Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pelayanan Kebidanan Terpadu Terhadap Kejadian Komplikasi Persalinan Devy Lestari Nurul Aulia; Arum Dwi Anjani; Dwi Romania; Divani Salsa Billa; Indah Khairunnisa Salsabilla; Gracia Alfa Riani; Nasha Aqeela; Selvi Andini Isna Rahmadhani; Tera Nefertiti
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10418

Abstract

Manajemen pelayanan kebidanan terpadu merupakan pendekatan komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Pendekatan ini mencakup pelayanan antenatal care (ANC) yang meliputi enam kali kunjungan selama kehamilan, perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), serta pelayanan pascapersalinan yang terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen pelayanan kebidanan terpadu dalam mengurangi komplikasi persalinan dan kematian ibu serta bayi, dengan menganalisis hasil penelitian terkait yang diterbitkan antara 2021 hingga 2025. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa implementasi ANC terpadu dapat menurunkan risiko komplikasi persalinan hingga 25%-30%. Program P4K terbukti efektif dalam mengurangi keterlambatan penanganan komplikasi dengan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan keterlibatan keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk ketidakmerataan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan keterbatasan pelatihan bagi tenaga medis dalam manajemen komplikasi. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan, peningkatan infrastruktur, serta penerapan model pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice) dan berpusat pada pasien (patient-centered care) menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan terpadu. Secara keseluruhan, manajemen pelayanan kebidanan terpadu berpotensi besar dalam menurunkan AKI dan AKB, asalkan diiringi dengan kebijakan yang berbasis data dan peningkatan kolaborasi antara sektor kesehatan dan pemerintah.
CROSS-BORDER YOUTH INNOVATION: BUILDING SUSTAINABLE SKILLS IN CONSTRUCTION, CREATIVE MARKETING, AND HEALTH AWARENESS AT SMK GEMEREH SEGAMAT, MALAYSIA Mohamad Gita Indrawan; Arum Dwi Anjani; Herlina Suciati; Isramilda Isramilda; Lidya Syafitri; Isma Ishak; Maisarah Bt Mohamad; Ainnur Sofea Binti Alias; Tiska Aisyah; Divani Salsa Billa
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i3.2235

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya akses siswa SMK terhadap pelatihan keterampilan berkelanjutan dalam bidang konstruksi, pemasaran kreatif, dan kesehatan preventif, yang menyebabkan kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri modern. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan siswa SMK Gemereh Segamat dalam memahami dan menerapkan keterampilan teknis maupun nonteknis yang relevan dengan perkembangan global, sekaligus memperluas wawasan mereka melalui kolaborasi internasional antara Universitas Batam dan UiTM Malaysia. Metode yang digunakan meliputi edukasi partisipatif, pendampingan praktik, simulasi, serta studi kasus yang disampaikan secara interaktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 20 November 2025 dengan melibatkan 64 siswa secara langsung. Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran berbasis kreativitas dan digital storytelling, konsep konstruksi berkelanjutan dan teknik sederhana bangunan hijau, serta edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran keselamatan di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pemasaran modern berbiaya rendah, kemampuan mengenali penerapan material ramah lingkungan, serta meningkatnya kesadaran terhadap risiko dan penggunaan alat pelindung diri. Siswa juga mampu menghasilkan ide kampanye kreatif serta proyek kecil terkait konstruksi berkelanjutan. Program ini tidak hanya memperkuat kompetensi siswa, tetapi juga mendorong budaya belajar kolaboratif dan berkelanjutan, serta mempererat hubungan akademik antara institusi pendidikan Indonesia dan Malaysia sebagai fondasi bagi kegiatan bersama di masa mendatang.