Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Najmudin, Dudun; Pebrian, Ilham; Susanti, Lia; Rivandi, Randi Ahmad
NIẒĀMUL`ILMI : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2025): Manajemen Pendidikan Islam berbasis Nilai: Kepemimpinan dan Etika dalam Dinamika
Publisher : Institut KH. Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1042/nizamulilmi.v10i1.402

Abstract

Kepemimpinan memiliki peran strategis dalam efektivitas manajemen pendidikan Islam, terutama di madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mengeksplorasi model kepemimpinan transformasional, kolegial, demokratis, dan karismatik dalam mengelola lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif harus berbasis nilai-nilai Islam, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan pendidikan. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, minimnya pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan finansial. Strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan kaderisasi, digitalisasi sistem manajemen, serta diversifikasi sumber pendanaan. Dengan kepemimpinan yang visioner dan inovatif, madrasah dapat berkembang menjadi lembaga yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Analisis Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Jalan Berkeselamatan BPSDM Kementerian PUPR Najmudin, Dudun; Susanti, Lia; Pebrian, Ilham
Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jipsh.v1i1.21

Abstract

Road transportation safety is a major challenge in Indonesia, with the number of accidents increasing every year. The Human Resource Development Agency (BPSDM) of the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) has developed a safe road education and training curriculum as one of the efforts to improve the competence of the workforce in the road transportation sector. This article analyzes the macro and micro curriculum development of the training, including objectives, content, methods, and evaluation. This research uses a descriptive qualitative approach with document analysis. The results of the analysis show that there is a mismatch between the formulation of objectives and the national qualifications framework, a lack of relevance of the material to the needs of society and the latest technology, and deficiencies in assessment methods and instruments. This article recommends revising the curriculum to ensure its relevance and effectiveness in supporting safe driving in Indonesia.
Pemanfaatan Aplikasi Muslim Pro dan Qiblat Tracker untuk Menguji Akurasi Arah Kiblat Firdaus, Moch. Rikza; Husaeni, Maulana Aril; Mardiyah, Sarah Nafisatul; Nafsi, Gina; Sarhidin; Raid, Muhammad; Fauzi, Muhammad Ridwan; Pebrian, Ilham
AL-MUFIDAH : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Pelatihan dan Pemberdayaan melalui Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan arah kiblat yang akurat merupakan aspek penting dalam ibadah umat Islam. Namun, di Desa Cireunghas, khususnya wilayah Cibelendok, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan penggunaan metode modern untuk menentukan arah kiblat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi arah kiblat dan pemahaman masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi Muslim Pro dan Qiblat tracker. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pengujian akurasi arah kiblat di tempat ibadah dan rumah warga, serta pembentukan kelompok relawan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat, dengan skor meningkat dari 65% menjadi 87%. Sebanyak 90% peserta melaporkan kepercayaan diri dalam menggunakan aplikasi untuk menentukan arah kiblat. Dari lokasi yang diuji, 32% memerlukan perbaikan arah kiblat, dan setelah perbaikan, tingkat akurasi mencapai 100%. Pembentukan kelompok relawan berhasil menghasilkan 5 kegiatan edukasi dalam satu bulan pertama. Kegiatan ini berhasil meningkatkan akurasi arah kiblat dan pemahaman masyarakat, serta memperkuat sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan instansi pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas ibadah.
Relevansi Kurikulum Pendidikan Islam terhadap Perkembangan Psikologi Remaja : Mengkaji tentang bagaimana keterkaitan antara kurikulum pendidikan islam dengan perkembangan psikologi remaja Najmudin, Dudun; Pebrian, Ilham
Jurnal At-Tadbir : Media Hukum dan Pendidikan Vol. 35 No. 2 (2025): Integrasi Kurikulum, Metode dan Penilaian dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pe
Publisher : Institut KH Ahmad Sanusi (INKHAS) Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52030/attadbir.v35i2.417

Abstract

Fenomena psikologis remaja di era globalisasi menghadirkan tantangan baru bagi lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah, dalam membentuk kepribadian yang utuh dan resilien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kurikulum Pendidikan Islam terhadap perkembangan psikologis remaja, dengan fokus pada aspek afektif dan spiritual yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di MA Mazro’atul Ulum Citiis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan guru PAI, kepala madrasah, konselor, siswa kelas XI XII, serta orang tua siswa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam yang memuat nilai-nilai akhlak, sabar, dan ketabahan mampu merespons kebutuhan psikososial remaja, khususnya dalam menghadapi stres, krisis identitas, dan tekanan akademik. Pendekatan pembelajaran yang kontekstual, seperti penggunaan kisah Nabi dan refleksi nilai keagamaan, terbukti membangun kesadaran emosional serta stabilitas mental siswa. Program mentoring rohani, dzikir pagi, dan pemantauan akhlak menjadi strategi efektif dalam menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif secara psikologis. Kolaborasi antar guru, konselor, dan kepala madrasah memperkuat fungsi kurikulum sebagai medium pembentukan karakter spiritual dan emosional.
Pentingnya Moderasi Beragama Dalam Dunia Pendidikan Di Indonesia Najmudin, Dudun; Rivandi, Randi Ahmad; Pebrian, Ilham
Tarbiyatu wa Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 01 (2025): Inovasi Pembelajaran dan Penguatan Kompetensi dalam Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Institut KH. Ahmad Sanusi Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious moderation in education has been considered to have an important role in shaping attitudes of tolerance and inclusiveness in a multicultural society. Solutions in maintaining social harmony and preventing conflicts due to extremism and intolerance have been found through a moderate understanding of religion. Education has been utilized as the main means to instill the values of religious moderation through curriculum, learning methods, and extracurricular activities designed to encourage interfaith interaction. A qualitative approach with a desk study method has been used in this research, with analysis conducted on various secondary sources such as books, scientific journals, and government policy documents. From the results of the research, it was found that appreciation of diversity is more prevalent among students who have been given an understanding of religious moderation, and higher levels of tolerance are also exhibited by them. However, some challenges remain, especially in the digital era, when the spread of inaccurate information is increasing and has the potential to trigger intolerance. Therefore, strengthening digital literacy is considered a necessary step so that information can be sorted out more critically. With the effective implementation of religious moderation-based education, national unity can be strengthened, and diversity can be used as a strength in building a more harmonious and civilized social life.
Transforming Islamic Education Management in the Era of Artificial Intelligence Ulum, Mambaul; Pebrian, Ilham
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v6i1.285

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Islamic education management, identify implementation challenges, and formulate an AI-based integrative model aligned with the values of Islamic education. This research employed a library research approach, with data collected through a comprehensive review of scholarly literature published in reputable academic journals. The data were analyzed using content analysis to identify patterns, concepts, and interrelationships among the research variables. The findings reveal that the transformation of Islamic education management is not merely technological in nature, but also requires the integration of AI-based systems with spiritual values, ethics, and humanism. AI contributes to enhancing efficiency, improving decision-making effectiveness, and advancing the quality of educational services through systematic data utilization. However, its implementation continues to face several challenges, including limited human resources, inadequate digital infrastructure, and resistance within organizational culture. This study proposes an integrative model that connects technology, management functions, and Islamic educational values within a unified system. Theoretically, this research enriches the discourse on technology-based Islamic education management. Practically, the findings may serve as a reference for educational administrators in designing digital transformation strategies. Nevertheless, this study is limited by its conceptual approach; therefore, further empirical research is required to examine and validate the proposed model.