Aslamiah Aslamiah
Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah (Studi Multi Kasus di SDN 1 Pasar Baru dan SDN 2 Pasar Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu) Apriliawati Apriliawati; Aslamiah Aslamiah; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5356

Abstract

Kepala sekolah memiliki tugas sebagai supervisor yaitu kepala sekolah harus melakukan pembinaan secara berkelanjutan, melakukan pengembangan kemampuan personil, melakukan perbaikan situasi pembelajaran dengan tujuan akhir mencapai tujuan pendidikan dan pertumbuhan para peserta didik. Kepala sekolah memiliki tugas serta tanggung jawab untuk memajukan pengajaran melalui peningkatan profesi pendidik secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam mengenai bagaimana penerapan prinsip-prinsip supervisi pada pelaksanaan supervisi kepala sekolah di SDN 1 Pasar Baru dan SDN 2 Pasar Baru di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dimulai dengan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui pengamatan dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi yang dijalankan menerapkan prinsip-prinsip supervisi melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Adapun prinsip-prinsip supervisi yang diterapkan adalah sebagai berikut: ilmiah (scientific), demokratis, kerjasama, konstruktif dan kreatif. Penerapan prinsip ilmiah pada pelaksanaannya yaitu menyusun perencanaan program supervisi dengan menetapkan jadwal pelaksanaan, menggunakan data secara objektif dari hasil analisis pelaksanaan supervisi sebelumnya dan menggunakan alat instrumen. Pada penerapan prinsip demokratis dan kerjasama yaitu saling berdiskusi dengan melibatkan guru dalam proses pelaksanaannya, sehingga guru dapat leluasa memberikan ide-ide dan gagasan barunya. Demikian pada penerapan prinsip konstruktif dan kreatif, memiliki kesamaan dalam membina inisiatif dan mengembangkan potensi guru melalui forum diskusi. Berdasarkan hasil temuan penelitian disarankan agar kepala sekolah rutin melakukan supervisi terhadap guru. Guru agar siap dan bersedia disupervisi. Untuk peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian yang mendalam terkait aspek lain dalam pelaksanaan supervisi kepala sekolah.
Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah (Studi Multi Situs pada SMP Negeri 2 Alalak dan SMP Negeri 4 Alalak Kabupaten Barito Kuala) Nita Alfitriah; Aslamiah Aslamiah; Sulistyana Sulistyana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5527

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami implementasi supervisi akademik kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru, serta memberikan kontribusi dalam merumuskan strategi efektif dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi akademik oleh kepala sekolah yang diamati secara mendalam dengan tiga fokus penelitian; (1) perencanaan supervisi akademik kepala sekolah; (2) pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah; (3) tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah pada SMP Negeri 2 Alalak dan SMP N egeri 4 Alalak. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan rancangan penelitian multi situs. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang didapatkan melalui kepala sekolah, dewan guru dan staf tata laksana di sekolah, kehadiran peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian. Pengumpulan data didapat dengan metode penelitian wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data tunggal dan analisis lintas situs. Uji keabsahan data yang dilakukan berupa uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependability, uji confirmability. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu; tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Tahap perencanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 4 Alalak dilakukan oleh kepala sekolah secara kolaboratif bersama guru dengan berpedoman pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) berdasarkan hasil dari raport pendidikan masing-masing sekolah, (2) Pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 Alalak dan SMP Negeri 4 Alalak dilakukan secara terencana, sistematis, dan berfokus pada pengembangan profesional guru, hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, (3) Tahap tindak lanjut dalam supervisi akademik di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 4 Alalak dilakukan dengan mendengarkan perspektif guru mengenai kendala dalam pembelajaran, yang memberikan rasa dihargai dan memotivasi guru untuk berkembang.
Humanistic Principal Leadership in Inclusive Early Childhood Education: A Qualitative Exploration Selamat Maulana; Aslamiah Aslamiah; Noorhapizah Noorhapizah; Novitawati Novitawati; Uswatun Nisa; Aom Thai
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.15046

Abstract

Humanistic principal leadership is essential for fostering inclusive Early Childhood Education (ECE), yet remains underexplored in IndonesiaÔÇÖs inclusive schools. This study examined how principals practice humanistic leadership in two inclusive kindergartens in Banjarmasin, South Kalimantan, to support diverse learning environments. Using a descriptive qualitative design, data were gathered through observation, in-depth interviews with two principals, eight teachers, four parents, and document analysis at Pelita Hati and Bina Sejahtera Kindergartens. Thematic analysis followed Miles and HubermanÔÇÖs framework. Results show humanistic leadership is reflected in embracing diversity, building supportive environments, and facilitating collaboration. Principals lead through participatory decision-making, empathy, care, and promoting each childÔÇÖs potential, shaping an inclusive, humanistic school culture. The study offers insights into how humanistic leadership operates in inclusive ECE, providing a practical reference for principals and policymakers to strengthen inclusive, child-centered education.┬á
Manajemen Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Religi (Studi Multi Situs di SMPN 24 dan SMPN 27 Banjarmasin): Management of Religious-Based Character Education Development (Multi-Site Study at SMPN 24 and SMPN 27 Banjarmasin) Rilo Pambudi Triantoro; Aslamiah Aslamiah; Novitawati Novitawati
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8252

Abstract

This study aims to describe and analyze the management of religious-based character education development through principal leadership, teacher empowerment, and the use of the environment as a learning resource at SMP Negeri 24 Banjarmasin and SMP Negeri 27 Banjarmasin. This study is motivated by the phenomenon of moral degradation among students in the digital era, which demands strengthening religious values as a foundation for character formation. This study uses a qualitative, multi-site design. Data collection techniques included in-depth interviews, observations, and document analysis. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, as well as cross-site analysis to identify similarities and differences in managerial practices across both schools. Data validity was tested through triangulation of sources and techniques. The results of the study indicate that: 1. principal leadership plays a strategic role in formulating policies, building a religious culture, and integrating religious values into school programs; 2. teacher empowerment is carried out through active involvement in program planning and implementation, exemplary attitudes, and integration of religious values ??into daily learning and habits; and 3. the use of the school and social environment as learning resources to strengthen the internalization of religious values through habituation activities, social interactions, and direct experiences of students. Cross-site analysis shows variations in managerial approaches, but both share a commitment to building religious character through the synergy of leadership, teachers, and school culture. This study confirms that planned, systematic, and sustainable management of the development of religious-based character education can strengthen students’ moral knowing, moral feeling, and moral action.