Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efek Potensial Senyawa Curcumin sebagai Terapi pada Penderita Covid-19: Literature Review Nur Rahmah Hidayati; Hidayati, Nur Rahmah; Nisa, Ikrima Khaerun; Darmawan, Arief; Nisa, Fitrotun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.857 KB)

Abstract

COVID-19 telah menjadi perhatian dunia karena jumlah kematian yang terus meningkat. Pencarian pengobatan yang efisien masih terus dilakukan hingga saat ini. Respon kompleks dan multifaktorial ini memerlukan pendekatan terapeutik yang komprehensif, memungkinkan integrasi dan penyempurnaan respons terapeutik dari senyawa tunggal tertentu yang memiliki beberapa potensi aksi. Untuk itu ulasan studi ini bertujuan untuk memahami struktur serta pemahaman berbagai peran curcumin sebagai potensi terapi penderita COVID-19. Studi ini menunjukkan bahwa curcumin memiliki potensi sebagai anti viral, dan memiliki potensi pada terapi post COVID-19. Oleh karena itu, curcumin dapat menjadi pilihan terapi potensial untuk pasien COVID-19 dan studi ini juga menunjukkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian dan pengembangan klinis untuk menyiapkan obat baru untuk COVID-19.
Public Knowledge Improvement of the Medicinal Plant as Immunomodulator in Pandemic Era Nur Rahmah Hidayati; Ikrima Khaerun Nisa; Fitrotun Nisa; Syafira Indah Nurunnisa; Riska Disa Alussa Bakti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.694 KB)

Abstract

Vaccination is an effort to prevent Covid-19. In addition, the 5M health protocols, such as wearing masks, washing hands, maintaining distance, avoiding crowds, and reducing mobility are not enough to avoid Covid-19. Education is needed as an effort to increase public knowledge about the use of medicinal plants during a pandemic. The method that used in this study includes a preparation, implementation, and reports. Pretest and posttest values were analyzed by univariate and bivariate. The results showed that there was a change in the level of knowledge, such as a decrease in low-knowledge category from 11.6% to 2.3%, the middle-knowledge category from 48.8% to 11.6% and an increase in good-knowledge category from 39.5% to 86.0 %. Wilcoxon test used in this study with 95% confidence level showed that there was a significant difference between before and after education (p value = 0.000). The education is able to increase public knowledge, especially Muhammadiyah society about the use of medicinal plants to increase immunity during a pandemic.
Systematical Review: Kajian Potensi Tanaman Obat di Indonesia untuk Mengatasi Penyakit Kulit Nur Rahmah Hidayati; Siska Mukharomah; Titin Fatimah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim tropis di Indonesia menjadikan penyakit kulit masih terus berkembang. Faktor kebersihan diri dan lingkungan turut serta dalam meningkatkan resiko terjadinya penyakit kulit. Beberapa golongan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit terdiri dari obat topikal dan sistemik. Penggunaan obat gatal sebagai terapi penyakit kulit akibat infeksi atau alergi secara alami sudah lama digunakan dan sampai sekarang masih banyak dimanfaatkan masyarakat, sehingga diperlukan suatu dokumentasi untuk mengetahui keragaman tanaman obat di Indonesia untuk penyakit kulit sebagai alternatif pembuatan obat dari bahan alam. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah dengan penelusuran artikel melalui google scholar dan EBSCO dari tahun 2017-2022. Jumlah artikel yang dipilih berdasarkan hasil penelusuran berjumlah 28 artikel. Hasil studi menunjukkan terdapat 51 spesies tanaman yang tersebar di 14 provinsi. Kesimpulan dari studi ini adalah tanaman obat di Indonesia yang berpotensi mengobati penyakit kulit sangat beragam jenis dan cara pemanfaatanya.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT SELAMA BULAN RAMADHAN DI DESA KALIBAKUNG, KABUPATEN TEGAL Ikrima Khaerun Nisa; Nur Rahmah Hidayati; Tutik Wuryandari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, yaitu sebesar 87,18%. Islam merupakan agama mayoritas di Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 96,74%. Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat muslim diseluruh dunia, dimana setiap penganutnya diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Hal ini disebabkan keutamaan bulan tersebut, meskipun terdapat keringanan bagi mereka yang tidak dapat melaksanakan puasa karena alasan sakit, banyak masyarakat yang mengusahakan dirinya untuk tetap melakukan ibadah puasa Ramadhan. Bagi masyarakat yang tidak dalam kondisi sehat dan ingin tetap melaksanakan ibadah puasa tentunya akan mempengaruhi pola penggunaan obat yang berbeda dari hari-hari biasa. Perubahan jadwal penggunaan obat perlu diperhatikan agar tidak mempengaruhi efek terapi yang sedang dijalani. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan kuisioner. Terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan yang memberikan yang memberikan peningkatan pengetahuan pada peserta, yang dapat bermanfaat bagi mereka yang ingin melaksanakan puasa dalam kondisi tidak sehat tanpa mempengaruhi terapi yang sedang dijalani.
Review; Fitokimia dan Potensi Penggunaan Psidium guajava sebagai Antibakteri Tutik Wuryandari; Nur Rahmah Hidayati; Ikrima Khaerun Nisa
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i2.560

