Ikrima Khaerun Nisa
Universitas Muhammadiyah Tegal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Olahan Pangan Bergizi untuk Anak Stunting Tutik Wuryandari; Putri Deti Ratih; Nur Rahmah Hidayati; Ikrima Khaerun Nisa; Nur Yuliasih; Jihan Puspita Ayu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2543

Abstract

Periode 0 bulan sampai 2 tahun disebut sebagai periode emas yaitu periode yang menentukan kualitas kehidupan. Periode ini sensitive karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi tidak dapat dikoreksi dan bersifat permanen. Permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesibukan mencari penghasilan, kurang peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak menyebabkan anak menjadi kurang gizi yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting yang permanen. Selain adanya program dari pemerintah melalui dinas kesehatan maupun orang tua asuh untuk anak stunting maka diperlukan edukasi pada orang tua dengan pemberian makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada orang tua agar mampu mengolah makanan sendiri dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau dan bernilai gizi untuk menangani anak stunting. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dengan 6 baduta stunting beserta orang tuanya. Hasil  analisis perbedaan pretest dan posttest menunjukkan p-value 0.175 dan nilai t hitung (-1.581) lebih kecil daripada t tabel (2.015), sehingga H0 diterima atau tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Dengan adanya edukasi olahan pangan diharapkan orangtua mampu mengolah makanan sendiri untuk anak stunting dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau. Education on Nutritious Processed Foods for Stunting Children The period from 0 months to 2 years is called the golden period, which determines the quality of life. This period is sensitive because the effects on the baby cannot be corrected and are permanent. Complex problems such as poverty, low levels of education, busy earning an income, and lack of concern for children's health and growth and development cause children to become malnourished which, if not treated immediately, will cause permanent stunting. Apart from the existence of programs from the government through the health service and foster parents for stunted children, education is needed for parents by providing nutritious food. This activity aims to provide education to parents so they can prepare their food from ingredients that are easily obtained at affordable prices and have nutritional value to deal with stunting children. This activity was carried out in Debong Kulon Village, Tegal Selatan District, Tegal City with 6 stunting children and their parents. The results of this activity show that there has been an increase in the knowledge of participants or parents after receiving education. With food processing education, it is hoped that parents will be able to prepare their food for stunted children from ingredients that are easy to obtain at affordable prices
EVALUASI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RUMAH SAKIT ISLAM ‘X’ KABUPATEN TEGAL Nur Uswatun Khasanah; Ikrima Khaerun Nisa; Tutik Wuryandari; Alodiah Nur Nafisah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.21711

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin dan/atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. kepatuhan minum obat adalah tingkat partisipasi individu dalam mengikuti instruksi yang berkaitan dengan resep dan larangan dengan tepat dan dilakukan dengan kesediaan pribadi. Kepatuhan menjalani program adalah tingkat partisipasi individu dalam mengikuti semua anjuran, perintah, dan larangan yang diberikan oleh petugas dalam upaya mempercepat proses kesembuhan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui menganalisa tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus tipe II di rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat rawat jalan di rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal. Data yang dikumpulkan merupakan hasil pengukuran kepatuhan dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 96 responden. Analisis data dilakukan secara Microsoft excel disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian diperoleh tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal adalah pada kategori tingkat kepatuhan rendah sebanyak 50 responden, kategori tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden, dan kategori tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 16 responden. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal mempunyai tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes kategori rendah yaitu sebanyak 50 responden