Pada masa remaja, pergaulan memegang peranan sangat penting. Lingkungan pergaulan bisa memberikan pengaruh positif maupun negatif, tergantung pada individu dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor pergaulan dengan kenakalan remaja yang berupa konsumsi minuman keras (miras) di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja di Desa Trenggulunan yang berjumlah 113 orang. Sampel sebanyak 88 orang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lingkungan pergaulan, sedangkan variabel terikatnya adalah kenakalan remaja yang berupa konsumsi miras. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap editing, coding, scoring, dan tabulasi. Selanjutnya dilakukan uji Chi Square dan koefisien kontingensi untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lingkungan pergaulan dengan kenakalan remaja, serta seberapa kuat hubungan tersebut. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak. Ini berarti ada hubungan yang signifikan antara lingkungan pergaulan dan kenakalan remaja dalam bentuk konsumsi miras di Desa Trenggulunan. Namun, koefisien kontingensi sebesar 0,158 menunjukkan hubungan tersebut tergolong lemah. Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara lingkungan pergaulan dengan kenakalan remaja dalam bentuk konsumsi minuman keras di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tahun 2024. Oleh karena itu, diharapkan para remaja dapat menjaga lingkungan pergaulan yang positif dan menghindari lingkungan yang kurang baik agar dapat mencegah terjadinya kenakalan remaja berupa konsumsi miras.
Copyrights © 2025