Risiko Perilaku Kekerasan (RPK) merupakan kondisi ketika seseorang berpotensi melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, sering disertai amuk dan kegelisahan yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan asuhan keperawatan pada dua klien, yaitu Tn. J dan Tn. N, dengan RPK di wilayah Puskesmas Singgahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi rekam medis. Subjek penelitian terdiri dari dua klien, masing-masing berusia 44 tahun dan 38 tahun, yang didiagnosis skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2025 dengan minimal empat kali kunjungan, menggunakan proses asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua klien memiliki diagnosis keperawatan yang sama, yaitu risiko perilaku kekerasan, dengan gejala psikotik seperti berbicara sendiri, kecurigaan berlebihan, dan perilaku agresif. Intervensi yang diberikan meliputi teknik relaksasi, kontrol verbal, manajemen emosi, serta peningkatan kepatuhan minum obat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan klien dalam mengenali dan mengontrol perilaku kekerasan serta kepatuhan terhadap terapi. Penerapan strategi pelaksanaan (SP 1–4) selama 4–5 pertemuan terbukti efektif. Disarankan perawat meningkatkan pengkajian awal dan melibatkan keluarga untuk mendukung keberhasilan perawatan. .Kata kunci: Resiko Perilaku Kekerasan, Skizofrenia ABSTRACT Risk of Violent Behavior (RVB) is a condition in which an individual has the potential to perform actions that may harm themselves or others, often accompanied by uncontrolled anger and restlessness. This study aimed to describe a comparison of nursing care provided to two clients, Mr. J and Mr. N, with RVB in the Singgahan Community Health Center area. This study used a descriptive design with a case study approach. Data collection techniques included interviews, observations, and medical record documentation. The subjects consisted of two clients aged 44 and 38 years, both diagnosed with schizophrenia and at risk of violent behavior. The study was conducted in March 2025 with a minimum of four visits, applying the nursing care process, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The results showed that both clients had the same nursing diagnosis, namely risk of violent behavior, with psychotic symptoms such as talking to themselves, suspiciousness, and aggressive behavior. Interventions included relaxation techniques, verbal control, emotional management, and medication adherence. Evaluation indicated improvement in the clients’ ability to recognize and control violent behavior, as well as adherence to treatment. The implementation of strategies (SP 1–4) over 4–5 sessions proved effective. It is recommended that nurses enhance initial assessments and involve families to improve care outcomes. Keywords: Risk of Violent Behavior, Schizophren