Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PEMBUDAYAAN ENTREPRENEURSHIP DALAM MEMBANGUN USAHA BISNIS PESANTREN BERBASIS ALUMNI NETWORK FORUM Miftakhul Jannah; Nur Kholifah; Ach Faqih Supandi
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 4 No. 1 (2022): September
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2022.4.1.119-129

Abstract

Pesantren sebagai sub kultur nusantara yang memiliki tradisi agung diharapkan dapat ikut berperan dalam era globalisasi ini. Globalisasi yang menganut paham liberilisme ini mendorong manusia untuk melakukan enterpreneur secara mandiri. Pada kondisi ini, beberapa subkultur harus bergerak menciptakan budaya enterpreneur masyarakat. Salah satunya adalah pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pemekasan Madura. Pesantren yang memiliki ribuan alumni ini telah berhasil menyusun strategi pengembangan unit bisnis. Semua dilakukan dengan mengandalkan jaringan forum alumninya. Penelitian ini memakai pendekaan kualitatif mengenai model keamndirian pendidikan pesantren salaf. Penentuan subjek dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive. Tehnik Purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yakni: pertama, studi empiris (lapangan) yang dilakukan untuk mendapatkan data primer langsung dari sumbernya. Analisis data kualitatif yang dipakai dalam penelitian lapangan ini menggunakan secara umum, menggunakan model Miles dan Huberman. Model tersebut dilakukan dengan sistemati dan kontunue. Adapun menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan beberapa kajian temuan yang dilakukan dapat dikonklusikan dalam beberapa hal. Pertama, melakukan tahap formulasi strategi. Kedua, melakukan tahap implementasi strategi. Pada tahap ini meliputi optimalisasi skill alumni, jaringan alumni dan pembentukan unit usaha Jasa keuangan. Ketiga, melakukan tahap evaluasi strategi. Pada tahap ini ada dua jenis evaluasi. Adapun keduanya adalah evaluasi unit usaha yang dikembangkan dan evaluasi budaya interpreneur jaringan alumni.
Analysis of Factors Affecting Public Awareness and Payment of Land and Building Tax in Jember Regency Farida Umi Choiriyah; Miftakhul Jannah; Siti Nur Azizatul Luthfiyah; Ahmad Zubadul Afiq; Achmad Fawaid; Salman Alfarizy
International Journal of Business, Management and Economics Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Business, Management and Economics
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses (TRI-JIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/ijbme.v7i2.3587

Abstract

This Study examines the phenomenon of public awarness regarding tax payments for the sake of the common good (maslaha) in Jember Regency, an area administratively comprising 31 districts, 22 urban villages, and 226 rural villages. A qualitative phenomenological method was employed, utilizing primary data gathered through surveys and interviews with village and urban village officials. Secondary data werw obtained from statistics Indonesia (BPS) reports, books, and previous research journals. Informants were selected representatively from the 31 disctrics, covering 28 villages or urban villages distributed across five regions of Jember, purposive sampling was used to select these interviewees. Data analysis and validation techniques included prolonged engagement, triangulation, and member checking. The results reveal a disparity in tax payment awareness between urban and rural areas in Jember. Urban residents demonstrate higher compliance, supported by better education levels, economic conditions, and a greater understanding of the role of taxes in driving development. Conversely, awareness in rural areas varies, some residents do not pay taxes regularly, often waiting for collections officers to visit. However, one area ini South Jember stands out, despite being a rural setting, the community’s Land and Building Tax payment rate is notably high (60-80%). This is attributed to the local government’s strategic collection approach, which ties tax settlement to the processing of administrative documents at the village level. Delays in tax payments in Jember generally stemnot from economic inability, but from a lack of awareness, understanding, and information regarding tax obligations and payment schedules. Given that tax payment align with the concept of maslaha, as tax revenue returns to the community through infrastructure improvements, public facilities, education, healthcare, and government subsidies, it is essential to enhance public outreach and education regarding tax payments for the benefit of the people of Jember
Inovasi Budidaya Sayur Bayam sebagai Wujud  Mandiri Pangan Guna Menurunkan Angka Stunting Jasuli Jasuli; Miftakhul Jannah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vqknns35

Abstract

Tingginya prevalensi stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan. Berdasarkan data Ponkesdes Desa Sukosari, terdapat 29 anak yang tergolong stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting melalui inovasi budidaya dan pengolahan sayur bayam sebagai wujud kemandirian pangan. Bayam dipilih karena merupakan pangan lokal yang kaya vitamin A, vitamin C, zat besi, dan serat yang penting bagi pertumbuhan anak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi tentang kemandirian pangan, pelatihan budidaya bayam, serta demonstrasi masak produk inovatif seperti nugget bayam dan dadar gulung bayam. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi dan antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama para ibu yang bersemangat menerapkan pengetahuan baru dalam budidaya dan pengolahan pangan lokal. Program ini meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting dan mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan.  The high prevalence of stunting remains a major public health challenge in Indonesia, particularly in Jember Regency, where the number of stunting cases has risen significantly. Based on data from the Sukosari village health post (Ponkesdes), 29 children are classified as stunted. This community service project aims to reduce stunting rates by promoting food self-sufficiency through innovative spinach cultivation and processing. Spinach was selected as a local food source due to its high content of vitamin A, vitamin C, iron, and fiber, which are crucial for child growth. The program was implemented through three stages: preparation, implementation, and evaluation. Activities included community socialization about food independence, training on spinach cultivation, and a cooking demonstration featuring spinach-based innovations such as spinach nuggets and spinach rolled omelets. The results showed high community participation and enthusiasm, especially among mothers, who demonstrated interest in adopting the cultivation and food processing techniques. This program successfully increased community awareness and practical skills in utilizing local food to prevent stunting and achieve sustainable food independence.