Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Cheng Ho Dalam Merintis Islamisasi Sunda Usman Supendi; M Kautsar Thariq Syah; Yan Nurcahya
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.55

Abstract

Pelayaran Laksamana Cheng Ho menjadi kisah penting dalam penyebaran Islam di nusantara. Namun pembahasan ini jarang berakhir pada penelitian Laksamana Cheng Ho tentang penyebaran Islam di Indonesia, khususnya dalam perjalanannya ke nusantara. Hal ini mencakup ekspansi awal Tiongkok ke nusantara melalui perdagangan, yang setelah itu pedagang Tiongkok secara bertahap menetap di pesisir nusantara. Mereka bahkan menikah dengan penduduk asli agar bisa tinggal permanen di Indonesia dan tidak pernah kembali ke negaranya. Artikel ini membahas. Kedatangan Cheng Ho di nusantara bertepatan dengan dimulainya proses Islamisasi. Penelitian menunjukkan hal ini dalam penjelajahan Laksamana Cheng Ho terhadap penyebaran Islam Sunda. Kunjungan armada Laksamana Cheng Ho tergolong singkat yaitu hanya 7 hari 7 malam, namun kunjungan singkat tersebut membawa pengaruh terhadap suatu peradaban di Tanah Sunda. Laksamana Cheng Ho singgah di Pelabuhan Muarajati untuk yang ketiga kalinya dan ternyata ia tidak sendirian, dalam rombongan tersebut ada seorang Syekh yang bernama Hasanudin bin Yusuf Shidik, ia adalah seorang wali yang mengajarkan Al-Qur'an sehingga ia dijuluki Syekh Kuro. Kedatangan armada Cheng Ho ke tingkat Sunda telah memberikan manfaat yang begitu besar. Selain memberikan kemajuan dalam berbagai bidang antara lain pertanian, perdagangan, seni arsitektur/bangunan, seni ukir dan seni budaya lainnya. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan Cheng Ho tidak hanya bermuatan politik dan ekonomi, namun juga mempunyai agenda tersembunyi berupa Islamisasi. Penelitian ini penting untuk mengisi kelangkaan referensi mengenai sejarah penyebaran Islam di nusantara, khususnya etnis Tionghoa.
RESPON MASYARAKAT SUNDA TERHADAP MASUKNYA ISLAM MEMBENTUK AGAMA MAYORITAS Usman Supendi; Solehudin Solehudin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.56

Abstract

Masuknya islam ke Nusantara melalui interaski antar bangsa dari perdagangan, menjadikan setiap wilayah yang dikunjunginya sebagai objek dakwah penyebaran islam termasuk utara pulau jawa bagian barat yang memili banyak Pelabuhan sebagai tempat singgah para pedagang muslim. Tujuan dari penelitian ini melihat respon masyarakat tatar sunda terhadap islam sehingga wilyahnya menjadi penduduk mayoritas Bergama islam. Penelitian ini menggunakan metodologi Sejarah yaitu heuristik sebuah proses pengumpulan data, kemudian verifikasi dan kritik teks, kemudian interpretasi dan historiografi. Hasil dari data yang dikumpulkan wilayah tatar sunda menjadi mayoritas agama islam ialah karena adanya kesamaan konsep hidup pada kepercayaan sebelumnya dengan islam serta masifnya penyerbaran oleh tokoh-tokoh islam terutama dari para penguasanya saat itu. Sehingga terjadi akulturasi budaya sunda dan islam dalam kehidupan Masyarakat. Dapat disimpulkan Masyarakat merespon positif terhadap islam yang masuk kewilayahnya yang membuat wilayah tatar sunda menjadi penganut islam secara mayoritas hingga saat ini. Kata kunci: Islam, Sunda, mayoritas