Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur budaya yang terkandung dalam novel Tanah Bangsawan karya Filiana Nur direkomendasikan sebagai bahan ajar untuk sastra di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data, yaitu teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Selanjutnya melakukan teknik analisis data kualitatif serta metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra untuk mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, karakter, plot, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan pesan) serta elemen budaya Jawa yang digambarkan dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mewakili budaya Jawa dengan kuat melalui seni tradisional seperti pertunjukan wayang, musik gamelan, dan tarian; sistem peralatan hidup dan teknologi seperti kereta kuda, kompor tradisional, kebaya Jawa yang khas, tinta, dan papan kayu; serta mencerminkan hierarki sosial pada masa kolonial yang menekankan ketidakseimbangan kekuasaan antara bangsawan Belanda dan masyarakat pribumi. Selanjutnya, novel ini menyajikan nilai-nilai moral, perjuangan, dan identitas budaya yang relevan bagi generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa Tanah Bangsawan tidak hanya memiliki nilai astet, tetapi juga edukatif sehingga layak dijadikan bahan ajar sastra berbasis Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan literasi budaya di lingkungan sekolah.