Wulan Desi Rahmayanti
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daging Buah Kepundung (Baccaurea racemosa) Segar dan Kering Berdasarkan Uji DPPH Wulan Desi Rahmayanti; Lina Permatasari
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.2062

Abstract

Buah kepundung ( Baccaurea racemosa L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara ekstrak daging buah segar dan kering kepundung menggunakan metode DPPH. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut metanol, dan aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan persentase penangkapan radikal bebas DPPH pada berbagai konsentrasi (100–500 ppm). Nilai IC₅₀ dihitung sebagai parameter kekuatan aktivitas antioksidan, sedangkan perhitungan antar kelompok dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa persentase inhibisi meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dan ekstrak daging buah segar memiliki aktivitas penangkapan radikal yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak kering pada semua konsentrasi (p < 0,05). Nilai IC₅₀ ekstrak segar sebesar 113,18 ± 44,23 µg/mL termasuk dalam kategori sedang, sedangkan ekstrak kering tidak mencapai 50% penghambatan sehingga nilai IC₅₀-nya tidak dapat ditentukan secara valid. Perbedaan ini menunjukkan bahwa proses pengeringan dapat menurunkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Dengan demikian, penggunaan bahan segar dinilai lebih efektif dalam menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi.
Review Artikel: Drug Related Problems pada Penyakit Kronis: Implikasi Klinis dan Upaya Intervensi Nadira Khaerunnisa; Wulan Desi Rahmayanti; Anisa Zanuba; Zilfia Rahayu; Ditha Zanetti Octavia; Tuhfatul Ulya
Jurnal Ventilator Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v4i3.2720

Abstract

Chronic diseases such as type 2 diabetes mellitus, hypertension, asthma, and chronic kidney disease require long-term therapy that often involves multiple medications, increasing the risk of Drug Related Problems (DRPs). This review article summarizes patterns of DRPs and the contributing factors based on recent studies. The findings indicate that common DRPs include inappropriate dosing, drug interactions, drug use without indication, untreated indications, and ineffective therapy. In chronic kidney disease, DRPs frequently arise from inadequate dose adjustment in response to declining renal function, while in asthma, suboptimal medication use and incorrect inhaler technique are dominant causes. Overall, DRPs negatively affect therapeutic outcomes, increase the incidence of adverse effects, and elevate the risk of complications. Therefore, pharmacist-led interventions such as regular medication reviews, counseling, dose adjustment, and patient education are essential to prevent DRPs and improve treatment safety and effectiveness in chronic disease management.