulidha
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2198

Abstract

Pondok Pesantren Bairuha di Balikpapan memiliki lahan seluas 3,4 hektar dengan fasilitas seperti kelas, asrama, lapangan, dan masjid yang menampung 500 santri. Peningkatan jumlah santri menyebabkan keterbatasan fasilitas, termasuk kurangnya ruang terbuka hijau. Pengelola pondok pesantren mengevaluasi masterplan pengembangan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dengan acuan capaian yang masih berjalan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya melakukan pendampingan penyusunan masterplan pondok pesantren untuk dokumen acuan pembangunan di masa yang akan datang. Metode kegiatan mencakup diskusi kebutuhan, analisis tapak, dan penyusunan masterplan untuk visualisasi data. Tujuannya mengidentifikasi prioritas, potensi, dan masalah tapak. Dalam rencana pembangunan taman, pemilihan elemen lanskap digunakan sebagai metodologi untuk menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, dilanjutkan dengan praktik langsung pembangunan. Pondok pesantren berperan sebagai mitra kegiatan dengan memberikan kontribusi in kind, termasuk dalam penentuan prioritas fasilitas yang akan dibangun. Selain itu, pondok pesantren juga bertindak sebagai pengawas dalam keseluruhan proses kegiatan. Hal ini memastikan bahwa pembangunan taman sesuai dengan kebutuhan dan visi pesantren. Dengan demikian, kolaborasi ini mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik dan fungsional bagi santri dan pengguna lainnya. Pendampingan penyusunan masterplan Pondok Pesantren Bairuha bertujuan mengatasi keterbatasan fasilitas akibat peningkatan santri dengan mengidentifikasi prioritas pengembangan lingkungan yang fungsional dan berkelanjutan. Sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan potensi Pondok Pesantren sebagai wisata edukasi religi melalui masterplan, taman, dan buku panduan.
KARAKTERISTIK INVASI DAN FLEKSIBILITAS RUANG MASYARAKAT SEMPADAN SUNGAI (STUDI KASUS : PERMUKIMAN KARANG MUMUS SAMARINDA) Rahman, Rizky Nur; Putra, Rulliannor Syah; Ririhena, Megan Afkasiga; Kurniawan, Muhammad Aldi; Hidayat, Muhammad Sarma
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10319

Abstract

Permukiman sempadan Sungai Karang Mumus di Samarinda telah eksis sejak lama dan membentuk pola hunian khas yang erat dengan dinamika sosial-ekonomi masyarakat. Keberlanjutan hunian ini menimbulkan tantangan ekologis dan tata ruang kota, khususnya terkait program relokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakteristik invasi ruang dan fleksibilitas spasial masyarakat sempadan sungai serta implikasinya terhadap penerimaan hunian vertikal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis concept-based research melalui observasi lapangan, pemetaan aktivitas, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa invasi ruang terjadi pada ranah domestik, sosial, dan ekonomi, sementara fleksibilitas ruang tercermin dalam negosiasi batas privat, semi privat, dan publik. Temuan ini mengindikasikan adanya mekanisme adaptasi khas yang membentuk gaya hidup masyarakat sempadan, yang sering kali luput dalam perancangan Rusunawa. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan desain hunian kolektif adaptif serta mendukung kebijakan perencanaan kota berkelanjutan di kawasan tepi air.