Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengukur Keberhasilan Program Pemberdayaan UMKM Melalui Pelatihan Dan Bantuan Modal Di Percut Sei Tuan Ari Yohannes Setiawan Manik; Nurul Fazira Damanik; Rachel Rosalina Sirait; Olivia Hana Putri Nababan; Meri Fernandes Sinaga; Julia Ivanna
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5353

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menilai efektivitas program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan kewirausahaan dan dukungan modal di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Masalah mendasar yang menjadi latar belakang studi ini adalah lemahnya performa UMKM yang disebabkan oleh keterbatasan modal, manajemen keuangan yang tidak optimal, dan akses pasar yang terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam program. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua narasumber memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan program dan menganggap program tersebut sesuai dengan sasaran yang ditetapkan. Dari perspektif keuangan, semua peserta melaporkan adanya peningkatan dalam omset dan keuntungan, dengan lonjakan paling signifikan mencapai dua kali lipat pada bisnis buket bunga dan 20–30 persen untuk usaha es krim. Dalam hal kapasitas sumber daya manusia, peserta menunjukkan perkembangan yang jelas dalam literasi keuangan, pengelolaan pembukuan sederhana, dan kemampuan merencanakan usaha yang terukur. Walaupun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa jangkauan program perlu diperbesar, mengingat masih banyak pelaku UMKM yang belum menerima layanan. Studi ini menyarankan agar cakupan program ditingkatkan, pendampingan pascapelatihan diperkuat, serta dilakukan evaluasi rutin yang berbasis data untuk menjamin dampak yang lebih merata dan berkelanjutan.
Peran Digital Citizen dalam Menangkal Disinformasi: Studi Kasus Penyebaran Hoaks di Media Sosial Endang Isnawati; Alvin Putra Hariando Manik; Brent Hizkia Padang; Olivia Hana Putri Nababan; Rupma Riana Saragih; Susi Krisdayanti Marbun; Sri Yunita; Chandra Fhutu Neva
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v4i4.7069

Abstract

The development of social media has provided people with easier access to obtain and disseminate information, but it has also created challenges through the increasing spread of hoaxes and disinformation. This condition demonstrates the importance of strengthening digital citizenship so that people are able to use digital spaces critically, ethically, and responsibly. This study aims to analyze the role of digital citizens in countering disinformation, identify the patterns and factors contributing to the spread of hoaxes on social media, and examine strategies for building community resilience against false information. This study employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from relevant literature, including books, scientific journal articles, previous research findings, and academic documents, which were analyzed through selection, classification, comparison, and interpretation. The findings indicate that digital citizens play an important role in countering hoaxes through information verification, source credibility assessment, clarification, reporting false content, and ethical communication in digital spaces. The spread of hoaxes is influenced by low levels of digital literacy, social media algorithms, trust in social networks, political and economic interests, and confirmation bias. Strengthening digital literacy, critical thinking skills, and digital citizenship is therefore essential for building a more resilient society against disinformation.