Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Moderasi Beragama di Era Digital Dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama Yan Nurcahya; Sopian Suprianto; Eva Sopiah; Solehudin Solehudin; Almawardi Putra
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zv5g2h46

Abstract

Keragaman dan Keberagamaan Indonesia Bagi bangsa Indonesia, keragaman diyakini sebagai takdir. Ia tidak diminta, melainkan pemberian Tuhan Yang Mencipta, bukan untuk ditawar tapi untuk diterima (taken for granted). Selain agama dan kepercayaan yang beragam, dalam tiap-tiap agama pun terdapat juga keragaman penafsiran atas ajaran agama, khususnya ketika berkaitan dengan praktik dan ritual agama. Penelitian   ini   adalah   penelitian   kepustakaan (library   research) yakni   penelitian   yang menggunakan  teknik  pengumpulan  data  dengan  cara  menganailis  literatur,  buku,  dokumen. Dunia  digital  saat  ini  telah  memproduksi  ide  dan  gagasan  sehingga  membentuk   sebuah   pemikiran   yang   tertanam   dalam   pemahaman   masyarakat. Moderasi beragama adalah pilar penting dalam membangun bangsa yang damai, adil, dan toleran. Penerapannya membutuhkan kerja sama dari semua elemen masyarakat pemerintah, tokoh agama, pendidik, dan warga untuk menciptakan kehidupan beragama yang harmonis dan rukun dalam bingkai kebhinekaan.
RESPON MASYARAKAT SUNDA TERHADAP MASUKNYA ISLAM MEMBENTUK AGAMA MAYORITAS Usman Supendi; Solehudin Solehudin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.56

Abstract

Masuknya islam ke Nusantara melalui interaski antar bangsa dari perdagangan, menjadikan setiap wilayah yang dikunjunginya sebagai objek dakwah penyebaran islam termasuk utara pulau jawa bagian barat yang memili banyak Pelabuhan sebagai tempat singgah para pedagang muslim. Tujuan dari penelitian ini melihat respon masyarakat tatar sunda terhadap islam sehingga wilyahnya menjadi penduduk mayoritas Bergama islam. Penelitian ini menggunakan metodologi Sejarah yaitu heuristik sebuah proses pengumpulan data, kemudian verifikasi dan kritik teks, kemudian interpretasi dan historiografi. Hasil dari data yang dikumpulkan wilayah tatar sunda menjadi mayoritas agama islam ialah karena adanya kesamaan konsep hidup pada kepercayaan sebelumnya dengan islam serta masifnya penyerbaran oleh tokoh-tokoh islam terutama dari para penguasanya saat itu. Sehingga terjadi akulturasi budaya sunda dan islam dalam kehidupan Masyarakat. Dapat disimpulkan Masyarakat merespon positif terhadap islam yang masuk kewilayahnya yang membuat wilayah tatar sunda menjadi penganut islam secara mayoritas hingga saat ini. Kata kunci: Islam, Sunda, mayoritas