Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SENTRALISASI

PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PELABELAN PRODUK MENURUT EKONOMI ISLAM Wangsi, Mitta Muthia; Rawi, Rais Dera Pua
SENTRALISASI Vol 7, No 1 (2018): Sentralisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.189 KB) | DOI: 10.33506/sl.v7i1.93

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian literer yaitu menggunakan buku – buku yang berkaitan dengan judul di atas. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Dengan metode pengumpulan data yang berkaitan dengan materi pembahasan penulis menggunakan dokumenter. Dalam analisis data penulis menggunakan metode induktif dan deduktif yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode analitis deskriptif. Peneliti memperoleh hasil penelitian bahwa legalitas perundang-undangan perlindungan konsumen di indonesia telah diadopsi dari adanya peran ekonomi islam dalam menciptakan kesejahteraan para pelaku ekonomi yang berasaskan pada Al-Qur’an, Hadist dan penerapannya sejak zaman kekhilafahan. perlindungan konsumen merupakan salah satu upaya dalam penerapan pelaksanaan Ekonomi Islam untuk melindungi konsumen dan untuk memberikan rasa tanggung jawab kepada para pelaku usaha dalam setiap kegiatan produksi sehingga tercapailah keadilan ekonomi dalam setiap kegiatan pemenuhan kebutuhan (barang dan jasa).  Ada beberapa pihak yang mempunyai peran khusus dalam penerapan konsep perlidungan konsumen dalam pelabelan produk pangan diantaranya : pertama: individu, yaitu setiap orang harus sadar akan keberadaannya masing-masing sebagai pihak konsumen yang berhak mendapatkan hak-haknya dan sebagai pelaku usaha yang harus memperhatikan berbagai tanggung jawab berkaitan dengan produk yang dihasilkan. Kedua: pemerintah, pihak ini bertugas menetapkan peraturan (undang-undang) perlindungan konsumen dan memberikan pengawasan atau kontrol terkait dengan harga, kualitas, kadaluarsa yang tertulis di label suatu produk. Ketiga: lembaga perlindungan konsumen, lembaga swasta ini dibentuk dari beberapa masyarakat yang peduli akan pentingnya perlindungan konsumen demi terpenuhinya hak-hak para konsumen.
PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PELABELAN PRODUK MENURUT EKONOMI ISLAM Mitta Muthia Wangsi; Rais Dera Pua Rawi
SENTRALISASI Vol. 7 No. 1 (2018): Sentralisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/sl.v7i1.93

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian literer yaitu menggunakan buku – buku yang berkaitan dengan judul di atas. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Dengan metode pengumpulan data yang berkaitan dengan materi pembahasan penulis menggunakan dokumenter. Dalam analisis data penulis menggunakan metode induktif dan deduktif yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode analitis deskriptif. Peneliti memperoleh hasil penelitian bahwa legalitas perundang-undangan perlindungan konsumen di indonesia telah diadopsi dari adanya peran ekonomi islam dalam menciptakan kesejahteraan para pelaku ekonomi yang berasaskan pada Al-Qur’an, Hadist dan penerapannya sejak zaman kekhilafahan. perlindungan konsumen merupakan salah satu upaya dalam penerapan pelaksanaan Ekonomi Islam untuk melindungi konsumen dan untuk memberikan rasa tanggung jawab kepada para pelaku usaha dalam setiap kegiatan produksi sehingga tercapailah keadilan ekonomi dalam setiap kegiatan pemenuhan kebutuhan (barang dan jasa).  Ada beberapa pihak yang mempunyai peran khusus dalam penerapan konsep perlidungan konsumen dalam pelabelan produk pangan diantaranya : pertama: individu, yaitu setiap orang harus sadar akan keberadaannya masing-masing sebagai pihak konsumen yang berhak mendapatkan hak-haknya dan sebagai pelaku usaha yang harus memperhatikan berbagai tanggung jawab berkaitan dengan produk yang dihasilkan. Kedua: pemerintah, pihak ini bertugas menetapkan peraturan (undang-undang) perlindungan konsumen dan memberikan pengawasan atau kontrol terkait dengan harga, kualitas, kadaluarsa yang tertulis di label suatu produk. Ketiga: lembaga perlindungan konsumen, lembaga swasta ini dibentuk dari beberapa masyarakat yang peduli akan pentingnya perlindungan konsumen demi terpenuhinya hak-hak para konsumen.
Analysis Comparative of Halal Literacy Levels and Halal Awareness Index Towards the Consumption of Halal Food Products among Muslims in Sorong City, Southwest Papua Wangsi, Mitta Muthia; Wally, Nur Aeni; Talaohu, Mundarain; Putri, Nur Aulia
SENTRALISASI Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/sl.v14i1.3728

Abstract

The aim of this study is to examine Muslims in Sorong city's halal literacy and halal awareness index with regard to halal product consumption. This research is a particular kind of quantitative study that employs a normative method. The present study employs a statement item instrument as its data collecting method. The instrument is structured according to halal literacy characteristics and the halal awareness index. The data is analyzed using SPSS version 26 and the Halal Awareness Index is computed. The sample size for this study is 102 Muslim customers from Sorong city, representing the Muslim community in the city. This research uses purposive sampling technique, which is a non-probability sampling method. This research shows that halal literacy has a positive and significant impact on the consumption of halal food products among Muslims in Sorong, Southwest Papua. The Halal Awareness Index also has a positive and significant effect on the consumption of halal food products among Muslims in Sorong, West Papua. This is further supported by the calculation results of the Halal Awareness Index, where Muslims in Sorong