Yunita El Risman
Universitas Hasanuddin

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-Litera

The Portraits of Women's Dual Roles in Two Japanese Novels Risman, Yunita El
J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Budaya Jepang Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jlitera.2023.5.2.9918

Abstract

This study aims to show the portrait of women's dual roles in two Japanese novels, Out by Natsuo Kirino and Absolute Justice by Akiyoshi Rikako. This research stems from the author's interest in seeing the comparison and similarity of the portrait of women's dual roles reflected in the two Japan's novel. This research uses the method of comparative literature, which focuses on how the authors of the two novels present female characters, namely the character Yayoi and the character Yumiko, who play a dual role as a wife and housewife and also as a woman who has a professional career outside the home, as well as how the goals the author wants to achieve are depicted in the characters Yayoi and Yumiko. The results show that the dual roles of Out is more dominant than that of Absolute Justice, while the goals of the two novels are also different. The novel Out is oriented toward "Working Life." While the novel Absolute Justice is more dominantly oriented towards "Family and Childcare.”
Konstruksi Gender Ryōsaikenbō dalam Novel Onnazaka Karya Fumiko Enchi Risman, Yunita El; Nurfitri, Nurfitri
J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Budaya Jepang Vol 7 No 2 (2025): Nov 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jltera.2025.7.2.17039

Abstract

Artikel ini membahas konstruksi ideologi gender ryōsaikenbō (istri yang baik dan ibu yang bijak) dalam novel Onnazaka karya Fumiko Enchi melalui pendekatan feminisme sosial-budaya dengan kerangka teori Nira Yuval-Davis. Sebagai ideologi yang dilembagakan sejak era Meiji, ryōsaikenbō membentuk peran domestik perempuan Jepang dalam sistem patriarki yang mengontrol tubuh, emosi, dan kesadaran mereka. Fokus kajian ini adalah tokoh Tomo, seorang istri pejabat aristokrat yang menjalani peran gender secara konformis, namun menyimpan luka dan perlawanan batin yang tidak terlihat secara kasat mata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Onnazaka merepresentasikan lima dimensi utama ideologi gender menurut Yuval-Davis: (1) struktur sosial dan budaya; (2) peran gender dalam keluarga; (3) simbolisme keibuan; (4) identitas kolektif; dan (5) interseksionalitas. Tomo mengalami represi psikologis yang dalam sebagai akibat dari internalisasi norma gender, serta dikonstruksikan sebagai simbol moral keluarga tanpa ruang untuk ekspresi personal. Tubuhnya menjadi medan ideologis yang menyimpan beban simbolik budaya patriarki. Selain itu, usia dan status sosial memperparah subordinasinya, menjadikannya tak terlihat dalam sistem keluarga. Namun demikian, melalui narasi batin dan simbolisme tubuh, novel ini juga menghadirkan resistensi sunyi yang muncul dari kesadaran eksistensial perempuan. Kesunyian, rasa sakit, dan penyangkalan diri menjadi bentuk protes halus terhadap sistem yang menindas. Dengan demikian, Onnazaka tidak hanya mengungkap represi gender dalam budaya Jepang modern, tetapi juga membuka ruang bagi pembacaan feminis atas perlawanan perempuan yang bersifat subtil namun bermakna.