Redi Yudha Irianto
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Umpan Terhadap Jumlah Tikus yang Tertangkap di Gudang Komponen PT. X Karinisa Ramdini Solihin; Redi Yudha Irianto; Neneng Yetty Hanurawati; Nurul Hidayah
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.11791

Abstract

Tikus merupakan hewan liar yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia. Timgginya kepadatan tikus dapat menimbulkan kerugian termasuk bidang kesehatan. Hasil observasi awal terkait kepadatan tikus di gudang komponen PT. X masih dalam kategori tinggi (1) dan perlu adanya pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi umpan terhadap jumlah tikus yang tertangkap menggunakan flip and slide live trap di gudang komponen PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian quasy-experimental design dengan posttest only design. Perlakuan yang diberikan yaitu umpan kelapa sangrai, umpam jagung kuning bakar, dan umpan ubi jalar. Sampel dalam penelitian ini adalah tikus yang tertangkap oleh flip and slide live trap di gudang komponen PT. X. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil penelitian jumlah tikus yang tertangkap menggunakan umpan kelapa sangrai sebanyak 2 ekor (66,67%), umpan jagung kuning bakar sebanyak 1 ekor (33,33%), dan umpan ubi jalar sebanyak 0 ekor (0%). Hasil uji Kueskal-Wallis dengan nilai p = 0,322 (0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara jenis umpan kelapa sangrai, jagung kuning bakar, dan ubi jalar dalam menangkap tikus dengan flip and slide live trap. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu umpan yang paling disukai tikus adalah kelapa sangrai dengan presentase 66,67%. Sebaiknya pegawai PT. X dapat menggunakan umpan kelapa sangrai dalam menangkap tikus di gudang komponen.
Pengaruh variasi daya lampu sinar Ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan Desty Nawangwulan; Redi Yudha Irianto; Nia Yuniarti Hasan; Neneng Yetty Hanurawati
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i1.2507

Abstract

Industri pangan menggunakan air bersih dalam proses produksinya, namun air yang digunakan tidak memenuhi persyaratan kualitas mikrobiologi karena mengandung Coliform, maka diperlukan pengendalian menggunakan desinfeksi sinar ultraviolet-C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya sinar ultraviolet-C terhadap reduksi bakteri Coliform dalam air bersih di industri pangan. Variasi yang digunakan dalam penelitian lampu ultraviolet-C dengan daya sebesar 15, 20, dan 30 watt menggunakan panjang gelombang 254 nm, dan lama paparan selama 30 detik. Penelitian ini merupakan penelitian sungguhan, dilakukan 6 kali pengulangan, desain penelitiannya adalah pre-posttest tanpa control. Teknik pengambilan contoh sesaat adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan. Populasi pada penelitian seluruh air bersih di WTP industri pangan, air bersih di outlet reservoir 2 dijadikan sampel penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 36. Uji statistik One Way Anova digunakan untuk menganalisis data. Hasil uji anova p value 0,008<0,05 menunjukkan bahwa daya lampu sinar ultraviolet-C berpengaruh siginifikan terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan. Hasil penelitian menyatakan sinar ultraviolet-C dengan daya lampu 15 watt menurunkan bakteri Coliform hingga 97%, 20 watt menurunkan 98%, dan 30 watt menurunkan hingga 99,85% dari bakteri Coliform sebanyak 1.709 CFU/100 ml. Industri dapat menggunakan metode desinfeksi sinar ultraviolet-C untuk mereduksi bakteri Coliform pada air bersih.   Abstract: The food industry uses clean water in its production processes, but the water used does not meet microbiological quality requirements because it contains coliform bacteria, so control using ultraviolet-C disinfection is necessary. This study aims to determine the effect of ultraviolet-C light power on the reduction of coliform bacteria in clean water in the food industry. The variations used in this study were ultraviolet-C lamps with power ratings of 15, 20, and 30 watts using a wavelength of 254 nm and an exposure time of 30 seconds. This study was a real study, conducted 6 times, with a pre-posttest design without control. The instant sampling technique was the sampling technique used. The population in the study was all clean water in food industry WTPs, and clean water at reservoir outlet 2 was used as the research sample with a sample size of 36. The One Way Anova statistical test was used to analyze the data. The results of the anova test with a p value of 0.008<0.05 showed that the power of the ultraviolet-C lamp had a significant effect on the reduction of Coliform bacteria in clean water in the food industry. The results of the study stated that ultraviolet-C light with a lamp power of 15 watts reduced Coliform bacteria by 97%, 20 watts reduced it by 98%, and 30 watts reduced it by 99.85% from 1,709 CFU/100 ml of Coliform bacteria. Industries can use the ultraviolet-C light disinfection method to reduce Coliform bacteria.
Penurunan COD Penurunan COD air limbah menggunakan aerasi dengan EM4 konsentrasi 5% Safitri Indira Auliasari; Redi Yudha Irianto; Payzar Wahyudin; Teguh Budi Prijanto
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i2.2508

Abstract

PT.X bergerak di bidang produksi teh menghasilkan limbah dari proses pencucian mesin produksi. Air limbah hasil pencucian mengandung bahan organik dan oli yang menjadi faktor tingginya COD, mencapai 11.647 mg/L melebihi NAB (300 mg/L). Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan waktu kontak aerasi 1 hari, 2 hari dan 3 hari terhadap penurunan kadar COD. Jenis penelitian studi eksperimen (desain pretest–posttest without control) secara grab sampling. Pengukuran 3 variasi dan 6 kali pengulangan setiap variasi. Volume reaktor 47,7 liter dan EM4 5%. Penurunan COD tertinggi adalah variasi waktu kontak 3 hari yaitu 8249 mg/L (80%) menjadi 2023 mg/L dari kadar awal COD 10.271 mg/L setelah pengendapan 1 hari. Persentase penurunan variasi 1 (64%), 2 hari (74%) dan 3 hari (80%). Uji One–Way Anova (p value?0,05). Persentase COD kurang maksimal diketahui karena kondisi oksigen yang tidak seimbang dengan jumlah bakteri. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan pre treatment atau sedimentasi sebelum aerasi, serta menambahkan EM4 konsentrasi lebih tinggi agar menghasilkan penurunan  COD sesuai baku mutu   Abstract: PT.X is engaged in the production of tea producing waste from the washing process of production machines. The washed wastewater contains organic matter and oil which is a factor in the high COD, reaching 11,647 mg/L exceeding the NAV (300 mg/L). The purpose of the study was to determine the difference in aeration contact time of 1 day, 2 days and 3 days on the decrease in COD levels. The type of research is an experimental study (pretest–posttest without control) by grab sampling. Measurement of 3 variations and 6 repetitions of each variation. The reactor volume is 47.7 liters and EM4 is 5%. The highest decrease in COD was the variation in 3-day contact time of 8249 mg/L (80%) to 2023 mg/L from the initial COD level of 10,271 mg/L after 1 day precipitation. The percentage decrease in variation was 1 (64%), 2 days (74%) and 3 days (80%). One-Way Anova test (p value?0.05). The percentage of COD is not optimal because of oxygen conditions that are not balanced with the number of bacteria. Suggestions that can be given are pre-treatment sedimentation, and adding a higher concentration of EM4 to produce a decrease COD according to quality standards