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava) merupakan tanaman yang sangat mudah ditemui di Indonesia. Tanaman ini memiliki segudang manfaat kesehatan karena memiliki berbagai macam kandungan metabolit sekunder di dalamnya. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui kandungan fitokimia yang terdapat di dalam tanaman jambu biji dan aktivitas antimikrobanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui penelusuran mesin pencarian Google scholar baik jurnal nasional maupun jurnal internasional dari tahun 2010-2021. Studi ini menujukkan bahwa jambu biji memiliki kandungan nutrisi yang cukup kompleks. Aktivitas antioksidannya mampu untuk mengobati berbagai macam penyakit, dan memiliki sifat antimikroba baik untuk bakteri Gram positif maupun Gram negatif
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PENGGUNAAN TANAMAN OBAT DI BULAN PUASA Hidayati, Nur Rahmah; Wuryandari, Tutik; Nisa, Ikrima Khaerun; Yuliasih, Nur; Mukharomah, Siska; Khasanah, Nur Uswatun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22183

Abstract

Pengetahuan kesehatan dapat ditingkatkan melaui kegiatan penyuluhan kepada warga terutama di bulan puasa. Pada bulan puasa, tubuh beradaptasi dengan kebiasaan baru yang jika tidak diperhatikan dapat menghambat kelancaran ibadah puasa. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang memiliki berbagai macam khasiat. Kurangnya edukasi, informasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan tanaman obat ini sering kali membuat masyarakat keliru dalam mengolah dan penggunaanya sehingga menyebabkan terjadinya keracunan maupun menurunnya efektivitas tanaman obat itu sendiri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk menjaga kesehatan di bulan ramadhan secara tepat. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini terdiri dari 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap Evaluasi dan pelaporan. Peserta kegiatan edukasi ini adalah anggota Nasyiatul Aisyiyah se Kabupaten Tegal. Edukasi disampaikan oleh narasumber dengan materi tentang tanaman obat untuk meningkatkan kesehatan di bulan puasa. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi.
Edukasi Penyakit Kulit dan Cara Cuci Tangan yang Benar di Pondok Pesantren Dar Al-Faradis Kabupaten Tegal Hidayati, Nur Rahmah; Nisa, Ikrima Khaerun; Yuliasih, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i1.5028

Abstract

Peningkatan literasi kesehatan merupakan inisiatif atau tindakan yang membantu individu, kelompok, dan masyarakat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan menuju hidup sehat yang optimal. Masyarakat pada usia remaja, khususnya remaja pada lingkungan pondok pesantren belum memahami secara benar mengenai perilaku pola hidup bersih dan sehat. Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang terus menimbulkan permasalahan kesehatan di pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja mengenai penyakit kulit dan teknik mencuci tangan yang tepat, sambil mendorong peningkatan pemahaman dan praktek hidup bersih dan sehat. Metode kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Peserta yang mengikuti pre-test dan post-test sebanyak 84 orang untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit kulit dan cara mencuci tangan dengan benar. Terdapat peningkatan pemahaman pada pengetahuan responden terhadap penyakit kulit sebesar 33,3% dan peningkatan pengetahuan cara cuci tangan dengan benar sebesar 61,9%. Para santri Pondok Pesantren Dar Al-Faradis memiliki peningkatan pengetahuan mengenai penyakit kulit, cara mencuci tangan yang benar, serta perilaku hidup sehat dalam lingkungan pondok pesantren diharapkan dapat diterapkan dengan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Olahan Pangan Bergizi untuk Anak Stunting Tutik Wuryandari; Putri Deti Ratih; Nur Rahmah Hidayati; Ikrima Khaerun Nisa; Nur Yuliasih; Jihan Puspita Ayu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2543

