Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Subjektivitas Perempuan dalam Relasi Toksik: Analisis Feminisme Eksistensialis Simone de Beauvior pada Film Posesif (2017) Najwa Syalsabilla; Devi Silaban; Agnes Lumban Gaol; Yessa Ronauli Pardosi; Ecka Libertyta Sitepu; Muhammad Oky F Gafari
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9854

Abstract

Penelitian ini menganalisis subjektivitas perempuan dalam relasi toksik melalui perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dengan mengkaji film Posesif (2017). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data utama berupa adegan, dialog, dan alur cerita film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan, Lala, awalnya memiliki kebebasan dan tujuan hidup yang jelas, namun dalam hubungannya dengan Yudhis, ia mengalami tekanan dan kontrol yang membatasi kebebasannya, sehingga menjadi "the other". Temuan ini mengungkap bahwa relasi toksik dapat menghambat kebebasan eksistensial perempuan dan memengaruhi cara perempuan memandang dirinya sendiri.
Diglosia dan Pilihan Bahasa dalam Transaksi "Eco-Friendly" di Pasar Modern versus Pasar Tradisional: Studi Sosiolinguistik di Kota Medan Devi Silaban; Irma Laura Elizabet Hutauruk; Najwa Syalsabila; Nency Siagian; Putri Dea Shapitri
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana perbedaan pasar tradisional dan pasar modern di Kota Medan tercermin secara mendalam melalui pilihan bahasa, pola diglosia, kesadaran ekologi, dan konstruksi identitas sosial-ekonomi pelaku transaksi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi linguistik, observasi dilakukan di tiga lokasi: Indomaret MMTC, Swalayan Maju Bersama MMTC, dan Pasar Tradisional MMTC. Peneliti mengamati dan merekam percakapan antara kasir dan pembeli terkait penggunaan kantong belanja. Data dikumpulkan dari 2 kasir Indomaret, 2 kasir Swalayan Maju Bersama, dan 2 pedagang di pasar tradisional, dengan total 48 tuturan yang dianalisis. Ditemukan bahwa Indomaret tidak lagi menyediakan kantong plastik namun juga tidak menawarkan alternatif pengganti. Swalayan Maju Bersama masih menggunakan kantong plastik putih dan menyediakan tas kain di samping kasir, namun tidak ditawarkan secara aktif kepada pembeli. Pasar tradisional masih menggunakan kantong plastik (kresek) secara bebas. Pola bahasa yang ditemukan mengonfirmasi diglosia berlapis: bahasa Inggris sebagai super-H di supermarket, bahasa Indonesia formal sebagai H, dan bahasa daerah atau informal sebagai L di pasar tradisional.