Muhammad Arif
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KORELASI: PERSEPSI, KESIAPAN MENGAJAR, DAN KINERJA GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMAN KOTA BUKITTINGGI Irma Yunita; Junaidi; Darul Ilmi; Iswantir M; Muhammad Arif
Irfani (e-Journal) Vol. 21 No. 1 (2025): Irfani: (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v21i1.6280

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyak tantangan yang dihadapi guru saat menerapkan kurikulum merdeka di SMA Negeri Kota Bukittinggi. Guru-guru mengakui adanya kebingungan saat implementasi kurikulum merdeka. Terdapat sekitar 40% guru yang belum sepenuhnya memahami tujuan, filosofi, dan metodologi Kurikulum Merdeka. Karena jumlah buku referensi yang sangat terbatas, guru menghadapi kesulitan dalam menyusun materi pelajaran untuk modul ajar. Selain itu, banyak guru yang tidak memahami konsep kurikulum belajar mandiri, sehingga proses pembelajaran tetap berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan keterkaitan antara persepsi dan kesiapan dengan kinerja guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SMAN Bukittinggi yang berjumlah 247 dengan sampel berjumlah 151 responden. Data dikumpulkan melalui angket dan di analisis dengan uji prasyarat, korelasi bivariate pearson dan korelasi berganda. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi guru dengan kinerja guru yang dibuktikan dengan nilai sig 0.000 < 0.05 dan besar hubungannya yaitu hubungan yang cukup dengan nilai pearson correlation 0.428. Di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Bukittinggi, ada korelasi antara kesiapan guru dan kinerja mereka dalam menerapkan Kurikulum merdeka yang dibuktikan dengan nilai sig uji korelasi bivariate person 0.000 < 0.05 dan besar hubungannya yaitu hubungan yang kuat dengan nilai pearosn correlation sebesar 0.693. Di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Bukittinggi, ada korelasi antara persepsi dan kesiapan guru dan kinerja mereka dalam menerapkan Kurikulum merdeka yang dibuktikan dengan nilai sig uji korelasi berganda 0.000 < 0.05 dan besar hubungannya yaitu hubungan yang kuat dengan nilai sebesar 0.693.
Edukasi Menabung Sejak Dini Dan Penguatan Persatuan Organisasi Remaja Di Korong Padang Bayua Muhammad Arif; Mustafa
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi muda di Korong Padang Bayua, Nagari Balai Baiak Malai III Koto, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu rendahnya kebiasaan menabung pada anak usia sekolah dasar dan lemahnya soliditas organisasi kepemudaan di tingkat korong. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini pada siswa serta menguatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan berorganisasi di kalangan remaja setempat. Kegiatan dilaksanakan melalui dua program utama: sosialisasi “Edukasi Menabung Sejak Dini” bagi 23 siswa kelas IV dan V SD Negeri 04 Balai Baiak pada 6 Juni 2026, dan sosialisasi “Pentingnya Persatuan dan Organisasi Remaja” yang diikuti 58 warga di Masjid Nurul Yakin Padang Bayua pada 3 Juli 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pendampingan praktik menabung menggunakan celengan sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang manfaat dan cara menabung, ditandai dengan antusiasme membuat target tabungan pribadi, serta tumbuhnya kesadaran remaja Padang Bayua akan pentingnya wadah organisasi sebagai sarana mempererat silaturahmi dan mengarahkan potensi generasi muda ke kegiatan yang positif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas generasi muda, baik dari sisi kemandirian finansial individu maupun soliditas sosial kolektif, yang dapat dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan oleh perangkat nagari dan pengurus masjid setempat.