Abstract

Periode 0 bulan sampai 2 tahun disebut sebagai periode emas yaitu periode yang menentukan kualitas kehidupan. Periode ini sensitive karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi tidak dapat dikoreksi dan bersifat permanen. Permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesibukan mencari penghasilan, kurang peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak menyebabkan anak menjadi kurang gizi yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting yang permanen. Selain adanya program dari pemerintah melalui dinas kesehatan maupun orang tua asuh untuk anak stunting maka diperlukan edukasi pada orang tua dengan pemberian makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada orang tua agar mampu mengolah makanan sendiri dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau dan bernilai gizi untuk menangani anak stunting. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dengan 6 baduta stunting beserta orang tuanya. Hasil  analisis perbedaan pretest dan posttest menunjukkan p-value 0.175 dan nilai t hitung (-1.581) lebih kecil daripada t tabel (2.015), sehingga H0 diterima atau tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Dengan adanya edukasi olahan pangan diharapkan orangtua mampu mengolah makanan sendiri untuk anak stunting dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau. Education on Nutritious Processed Foods for Stunting Children The period from 0 months to 2 years is called the golden period, which determines the quality of life. This period is sensitive because the effects on the baby cannot be corrected and are permanent. Complex problems such as poverty, low levels of education, busy earning an income, and lack of concern for children's health and growth and development cause children to become malnourished which, if not treated immediately, will cause permanent stunting. Apart from the existence of programs from the government through the health service and foster parents for stunted children, education is needed for parents by providing nutritious food. This activity aims to provide education to parents so they can prepare their food from ingredients that are easily obtained at affordable prices and have nutritional value to deal with stunting children. This activity was carried out in Debong Kulon Village, Tegal Selatan District, Tegal City with 6 stunting children and their parents. The results of this activity show that there has been an increase in the knowledge of participants or parents after receiving education. With food processing education, it is hoped that parents will be able to prepare their food for stunted children from ingredients that are easy to obtain at affordable prices
Penguatan Kesiapan Pra Nikah melalui Edukasi Kesehatan Spiritual Hidayati, Nur Rahmah; Novanto, Riza Awal; Alipianto, Nurkholik
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.691

Abstract

Marriage readiness requires not only physical and economic preparedness but also spiritual aspects, which serve as an essential foundation for building a harmonious household. This community service activity aimed to strengthen maturity in preparing for marriage through spiritual health education integrated with biological maturity, specifically targeting individuals of premarital age. The methods used included interactive lectures, followed by group discussions and QA sessions, as well as evaluation through pretests and posttests. The participants of this program were 48 individuals aged 17 to 28 years. The Wilcoxon analysis showed a significant difference before and after the intervention, with the average knowledge score increasing from 83.96 to 94.17. These findings indicate that education based on spiritual values plays a crucial role in equipping the younger generation for marriage preparation. We should develop a sustainable youth development program that strengthens the spiritual aspect to help prevent future household conflicts.
ANALISIS MODEL PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS EKOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Awal Novanto, Riza; Hidayati, Nur Rahmah; Maesarah, El Syifa
JURNAL TARBIYAH Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/tar.v31i1.4451

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Ecology-Based Islamic Education and its leading indicators at SMP At-Tin UMP Margasari, emphasizing the Islamic concept of human responsibility as a caliph on earth. Using a qualitative case study approach, in-depth interviews were conducted with the principal and students to explore integrating Islamic values into ecological education. Data were analyzed using NVivo software to facilitate coding and grouping of themes, including "Integration of Islamic and Ecological Education," "Ecological Activities in the Curriculum," and "Impact on Student Behavior." The findings indicate that ecological practices implemented in the curriculum increase environmental awareness as part of religious obligations, which impacts students' daily behaviors such as waste management and energy saving. Practical activities such as Green Schools and agricultural projects also strengthen students' understanding of sustainability principles. This study provides practical insights for schools seeking to integrate ecological awareness with religious values, supporting sustainable environmental practices as part of Islamic education. Further studies are recommended to expand the sample size and use longitudinal methods to assess the long-term impact on student behavior.